GPNesia.com – Pembalap Jepang Ai Ogura memasuki musim keduanya di ajang MotoGP dengan perkembangan yang cukup signifikan dibandingkan debutnya.
Dalam wawancara yang dikutip publikasi Italia Moto.it, pembalap Trackhouse Racing tersebut membahas perjalanan karier terbarunya, evaluasi masa lalu, hingga sejumlah keputusan penting yang ia ambil di Jerez dalam fase awal kiprahnya di kelas utama balap motor dunia.
Memasuki tahun kedua di MotoGP, Ai Ogura mengakui dirinya kini jauh lebih nyaman dalam mengendalikan motor serta memahami karakter kompetisi yang jauh lebih kompleks.
Setelah musim pertama yang diwarnai inkonsistensi dan beberapa kecelakaan, ia menilai fondasi performanya saat ini jauh lebih stabil.
Ia juga menyoroti kerja sama tim serta peningkatan performa Aprilia RS-GP yang ia gunakan sebagai salah satu faktor penting dalam kemajuan tersebut.
“Tahun ini saya merasa jauh lebih nyaman di atas motor, jauh lebih kuat. Wajar jika saya merasa seperti ini, ini tahun kedua saya di MotoGP,” ungkap Ai Ogura dalam wawancara tersebut.
Pernyataan itu menegaskan bahwa proses adaptasi yang sempat sulit kini mulai menunjukkan hasil yang positif, baik dari sisi teknis maupun mental bertanding.
Menengok ke belakang, Ai Ogura juga tidak menutupi bahwa musim 2023 menjadi periode yang berat baginya.
Cedera sebelum awal musim menjadi salah satu hambatan besar, namun ia juga mengakui bahwa pendekatannya terhadap balapan saat itu kurang tepat.
Menurutnya, cara berkendara yang tidak optimal turut memperburuk performanya di lintasan.
“Cedera sebelum awal musim tidak membantu, tetapi saya juga mendekati semuanya dengan cara yang salah. Saya tidak mengemudi dengan baik,” jelasnya.
Meski demikian, ia tetap melihat sisi positif dari masa sulit tersebut.
“Mungkin itu adalah tahun di mana saya belajar paling banyak,” tambah Ai Ogura, menegaskan bahwa pengalaman buruk tersebut justru menjadi bekal penting untuk perbaikan di musim berikutnya.
Salah satu aspek menarik yang juga disorot dalam wawancara dengan Moto.it adalah keputusan Ai Ogura pada tahun 2022 ketika ia menolak tawaran dari Honda Racing Corporation sebelum akhirnya naik ke MotoGP.
Ia menilai saat itu dirinya belum siap, baik secara mental maupun teknis untuk bersaing di level tertinggi.
“Saya merasa belum siap untuk MotoGP, baik sebagai pembalap maupun sebagai pribadi. Saya belum siap,” ujarnya mengenai keputusan tersebut.
Namun, pada 2024 ia kembali dihadapkan pada pilihan penting dan akhirnya memilih bergabung dengan Aprilia dalam situasi teknis yang dinilainya lebih menjanjikan.
Menurutnya, pada saat itu Aprilia berada dalam posisi kompetitif yang lebih baik dibandingkan Honda yang tengah mengalami masa sulit.
“Saya harus membuat pilihan. Saat itu, Aprilia kuat, mereka berada di depan, sementara Honda berada dalam situasi yang sangat sulit,” kata Ai Ogura mengenai pertimbangannya tersebut.
Dalam analisisnya terhadap para pembalap MotoGP saat ini, ia mengakui bahwa setiap rider memiliki karakter dan gaya balap yang berbeda-beda.
Ada yang menonjol dalam pengereman, ada pula yang kuat saat menikung.
Meski begitu, ia secara khusus menyebut Pedro Acosta sebagai salah satu pembalap yang paling mengesankan perhatiannya karena kemampuan pengeremannya yang luar biasa.
“Acosta adalah salah satu yang membuat saya terkesan dengan pengeremannya,” ungkapnya.
Sementara itu, saat membahas Marc Márquez, ia memilih tidak mengerucutkan pada satu aspek tertentu.
“Sulit untuk memilih hanya satu,” ujarnya singkat.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Jack Miller, yang menurutnya pernah menjadi referensi penting dalam gaya balapnya, terutama saat Miller bersaing di Moto3 pada 2014 dengan kemampuan pengereman yang sangat agresif.
Di sisi lain, Ai Ogura juga secara terbuka mengidentifikasi area yang masih perlu ia tingkatkan dalam performanya saat ini.
Kualifikasi menjadi salah satu titik lemah yang ia soroti secara khusus. Menurutnya, posisi start sangat berpengaruh terhadap hasil akhir balapan di MotoGP yang sangat kompetitif.
“Saya perlu meningkatkan kemampuan saya di kualifikasi,” akunya.
Meski demikian, ia juga menyadari kekuatan yang mulai terbentuk dalam dirinya, terutama pada fase akhir balapan. Ia merasa cukup kuat dalam menjaga ritme dan performa ketika race memasuki lap-lap penentuan.
“Saya cukup kuat di akhir balapan,” tambahnya.
Dengan evaluasi yang jujur dan pendekatan yang realistis, Ai Ogura menunjukkan bahwa proses adaptasinya di kelas utama masih terus berjalan.
Namun, dibandingkan musim debutnya, ia kini tampil dengan pemahaman yang lebih matang, strategi yang lebih terarah, serta kepercayaan diri yang semakin tumbuh di tengah persaingan ketat MotoGP.







