GPNesia.com – Balapan Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans pada Minggu (10/5/2026) menjadi seri yang penuh tantangan bagi pembalap IntactGP, David Almansa.
Rider asal Spanyol itu mengaku tidak mampu tampil maksimal sepanjang balapan basah yang berlangsung selama 13 lap tersebut.
Memulai lomba dari posisi ke-13, David Almansa akhirnya menyelesaikan balapan di urutan kedelapan. Meski tetap membawa pulang poin penting untuk klasemen kejuaraan, hasil tersebut belum mampu membuatnya puas.
Kondisi lintasan yang diguyur hujan menjadi faktor utama yang membuat pembalap rekan setim David Munoz itu kesulitan menemukan ritme terbaiknya.
Bahkan, performanya kalah mencolok dibandingkan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, yang berhasil finis di posisi keempat.
Usai balapan, David Almansa mengungkapkan bahwa seri Le Mans menjadi salah satu balapan tersulit yang pernah dia jalani musim ini.
Meski begitu, dia menegaskan telah mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki selama balapan berlangsung.
“Balapan hari ini benar-benar sulit,” ujar Almansa, dikutip dari laman resmi IntactGP.
“Tapi saya selalu memberikan 100 persen kemampuan saya, meskipun saya tidak merasakan motor dengan optimal.”
Menurutnya, kendala terbesar muncul saat memasuki beberapa tikungan yang membuatnya sulit menjaga kecepatan motor secara konsisten di lintasan basah.
“Terutama, saya kesulitan berbelok di beberapa tikungan dan melaju kencang di sana,” lanjutnya.
Selain kondisi motor yang tidak sesuai harapan, banyaknya kecelakaan pembalap lain juga memengaruhi strategi David Almansa sepanjang lomba. Situasi tersebut membuat beberapa kali bendera kuning dikibarkan di area lintasan.
Karena alasan keselamatan, rider yang sebelumnya memenangi seri pembuka Moto3 2026 di Thailand itu memilih untuk tidak mengambil risiko besar demi menjaga peluang meraih poin.
“Terjadi banyak kecelakaan yang menyebabkan periode bendera kuning, jadi saya memutuskan untuk tidak mengambil risiko yang tidak perlu,” kata Almansa.
“Hal itu karena menyelesaikan balapan akan memberi saya banyak poin untuk kejuaraan.”
Walaupun berhasil mencapai garis finis tanpa insiden, Almansa mengakui dirinya sempat mengalami beberapa momen sulit selama balapan berlangsung.
“Tapi saya sendiri mengalami beberapa momen sulit, karena itulah saya senang bisa membawa motor dengan selamat sampai garis finis,” tuturnya.
Pembalap IntactGP itu juga menilai balapan di Le Mans memberi pengalaman penting untuk menghadapi seri-seri berikutnya, terutama ketika harus membalap dalam kondisi hujan.
“Di sisi lain, ini adalah balapan penting bagi saya, di mana saya belajar banyak untuk masa depan, terutama untuk sesi berikutnya dalam kondisi basah.”
“Kami mengumpulkan informasi yang baik untuk itu,” imbuhnya.
Meski hanya finis di posisi kedelapan, Almansa tetap menilai hasil tersebut cukup penting sebagai bekal menuju Moto3 Catalunya 2026 yang akan berlangsung akhir pekan ini.
“Menurut saya, posisi 8 dengan poin yang bagus sangat pantas, terima kasih kepada seluruh tim dan sampai jumpa beberapa hari lagi di Catalunya,” ujar Almansa.
Sementara itu, sorotan positif justru datang dari pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama. Rider Honda Team Asia tersebut tampil impresif dengan mengakhiri balapan di posisi keempat setelah start dari urutan keenam.
Perjuangan Veda untuk menembus barisan depan tidak berjalan mudah. Start yang kurang sempurna membuat pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta itu sempat tercecer jauh dari posisi papan atas.
Pada dua lap awal, Veda bahkan sempat turun hingga posisi ke-14. Namun, secara perlahan dia mampu memperbaiki ritme balap dan menyalip sejumlah rival sampai akhirnya berhasil finis di posisi empat besar.
Penampilan Veda Ega Pratama di tengah kondisi lintasan basah sekaligus menjadi kontras dengan perjuangan berat yang dialami David Almansa sepanjang Moto3 Prancis 2026.







