Zen Mitani Belum Raih Poin, Namun Mulai Temukan Kepercayaan Diri

Avatar photo
Zen Mitani dan Veda Ega Pratama
Zen Mitani dan Veda Ega Pratama. Foto: motogp.com

GPNesia.com – Pembalap muda Jepang, Zen Mitani, kembali menyoroti performanya usai menjalani balapan Moto3 Prancis 2026 yang berlangsung di Sirkuit Le Mans, Minggu (10/5/2026).

Seri tersebut masih menjadi tantangan berat bagi rookie Honda Team Asia itu karena belum mampu meraih poin pertamanya di kelas Moto3 musim ini.

Dalam balapan yang berlangsung selama 13 lap di lintasan basah, Zen Mitani harus puas mengakhiri lomba di posisi ke-16.

Hasil tersebut membuatnya hanya terpaut satu posisi dari zona poin terakhir yang ditempati Brian Uriarte dari tim Red Bull KTM Ajo.

Kondisi trek yang diguyur hujan memang menjadi hambatan bagi banyak pembalap sepanjang balapan.

Bagi Zen Mitani, situasi itu juga memunculkan kembali pengalaman buruk yang pernah dia alami ketika tampil di lintasan basah pada masa lalu.

Pembalap asal Jepang tersebut mengakui dirinya sempat dihantui rasa trauma akibat beberapa insiden jatuh saat membalap dalam kondisi hujan. Meski begitu, dia merasa perlahan mulai menemukan rasa nyaman ketika melaju di trek yang licin.

“Sejujurnya, kondisi basah tidak pernah mudah bagi saya karena di masa lalu saya sangat kesulitan dan beberapa kali terjatuh saat balapan di tengah hujan,” ujar Mitani.

“Tetapi selama balapan ini saya mencoba untuk tetap tenang, memahami batasan, dan fokus untuk membawa motor ke garis finis sambil terus meningkatkan kepercayaan diri saya lap demi lap.”

Hasil finis di posisi ke-16 memang belum memuaskan bagi Zen Mitani. Namun, dia menilai balapan di Le Mans tetap memberikan perkembangan penting dalam proses adaptasinya di Moto3.

Mitani merasa keberhasilannya menyelesaikan lomba tanpa kesalahan besar menjadi modal penting untuk meningkatkan mental dan rasa percaya diri menghadapi seri-seri berikutnya.

Selain itu, jarak yang semakin dekat dengan zona poin juga dianggap sebagai sinyal positif.

“Pada akhirnya, menyelesaikan balapan tanpa kesalahan adalah langkah penting bagi saya dan saya bisa bersaing lebih dekat dengan zona poin dibandingkan balapan sebelumnya,” ucap Mitani.

“Tentu saja P16 masih bukan hasil yang kami inginkan, tetapi saya merasa kami semakin dekat sedikit demi sedikit.”

Dia juga mengungkapkan bahwa akhir pekan di Le Mans berjalan cukup sulit sejak sesi awal. Minimnya cengkeraman ban membuatnya kesulitan membangun kepercayaan diri di atas motor.

“Akhir pekan ini sulit sejak awal karena saya kesulitan menemukan cengkeraman dan kepercayaan diri, tetapi sekarang kami lebih memahami apa yang perlu kami tingkatkan,” imbuhnya.

Setelah melewati seri Prancis yang berat, Zen Mitani kini mulai mengalihkan fokus menuju balapan berikutnya di Catalunya, Barcelona.

Trek tersebut diakui menjadi salah satu sirkuit favoritnya dan dia optimistis dapat tampil lebih kompetitif.

“Balapan selanjutnya adalah Catalunya, trek yang sangat saya sukai,” kata Mitani melalui siaran Honda Team Asia.

“Jadi saya akan terus bekerja keras untuk mencoba meraih poin pertama saya di kejuaraan ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Honda Team Asia tetap mampu menjaga performa tim melalui hasil impresif yang diraih pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama.

Rider asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut berhasil finis di posisi keempat setelah memulai balapan dari urutan keenam.

Perjuangan Veda sepanjang lomba patut mendapat apresiasi. Dia sempat mengalami start yang kurang maksimal hingga posisinya turun drastis ke peringkat ke-14 pada fase awal balapan.

Meski demikian, Veda mampu bangkit secara perlahan dengan menyalip sejumlah rival di tengah kondisi trek yang sulit.

Konsistensi dan ketenangannya dalam membaca situasi lintasan menjadi kunci untuk kembali merangsek ke barisan depan.

Selain performa apiknya sendiri, keuntungan juga diperoleh Veda ketika beberapa pembalap lain mengalami kecelakaan akibat lintasan basah.

Situasi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh rider Indonesia itu untuk mengamankan posisi empat besar hingga garis finis.

Add as preferred source on Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *