GP Nesia – Fabio Di Giannantonio atau yang akrab disapa Diggia mengungkapkan pengalaman mengejutkan yang ia rasakan bersama sosok mentornya, Valentino Rossi, usai gelaran MotoGP Catalunya 2026.
Pembalap Tim Pertamina Enduro VR46 tersebut mengaku terpukau sekaligus “syok” melihat bagaimana sang legenda hidup itu memberikan analisis balapan dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi, bahkan setelah bertahun-tahun pensiun dari lintasan.
Diggia menuturkan bahwa momen istimewa itu terjadi ketika Rossi hadir langsung di pinggir sirkuit untuk memantau jalannya balapan.
Kehadiran mantan juara dunia sembilan kali tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan benar-benar memberikan kontribusi teknis yang terasa nyata bagi performa tim VR46 di akhir pekan balapan yang dramatis tersebut.
Yang membuat Diggia semakin takjub adalah cara Rossi membaca situasi lintasan. Menurutnya, observasi yang dilakukan sang mentor nyaris setara dengan data telemetri komputer yang biasanya menjadi acuan utama tim dalam menganalisis performa motor.
Rossi disebut mampu menangkap detail kecil yang sering kali terlewat, mulai dari ritme pengereman, pemilihan racing line, hingga perubahan grip ban di berbagai sektor trek.
Dalam pengakuannya, Diggia menilai kemampuan analisis tersebut terasa tidak masuk akal. Pasalnya, Valentino Rossi sudah tidak lagi aktif membalap sejak terakhir kali turun di MotoGP Valencia 2021.
Artinya, sang legenda tidak memiliki pengalaman langsung dengan motor generasi terbaru yang kini jauh lebih kompleks dan sangat bergantung pada perangkat aerodinamika serta teknologi elektronik canggih.
Namun justru di situlah keunikan Rossi terlihat. Meski sudah lama pensiun, ia tetap mampu memahami dinamika balapan modern dengan sangat cepat.
Diggia bahkan mengaku sering merasa seolah-olah Rossi sedang berada di atas motor bersamanya di lintasan, karena setiap analisis yang diberikan terasa sangat presisi dan sesuai dengan kondisi nyata di trek.
“Luar biasa… cara dia melihat sesuatu itu benar-benar gila. Saya sampai terkejut karena dia bisa menangkap hal-hal yang biasanya hanya terlihat dari data telemetri. Dia melihat semuanya dan membuat Anda berpikir, apakah dia tadi ikut balapan bersama saya di trek?” ungkap Diggia, mengutip pernyataan dari Crash pada Sabtu (23/5/2026).
Lebih lanjut, Diggia menambahkan bahwa kemampuan Rossi tidak hanya terbatas pada analisis teknis semata, tetapi juga mencakup pemahaman mendalam terhadap teknologi baru MotoGP.
Ketika para pembalap menjelaskan masalah atau situasi tertentu, Rossi disebut langsung memahami konteksnya dan memberikan respons yang sangat tepat, seakan ia sendiri sedang aktif membalap.
Menariknya lagi, ketajaman analisis tersebut tidak hanya berlaku bagi pembalap VR46. Valentino Rossi juga disebut mampu membaca kekuatan dan kelemahan para rival di lintasan dengan sangat detail, memberikan gambaran strategis yang sangat membantu tim dalam menyusun pendekatan balapan.
Diggia pun mengakui bahwa kehadiran Rossi di garasi memberikan dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar dukungan moral. Menurutnya, energi yang dibawa sang legenda mampu meningkatkan motivasi seluruh anggota tim, sekaligus menciptakan atmosfer kerja yang lebih tajam dan fokus.
Karena pengaruh besar tersebut, Diggia bahkan kerap menantikan kehadiran Rossi di setiap seri balapan. Ia mengaku sering menanyakan kapan sang mentor akan hadir di sirkuit, bukan hanya untuk mendapatkan arahan teknis, tetapi juga untuk merasakan dorongan semangat yang menurutnya sangat signifikan terhadap performa.
“Bukan hanya karena kehadirannya yang besar di garasi, tetapi karena energi yang ia bawa benar-benar luar biasa. Anda bisa berkembang pesat ketika Vale ada di sana,” ujar Diggia menutup pernyataannya.
Kemenangan dramatis yang diraih Diggia di MotoGP Catalunya 2026 pun menjadi bukti nyata bahwa kombinasi pengalaman, intuisi, dan analisis tajam dari seorang legenda seperti Rossi masih memiliki pengaruh besar dalam dunia balap modern, bahkan setelah ia lama meninggalkan kursi pembalap aktif.






