Thomas Lüthi: Lonceng Peringatan Berbunyi di Ducati

Thomas Lüthi

GPNesia.com – Mantan rider Moto2 Thomas Lüthi angkat bicara soal krisis yang melanda tim pabrikan Ducati pada MotoGP 2026. Menurutnya, Marc Marquez masih mampu menutupi kelemahan motor meski fisik belum pulih total.

Dunia balap motor kelas premier tengah menyaksikan drama yang tak terduga. Tim pabrikan asal Borgo Panigale, Ducati, yang selama ini dikenal sebagai dominator MotoGP, justru mengalami start yang jauh dari harapan di musim 2026. Padahal, mereka memiliki dua senjata mematikan: Marc Marquez dan Francesco Bagnaia.

Namun, realitas di trek berkata lain. Tiga seri pembuka telah berlalu, namun Ducati belum mampu menunjukkan supremasi seperti musim-musim sebelumnya. Sorotan tajam pun mengarah kepada Marc Marquez, rider berusia 33 tahun yang bergabung dengan Ducati musim ini dengan status juara bertahan kelas utama.

Performa Ambivalen Sang Alien

Ironi memang sedang menyelimuti perjalanan Marquez bersama Ducati. Tercatat, pembalap yang identik dengan nomor 93 tersebut belum sekali pun mampu menginjakkan kakinya di podium balapan utama MotoGP 2026. Pencapaian terbaiknya justru hadir di sesi sprint race atau balapan mini.

Pada seri pembuka di Thailand, Marquez berhasil finis di posisi kedua sprint race. Ia kemudian meraih kemenangan sprint race di GP Brasil sebelum akhirnya gagal finis pada balapan terakhirnya di GP Amerika Serikat. Namun, untuk balapan utama, hasil terbaiknya hanyalah posisi keempat dan kelima di seri kedua dan ketiga.

Banyak pihak menduga penurunan performa ini berkaitan dengan kondisi fisik Marquez yang belum 100 persen prima pasca-crash hebat yang dialaminya di GP Indonesia musim lalu. Di Austin, Amerika Serikat, ia bahkan sempat mengalami crash pada sesi latihan bebas pertama (FP1), sebuah sinyal bahwa adaptasinya dengan motor baru masih memerlukan waktu.

Ancaman Nyata dari Aprilia

Di sisi lain, Ducati juga tidak bisa bergantung pada Francesco Bagnaia yang performanya stagnan. Kondisi ini semakin diperparah dengan kebangkitan Aprilia yang kini mampu menandingi kecepatan Desmosedici GP26.

Pabrikan asal Noale, Italia itu telah membuktikan diri dengan mengalahkan Ducati dalam dua seri beruntun di Brasil dan Amerika. Marco Bezzecchi dan Jorge Martin sukses mengunci podium 1-2 pada kedua seri tersebut, menandakan pergeseran kekuatan di grid MotoGP.

Analisis Tajam dari Thomas Lüthi

Menyikapi situasi ini, mantan pembalap Moto2 asal Swiss, Thomas Lüthi, memberikan pandangannya yang cukup menarik. Pria yang pernah memperkuat Mandalika SAG Team pada Moto2 2021 tersebut menilai bahwa Marquez masih menjadi aset berharga bagi Ducati meski sedang dalam kondisi tidak prima.

“Saya menilai Marquez memiliki kemampuan luar biasa untuk menutupi kelemahan motor Ducati dalam jangka waktu yang lama,” ungkapnya dalam wawancara eksklusif yang dilansir Motosan.

Lebih lanjut, mantan rider yang kini aktif sebagai analis ini memberikan peringatan serius kepada Ducati. Menurutnya, posisi pabrikan Italia tersebut untuk mendominasi kelas tertinggi saat ini sedang tidak aman mengingat kemajuan pesat yang ditunjukkan oleh Aprilia.

“Mungkin Marquez mampu menyembunyikannya untuk waktu yang lama. Namun, perubahan ini telah terjadi sejak lama. Mereka ingin berada di garis depan dengan semua pembalap mereka, dan saat ini mereka tidak mencapainya,” tegas Thomas Lüthi.

Ia menambahkan: “Saya rasa Marc berhasil melakukannya untuk waktu yang lama, tetapi bahkan dia pun tidak bisa melakukannya di Austin. Sekarang, tanpa ragu, lonceng peringatan berbunyi di Ducati.”

Momen Krusial di COTA

GP Amerika di Circuit of the Americas (COTA) memang menjadi titik balik yang menyakitkan bagi Marquez. Trek yang selama ini menjadi favoritnya—dengan rekor tujuh kemenangan berturut-turut dari 2013 hingga 2018—justru berakhir dengan hasil mengecewakan.

Marquez tidak hanya gagal finis di sprint race usai terlibat insiden dengan Fabio Di Giannantonio, tetapi juga harus puas finis di posisi kelima pada balapan utama dengan gap lebih dari 8 detik dari pemenang balapan, Marco Bezzecchi.

Kondisi ini semakin memvalidasi analisis Thomas Lüthi bahwa Ducati sedang menghadapi masa-masa kritis. Dengan Aprilia yang kini memiliki paket motor kompetitif dan duo rider yang sedang on-fire, persaingan di MotoGP 2026 diprediksi akan jauh lebih ketat dibandingkan musim-musim sebelumnya.

Pertanyaan besar kini mengudara: mampukah Marquez pulih dan menemukan ritme optimalnya bersama Ducati? Atkah justru era dominasi Merah mulai meredup digantikan kebangkitan Aprilia?

Satu yang pasti, menurut Thomas Lüthi, Ducati harus segera bangkit jika tidak ingin kehilangan tahta raja MotoGP yang telah mereka pegang selama bertahun-tahun.

Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook

Exit mobile version