GPNesia.com – Performa impresif yang ditunjukkan oleh Lewis Hamilton bersama Ferrari pada musim 2026 menjadi sorotan utama di paddock Formula 1 setelah ia mengakui bahwa akhir pekan di Grand Prix Kanada menjadi salah satu pengalaman terbaiknya sejak bergabung dengan tim pabrikan Italia tersebut pada musim 2025.
Pembalap asal Inggris itu sebelumnya menjalani musim debut yang penuh tantangan bersama Ferrari. Adaptasi terhadap mobil baru serta lingkungan kerja yang berbeda membuat performanya belum optimal.
Sepanjang 24 balapan di musim pertamanya, ia belum mampu meraih podium Grand Prix dan bahkan tertinggal hingga 86 poin dari rekan setimnya, Charles Leclerc, dalam klasemen pembalap.
Namun situasi mulai berubah pada musim 2026. Memasuki tahun keduanya, Hamilton memanfaatkan masa musim dingin pertamanya secara penuh di markas Ferrari di Maranello untuk melakukan penyesuaian teknis sekaligus menyesuaikan gaya balapnya dengan regulasi baru Formula 1.
Hasilnya mulai terlihat ketika ia berhasil naik podium pertamanya untuk Ferrari di China, sebelum kembali menunjukkan performa kompetitif di Kanada.
Di sirkuit Montreal, Hamilton tampil sebagai salah satu penantang utama sepanjang akhir pekan. Ia bahkan sempat memimpin jalannya balapan dalam beberapa sesi dan akhirnya mengamankan posisi kedua setelah pertarungan ketat hingga lap terakhir melawan rival lamanya dalam perebutan gelar, Max Verstappen.
Hasil ini menjadi capaian signifikan, sekaligus podium kedua yang sangat berarti bersama tim barunya.
Dalam komentarnya kepada Formula1.com, Hamilton mengungkapkan kepuasan mendalam atas performa tersebut. “Saya sangat menikmati balapan sepanjang akhir pekan – setiap putaran. Saya merasa kami memulai dengan baik, datang dengan sikap yang tepat, dan mobil secara keseluruhan terasa sangat bagus,” ujarnya.
Ia juga menyoroti atmosfer balapan di Montreal yang menjadi salah satu favoritnya. “Bisa datang ke Montreal, sirkuit yang sangat saya sukai, dan menikmati akhir pekan Sprint di sini, yang merupakan yang pertama kalinya kami adakan di sini, sungguh luar biasa – dan ini adalah posisi kedua pertama saya bersama tim,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak datang dengan mudah. “Ini adalah sesuatu yang telah saya perjuangkan dengan sangat keras… Saya bahkan tidak bisa mulai menjelaskan betapa kerasnya saya harus berusaha untuk bisa sampai ke titik ini, dan kerja keras serta upaya luar biasa di balik layar untuk memungkinkan penampilan seperti ini,” ungkapnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada tim Ferrari yang terus memberikan dukungan penuh. “Tapi saya sangat berterima kasih kepada tim karena terus mendukung dan menyemangati saya setiap akhir pekan, dan sungguh menyenangkan melihat mereka begitu bahagia, karena mereka benar-benar pantas mendapatkannya atas semua kerja keras yang telah mereka lakukan.”
Perubahan performa Lewis Hamilton juga dipengaruhi oleh pendekatan baru dalam persiapan balapan. Ia mengaku tidak lagi bergantung pada simulator Ferrari, melainkan lebih fokus pada analisis data langsung serta komunikasi teknis yang lebih intens dengan tim insinyur.
“Saya memilih pengaturan yang berbeda akhir pekan ini, hanya menganalisis data, bekerja sama dengan baik dengan teknisi saya – dia benar-benar luar biasa dan saya sangat senang bekerja dengannya,” katanya.
Selain itu, ia juga memuji kontribusi race engineer barunya untuk musim 2026, Carlos Santi, yang dinilai berhasil membantunya menemukan performa optimal di lintasan. “Bandar kedua saya melakukan pekerjaan yang fantastis akhir pekan ini, membantu saya benar-benar mengeluarkan lebih banyak performa dari mobil, berada di posisi yang jauh lebih nyaman, dan akhirnya saya bisa menyerang semua tikungan.”
Dukungan dari Team Principal Fred Vasseur juga disebut menjadi faktor penting dalam peningkatan performa tersebut. Hamilton menegaskan bahwa perubahan kecil namun signifikan di balik layar telah membantu meningkatkan kenyamanan dan konsistensi balapnya.
Saat ini, performa Hamilton di musim 2026 menunjukkan peningkatan signifikan. Ia berada di posisi keempat klasemen sementara pembalap setelah lima seri pertama dengan koleksi 72 poin. Menariknya, ia unggul 75 poin dari rekan setimnya, Charles Leclerc, sementara Ferrari sendiri menempati posisi kedua dalam klasemen konstruktor.
Dengan tren positif ini, Ferrari berharap momentum tersebut dapat terus berlanjut sepanjang musim. Bagi Hamilton, hasil di Montreal bukan hanya sekadar podium, melainkan sinyal bahwa kerja keras dan adaptasi panjangnya mulai membuahkan hasil nyata di era baru Formula 1.
