GPNesia.com – Perjalanan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, di ajang Kejuaraan Dunia Moto3 musim 2026 terus menjadi sorotan. Hingga 8 April 2026, Veda masih bertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan koleksi 27 poin setelah menjalani tiga seri pembuka musim yang digelar di Thailand, Brasil, dan Amerika Serikat.
Capaian tersebut menempatkan Veda sebagai salah satu rookie paling menjanjikan musim ini. Meski belum mampu konsisten berada di posisi tiga besar, performa pembalap Honda Team Asia itu dinilai cukup stabil untuk ukuran debutan di level kompetisi dunia. Nama Veda Ega Pratama bahkan mulai diperhitungkan sebagai pesaing serius di kategori pendatang baru.
Namun, perjalanan Veda tidak sepenuhnya mulus. Pada seri Grand Prix Amerika Serikat yang berlangsung di Circuit of The Americas pada 29 Maret 2026, ia mengalami hasil kurang memuaskan setelah gagal menyelesaikan balapan. Insiden tersebut berdampak signifikan terhadap posisinya di klasemen sementara. Dari sebelumnya bersaing di papan atas, Veda harus rela turun ke peringkat ketujuh.
Kendati demikian, performa Veda Ega Pratama secara keseluruhan tetap layak diapresiasi. Ia masih memimpin klasemen Rookie of The Year dengan raihan 27 poin. Pencapaian ini menunjukkan bahwa konsistensi Veda sebagai pendatang baru cukup terjaga, meskipun menghadapi tekanan tinggi di setiap seri balapan.
Awal musim 2026 menjadi bukti kemampuan adaptasi cepat Veda di kelas Moto3. Pada seri pembuka di Thailand, ia berhasil finis di posisi kelima—sebuah hasil yang cukup impresif untuk debutan. Penampilan tersebut langsung mengundang perhatian banyak pihak, termasuk pengamat balap internasional yang menilai Veda memiliki potensi besar.
Momentum positif itu berlanjut pada seri kedua di Brasil. Dalam balapan tersebut, Veda mencatatkan sejarah penting dengan finis di posisi ketiga. Podium itu bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga tonggak baru bagi dunia balap Indonesia. Veda Ega Pratama tercatat sebagai pembalap Indonesia pertama yang mampu naik podium di ajang Grand Prix Moto3.
Sayangnya, tren positif tersebut sedikit terganggu di Amerika Serikat. Kegagalan finis membuatnya kehilangan peluang besar untuk terus menempel para pesaing di papan atas. Meski begitu, banyak pihak menilai insiden tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran yang wajar bagi seorang rookie.
Di sisi lain, persaingan di klasemen Moto3 musim ini terbilang cukup ketat. Posisi puncak saat ini ditempati oleh Maximo Quiles dengan raihan 65 poin. Ia unggul cukup jauh dari pesaing terdekatnya, Alvaro Carpe, yang mengoleksi 42 poin. Sementara itu, peringkat ketiga dihuni oleh Valentin Perrone dengan 38 poin.
Veda berada tepat di bawah Adrian Fernandez yang saat ini mengoleksi 29 poin. Selisih yang tidak terlalu jauh ini membuka peluang bagi Veda untuk kembali naik posisi apabila mampu tampil konsisten di seri-seri berikutnya.
Dengan musim yang masih panjang, peluang Veda untuk menembus kembali papan atas klasemen tetap terbuka lebar. Kunci utama bagi Veda Ega Pratama adalah menjaga konsistensi finis serta meminimalkan kesalahan, terutama di lintasan yang menuntut konsentrasi tinggi seperti COTA.
Selain itu, faktor mental juga akan menjadi penentu penting. Sebagai pembalap muda yang baru menjalani musim perdananya di Moto3, Veda dituntut untuk mampu mengelola tekanan, baik dari persaingan di lintasan maupun ekspektasi publik Indonesia yang terus meningkat.
Tim Honda Team Asia sendiri diyakini akan terus memberikan dukungan penuh bagi perkembangan Veda. Evaluasi dari setiap seri balapan diharapkan mampu meningkatkan performa teknis maupun strategi balap yang lebih matang ke depannya.
Perjalanan Veda Ega Pratama di Moto3 2026 masih panjang dan penuh tantangan. Namun, dengan modal awal yang menjanjikan serta mental kompetitif yang terus berkembang, ia memiliki peluang besar untuk mencetak lebih banyak prestasi. Publik Indonesia pun kini menaruh harapan besar agar Veda mampu terus bersaing dan mengharumkan nama bangsa di kancah balap dunia.













