Hakim Danish Kesulitan di Moto3 Prancis 2026 Saat Hujan, Finis Posisi 10

Avatar photo
Hakim Danish Kesulitan di Moto3 Prancis 2026 Saat Hujan, Finis Posisi 10
Hakim Danish Kesulitan di Moto3 Prancis 2026 Saat Hujan, Finis Posisi 10

GPNesia.com – Pembalap muda Malaysia, Hakim Danish, mengakui dirinya mengalami kesulitan besar ketika menjalani balapan Moto3 Prancis 2026 yang berlangsung dalam kondisi hujan di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Prancis, Minggu (10/5/2026).

Meski sempat tampil menjanjikan pada awal lomba, rider tim AEON Credit MT Helmets MSI itu akhirnya harus puas mengakhiri balapan di posisi ke-10.

Pada lap awal, Hakim Danish mampu menunjukkan start yang cukup impresif. Pembalap berusia 18 tahun asal Terengganu tersebut bahkan sempat menembus posisi keenam setelah menyelesaikan satu putaran pertama.

Namun, perubahan kondisi lintasan yang basah membuat performanya perlahan menurun dan konsistensinya terganggu sepanjang balapan berlangsung.

Situasi itu membuat Hakim Danish sempat tercecer hingga keluar dari posisi 10 besar. Meski demikian, banyaknya pembalap yang terjatuh akibat lintasan licin memberi keuntungan tersendiri baginya untuk kembali memperbaiki posisi dan finis di urutan ke-10 sekaligus membawa pulang enam poin penting.

Dalam pernyataannya kepada ZK Racing, Hakim Danish mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya memiliki awal balapan yang cukup baik. Akan tetapi, ia mengaku tidak sepenuhnya percaya diri ketika harus memacu motornya di trek basah.

“Saya memulai balapan dengan baik dan berusaha tetap bersama grup terdepan. Namun, hal itu cukup sulit karena saya tidak merasa sepenuhnya percaya diri saat mengendarai motor di lintasan basah,” ujar Hakim Danish.

Ia juga menilai setelan motor yang digunakan belum benar-benar cocok untuk kondisi balapan saat hujan. Faktor tersebut membuat dirinya kesulitan menemukan kenyamanan ketika memasuki tikungan maupun saat menjaga ritme balapan.

“Mungkin setelan motor hari ini juga tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi balapan, sehingga sulit bagi saya untuk merasa sepenuhnya percaya diri di atas motor,” katanya.

Karena minimnya rasa percaya diri terhadap motor, pembalap Malaysia itu memilih tampil lebih hati-hati demi menghindari risiko kecelakaan. Menurutnya, kondisi lintasan pada balapan kali ini sangat berbahaya jika pembalap memaksakan diri terlalu keras.

“Saya berusaha mempertahankan kecepatan dan posisi saya karena jika saya memaksakan diri terlalu keras, risiko terjatuh dalam balapan ini sangat tinggi,” lanjutnya.

Meski mengalami kesulitan ketika hujan turun, Hakim Danish mengaku tetap melihat sisi positif dari keseluruhan akhir pekan di Le Mans. Ia merasa tampil cukup kompetitif ketika sesi berlangsung dalam kondisi kering.

“Secara keseluruhan, saya sebenarnya sangat percaya diri sepanjang akhir pekan setiap kali lintasan kering karena setelan motor bekerja dengan sangat baik,” ujarnya lagi.

Menurutnya, salah satu kendala terbesar yang dihadapi tim adalah minimnya data dan pengalaman menggunakan setup basah sebelum balapan dimulai. Seluruh sesi sebelumnya berlangsung dalam kondisi kering sehingga tim tidak memiliki referensi yang cukup ketika hujan turun saat race utama.

“Namun untuk balapan ini, kami tidak memiliki sesi latihan atau data dalam kondisi basah sebelum langsung terjun ke balapan dalam situasi tersebut,” kata dia.

Meski hasil yang diraih belum maksimal, Hakim Danish tetap berusaha mengambil pelajaran penting untuk menghadapi seri berikutnya di Catalunya.

“Meskipun demikian, saya akan mengambil semua hal positif dari akhir pekan ini dan terus bekerja keras dalam persiapan untuk balapan berikutnya di Catalunya,” tuturnya.

Sementara itu, mentor sekaligus legenda balap Malaysia, Zulfahmi Khairuddin, juga mengakui bahwa anak didiknya tidak mampu mengeluarkan kemampuan terbaik ketika lintasan berubah menjadi basah. Padahal sebelumnya Danish tampil cukup meyakinkan dalam sesi latihan dan kualifikasi.

“Pekan ini berjalan positif bagi Hakim Danish di Le Mans. Dalam sesi latihan dan kualifikasi, kami berhasil menunjukkan performa yang baik dan Hakim berada di grup yang kompetitif,” ujar Zulfahmi.

Ia menambahkan, tim sebenarnya berharap banyak kepada Danish saat hujan turun karena sang pembalap memiliki catatan cukup bagus di trek basah Le Mans pada kesempatan sebelumnya.

“Hanya saja selama balapan, kami mengharapkan hasil yang lebih baik saat hujan karena kami tahu bahwa rekam jejak Hakim dalam kondisi basah di sirkuit ini sangat bagus,” katanya.

Namun, menurut Zulfahmi, pembalap muda tersebut gagal menemukan feeling yang tepat terhadap motor sejak balapan dimulai. Situasi itu membuat performanya tidak bisa berkembang secara maksimal.

“Namun, begitu balapan dimulai, feeling Hakim Danish tidak ada,” ucap Zulfahmi lagi.

Ia menjelaskan bahwa seorang pembalap akan sangat kesulitan tampil maksimal jika kehilangan kepercayaan diri terhadap motor, terlebih saat harus menghadapi kondisi hujan yang penuh risiko.

“Sebagai pembalap, saat balapan di tengah hujan dan tidak memiliki kepercayaan diri atau feeling yang baik terhadap motor, sulit untuk balapan dengan performa 100 persen,” tuturnya.

Meski demikian, Zulfahmi tetap bersyukur karena Danish berhasil menyelesaikan balapan hingga finis. Ia menilai keberhasilan bertahan di tengah banyaknya insiden merupakan hal positif yang patut diapresiasi.

“Jadi target kami hari ini ketika feeling tidak begitu baik adalah untuk tetap kuat dan Hakim berhasil menyelesaikan balapan, sementara kami melihat banyak pembalap lain terjatuh,” ujarnya.

Legenda GP125 Malaysia itu juga meyakini hasil yang lebih baik sebenarnya bisa diraih apabila tim menemukan setup motor yang lebih sesuai untuk lintasan basah.

“Saya yakin jika kami dapat menghasilkan setup yang lebih baik selama balapan, Hakim akan mampu mendapatkan hasil yang lebih baik,” kata Zulfahmi.

Meski hampir separuh pembalap gagal menyelesaikan balapan akibat terjatuh, Zulfahmi menilai finis posisi ke-10 tetap menjadi hasil yang layak disyukuri untuk saat ini.

“Namun, kami juga tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi karena hampir setengah dari pembalap terjatuh hari ini,” katanya lagi.

“Bagaimanapun, posisi ke-10 bukanlah hasil yang buruk dan saya berharap di masa depan Hakim akan mampu tetap kompetitif baik dalam kondisi hujan maupun kering,” pungkas mantan pembalap yang pernah meraih dua podium GP125 musim 2012 tersebut.

Add as preferred source on Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *