Veda Ega Pratama Garang di Moto3 Catalunya 2026, Finis 8 Besar

Avatar photo
Veda Ega Pratama Garang di Moto3 Catalunya 2026
FOTO: HONDA.RACING

GP Nesia – Performa impresif ditunjukkan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama saat mentas di ajang Moto3 Catalunya 2026.

Tampil di Circuit de Barcelona-Catalunya pada Minggu (17/5/2026), Veda Pratama berhasil mencuri perhatian setelah menembus posisi delapan besar meski memulai balapan dari urutan ke-20.

Sejak awal lomba dimulai, suasana persaingan langsung berlangsung sengit. Begitu lampu start padam, Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia itu langsung melakukan start agresif dengan menunggangi motor Honda NSF250RW dan berupaya menembus barisan tengah hingga depan.

Aksinya menjadi salah satu sorotan karena mampu memperbaiki posisi secara cepat di lap-lap awal.

Pada fase awal balapan, pembalap tersebut langsung merangsek naik hingga posisi ke-13.

Aksi saling salip di antara para pembalap pun tersaji ketat dan menarik, terutama di sektor-sektor teknis sirkuit Barcelona yang menuntut konsistensi serta keberanian dalam melakukan manuver.

Di sisi lain, Maximo Quiles yang sebelumnya menjadi pemuncak klasemen sementara Moto3 2026 sempat mengalami kesulitan setelah melebar ketika start dimulai.

Situasi itu membuat persaingan di grup depan semakin terbuka dan dimanfaatkan oleh sejumlah pembalap yang berada di barisan tengah.

Memasuki lap kedua, David Almansa sempat memimpin jalannya balapan diikuti David Munoz serta Brian Uriarte.

Sementara itu, pembalap Indonesia tersebut tetap menjaga ritme balapan dengan stabil di grup tengah tanpa terburu-buru mengambil risiko berlebihan.

Perkembangan positif terjadi pada lap kelima ketika ia berhasil naik ke posisi ke-10.
Saat itu, Almansa masih memegang kendali lomba di depan, disusul Munoz dan Adrian Fernandez yang terus menempel ketat di barisan terdepan.

Persaingan semakin ketat pada lap kedelapan ketika Hakim Danish dari Malaysia berada di posisi keempat, sementara pembalap Indonesia itu menempati posisi kesembilan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pertarungan di papan tengah hingga depan berlangsung sangat rapat dengan selisih waktu yang relatif tipis.

Memasuki pertengahan balapan, perubahan posisi kembali terjadi. Brian Uriarte berhasil mengambil alih pimpinan lomba, menandakan dinamika yang terus berubah di setiap lap.

Dalam kondisi ini, strategi dan ketahanan ban menjadi faktor penting yang menentukan hasil akhir.

Namun pada lap ke-11, posisi sempat sedikit melorot ke urutan ke-11 setelah dilewati Marco Morelli dan Casey O’Gorman.

Meski demikian, ritme balapan tetap terjaga sehingga peluang untuk kembali ke posisi lebih baik masih terbuka lebar.

Drama terjadi saat balapan memasuki lima lap terakhir. Pertarungan untuk memperebutkan podium semakin intens, terutama antara Brian Uriarte dan Maximo Quiles yang saling bertukar posisi di barisan depan.

Di tengah ketegangan tersebut, insiden terjadi ketika Jesus Rios mengalami crash pada lap-lap akhir.

Kejadian ini mengubah dinamika persaingan dan memberikan keuntungan bagi beberapa pembalap di belakangnya.

Momentum tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh pembalap Indonesia itu untuk kembali masuk ke posisi 10 besar.

Konsistensi hingga akhir membuatnya mampu mempertahankan ritme dan terus menekan hingga garis finis.

Hingga balapan berakhir, ia berhasil mengamankan posisi kedelapan tepat di belakang Hakim Danish yang finis di urutan ketujuh.

Sementara itu, Maximo Quiles akhirnya keluar sebagai pemenang Moto3 Catalunya 2026 dengan catatan waktu 32 menit 28,964 detik setelah tampil konsisten di fase akhir lomba.

Tambahan poin dari seri Catalunya ini turut memperbaiki posisi klasemen sementara.
Pembalap muda tersebut kini menempati peringkat kelima dengan total 58 poin, membuka peluang besar untuk terus bersaing di papan atas Moto3 2026.

Performa ini menjadi bukti bahwa perkembangan talenta muda Indonesia di kancah balap dunia terus menunjukkan peningkatan signifikan.

Dalam persaingan musim ini, hasil tersebut memberi dorongan moral sekaligus mempertegas potensi besar yang dimiliki Veda Ega Pratama dalam menghadapi seri-seri berikutnya.

Tidak hanya itu, keberhasilan finis di delapan besar dari posisi start belakang juga menunjukkan kemampuan adaptasi dan strategi balapan yang semakin matang.
Konsistensi ini membuat Veda Ega Pratama semakin diperhitungkan dalam persaingan kelas Moto3 musim 2026.

Dengan hasil positif di Catalunya, Veda Ega Pratama kini berada dalam jalur yang menjanjikan untuk terus menembus posisi elite klasemen, sekaligus menjaga asa Indonesia di ajang balap motor dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *