GPNesia.com – Pembalap muda asal Malaysia, Hakim Danish, memberikan penjelasan terkait jalannya balapan Moto3 Spanyol 2026 yang berlangsung di Sirkuit Jerez pada Minggu (26/4).
Ia mengakui adanya kesulitan dalam mempertahankan ritme kompetitif saat menghadapi persaingan ketat di lintasan.
Dalam balapan sepanjang 19 lap tersebut, Hakim Danish yang memperkuat tim MT Helmets-MSI memulai lomba dari posisi ke-10, sebuah posisi yang sejatinya cukup menjanjikan karena masih berada di zona perolehan poin.
Start tersebut bahkan lebih baik dibandingkan pebalap Indonesia, Veda Ega Pratama, yang memulai dari urutan ke-17.
Namun, kondisi di lintasan berubah cepat setelah balapan dimulai.
Hakim Danish sempat kesulitan menjaga posisi akibat tekanan dari para pesaing yang melaju dengan ritme lebih cepat.
Situasi tersebut membuatnya perlahan turun posisi hingga sempat berada di urutan ke-14 pada pertengahan lomba.
Meski demikian, pebalap berusia 18 tahun itu tidak menyerah begitu saja. Ia kembali berusaha memperbaiki posisi dan akhirnya menyelesaikan balapan di urutan ke-13.
Hasil tersebut membuatnya turun satu posisi dari posisi start, namun tetap memberikan tambahan poin penting bagi konsistensinya di tiga seri beruntun.
Usai balapan, Hakim Danish mengakui bahwa tantangan terbesar yang ia hadapi adalah kecepatan ritme balap para rivalnya.
Ia menilai meskipun sempat berada di posisi lebih baik, mempertahankan tempo menjadi hal yang sulit dilakukan sepanjang lomba.
“Saya sempat berada di posisi kedelapan,” ujar Danish, dilansir dari NST.
“Tetapi ritme balapan sangat tinggi dan saya disusul karena kesulitan mengikuti mereka.”
“Tapi saya tidak menyerah dan tetap berusaha maksimal untuk mengejar grup depan,” tambahnya.
Meskipun hanya mampu mengamankan tiga poin, performa tersebut tetap dianggap cukup positif dalam menjaga tren konsistensi Hakim Danish di musim Moto3 2026.
Sementara itu, situasi berbeda justru dialami Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia. Pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta itu tampil impresif dengan start dari posisi ke-17 dan langsung menunjukkan peningkatan performa sejak awal balapan.
Veda berhasil menembus kelompok 10 besar dan bahkan menyelesaikan lomba di posisi keenam. Pencapaian tersebut membuatnya naik 11 posisi dari grid awal dan menjadi salah satu performa yang cukup menonjol di seri Spanyol ini.
“Saya menjalani balapan yang sangat positif,” ungkap Veda melalui keterangan resmi Honda Team Asia.
“Saya memulai dengan baik dan langsung bergabung dengan grup yang bersaing di 10 besar,” lanjutnya.
Baik Hakim Danish maupun para pebalap Moto3 lainnya kini bersiap menghadapi seri berikutnya, yakni Moto3 Prancis 2026 yang akan digelar di Sirkuit Le Mans pada 8–10 Mei mendatang.
Balapan tersebut diprediksi kembali menghadirkan persaingan ketat antarpebalap muda berbakat dunia.







