Charles Leclerc Nilai Mercedes Masih Unggul di F1 GP Miami 2026

Charles Leclerc

GPNesia.comCharles Leclerc memperkirakan Mercedes akan tetap selangkah lebih maju dari Ferrari di Grand Prix Miami akhir pekan ini, meskipun Scuderia membawa sejumlah pembaruan besar pada mobil Formula 1 2026 mereka.

Pembalap asal Monako itu menilai, peningkatan yang dilakukan belum tentu cukup untuk menutup jarak performa dengan rival utama mereka.

Tim asal Italia tersebut menjadi sorotan setelah menghadirkan 11 komponen baru pada SF-26, jumlah terbanyak dibandingkan tim lain.

Miami dipilih sebagai momen yang tepat untuk melakukan pengembangan karena rangkaian balapan pada April di Arab Saudi dan Bahrain sebelumnya dibatalkan, memberi waktu lebih panjang untuk persiapan.

Di sisi lain, Mercedes hanya membawa dua peningkatan untuk akhir pekan ini. Meski demikian, Charles Leclerc tetap melihat tim berjuluk Silver Arrows itu sebagai kekuatan dominan, mengingat mereka telah menyapu bersih tiga grand prix pertama musim 2026.

Ferrari tidak hanya harus mengejar Mercedes, tetapi juga menghadapi tekanan dari McLaren yang kini menempati posisi ketiga klasemen konstruktor.

Tim tersebut tampil kompetitif dalam balapan sebelumnya di Jepang, di mana Oscar Piastri sempat berpeluang meraih kemenangan sebelum kehadiran safety car mengubah jalannya lomba.

McLaren sendiri tidak tinggal diam. Mereka membawa tujuh pembaruan pada mobil MCL40, menjadikannya salah satu dari tujuh tim yang melakukan lebih dari lima peningkatan menjelang balapan di Miami.

Charles Leclerc mengakui bahwa gelombang pembaruan dari berbagai tim akan menjadi hal yang menarik untuk diamati.

Ia mengatakan bahwa jeda lima minggu dalam kalender balap musim ini memberi kesempatan bagi tim untuk mengembangkan mobil secara signifikan.

“Akan sangat tidak biasa melihat begitu banyak peningkatan pada begitu banyak tim yang berbeda. Apalagi mengingat bagaimana musim ini berjalan dengan jeda lima minggu, jadi saya cukup yakin sebagian besar orang akan memiliki mobil yang bisa dibilang baru mulai dari sini,” ujarnya seperti dikutip dari Motorspot, Sabtu (2/5/2026).

Meski demikian, ia meragukan bahwa perubahan tersebut akan langsung mengubah peta persaingan secara drastis. Menurutnya, kemungkinan yang terjadi adalah perbedaan jarak performa antar tim menjadi lebih kecil atau justru melebar.

“Apakah ini akan mengubah secara signifikan urutan peringkat yang telah kita lihat sejak awal tahun, saya ragu. Kita mungkin akan melihat kesenjangan yang lebih kecil atau lebih besar antara beberapa tim, tetapi saya tidak tahu,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti ancaman dari McLaren yang tampil sangat dekat dengan Ferrari pada balapan terakhir. Leclerc berharap paket pembaruan yang dibawa timnya dapat memberikan dampak positif.

“Setidaknya bagi kami, ada McLaren yang sangat dekat di akhir pekan lalu, jadi saya pikir paket ini akan membuat perbedaan, mudah-mudahan lebih baik bagi kami,” katanya.

Namun ketika berbicara soal Mercedes, ia tetap realistis. Menurutnya, keunggulan tim tersebut masih terlalu jauh untuk dikejar hanya dengan pembaruan yang dibawa ke Miami.

“Namun, pada titik di mana kami harus mengejar Mercedes, saya rasa mereka terlalu unggul bagi kami untuk bisa menyamai mereka hanya dengan apa yang kami bawa di sini. Tapi ini akan sangat menarik,” tambahnya.

Leclerc juga menilai bahwa hasil balapan di Miami akan sangat menentukan arah pengembangan tim ke depan. Dengan banyaknya pembaruan yang diuji, setiap tim akan memiliki referensi baru untuk langkah selanjutnya.

“Saya pikir ini akan menentukan banyak hal yang terjadi setelah itu, karena akan ada arah pengembangan baru dan hal-hal baru yang mungkin ingin kita eksplorasi setelah akhir pekan dan setelah menganalisis apa yang akan dibawa oleh tim lawan,” jelasnya.

Selain faktor teknis, kondisi cuaca diperkirakan akan memainkan peran penting. Hujan diprediksi turun pada hari Minggu, yang bisa memengaruhi jalannya balapan. Ferrari sendiri telah melakukan uji coba dalam kondisi basah di sirkuit Fiorano sebagai bagian dari persiapan.

Rekan setim Leclerc, Lewis Hamilton, mengungkapkan bahwa pengujian tersebut memberinya kepercayaan diri menghadapi kemungkinan hujan.

“Saya melakukan uji coba selama dua hari di tengah hujan di Fiorano, dan mudah-mudahan itu menempatkan saya pada posisi yang baik untuk mengetahui apakah hujan akan turun pada hari Minggu,” ujar Hamilton.

Juara dunia tujuh kali itu juga menjelaskan bahwa timnya telah melakukan evaluasi menyeluruh setelah tiga balapan awal musim, termasuk mengatasi masalah tenaga yang sempat ia rasakan.

“Sangat baik bagi semua orang untuk mundur sejenak dan menganalisis tiga balapan pertama mereka, dan tentu saja di balapan terakhir saya merasa tenaga mesin saya kurang,” katanya.

Hasil analisis menunjukkan bahwa masalah bukan terletak pada mesin semata, melainkan pada sistem secara keseluruhan.

“Kami melakukan analisis mendalam dan memahami bahwa masalahnya bukan pada mesin, tetapi pada seluruh sistem secara keseluruhan, termasuk beberapa hal yang berkontribusi pada delapan hingga sembilan persepuluh tenaga di lintasan lurus,” jelas Hamilton.

Ia menambahkan bahwa tim telah melakukan perbaikan dan latihan intensif di simulator, yang membuatnya merasa lebih siap menghadapi balapan berikutnya.

“Kami berhasil mengatasi itu, berlatih di simulator di pabrik setiap minggu dengan intensitas tinggi dan saya merasa segar kembali,” tutupnya.

Hamilton datang ke Miami dengan menempati posisi keempat klasemen sementara, tertinggal delapan poin dari Leclerc di posisi ketiga. Sementara itu, jarak Leclerc dengan pemimpin klasemen Kimi Antonelli mencapai 23 poin, menambah tekanan bagi Ferrari untuk segera meningkatkan performa mereka.

Add as preferred source on Google

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain GPNesia.com.
Exit mobile version