GP Nesia – Performa Charles Leclerc pada rangkaian Grand Prix Kanada 2026 menjadi sorotan setelah pembalap Ferrari itu secara terbuka mengakui bahwa persiapan dan jalannya akhir pekan di Montreal merupakan salah satu fase paling sulit sepanjang kariernya di ajang Formula 1.
Leclerc diperkirakan akan memulai balapan utama hari Minggu dari posisi kedelapan, setelah sebelumnya juga mengalami kesulitan untuk bersaing secara konsisten dengan para rival di lintasan Sirkuit Gilles Villeneuve.
Dalam sesi Sprint pada Sabtu (23/5/2026), ia memulai lomba tepat di belakang rekan setimnya, Lewis Hamilton, sebelum akhirnya mampu memperbaiki posisi hingga finis di urutan kelima.
Hasil tersebut terjadi setelah Hamilton kehilangan momentum pada tikungan terakhir, yang kemudian dimanfaatkan Oscar Piastri untuk melakukan manuver menyalip.
Namun, performa tersebut tidak berlanjut ke sesi kualifikasi. Pada tahap penentuan grid start, Charles Leclerc kembali mengalami kesulitan signifikan dalam mengejar catatan waktu para pembalap terdepan.
Ia hanya mampu mengamankan posisi kedelapan, terpaut sekitar empat persepuluh detik dari George Russell yang berhasil meraih pole position.
Situasi ini menambah tekanan bagi pembalap asal Monako tersebut yang terlihat tidak menemukan ritme optimal sepanjang akhir pekan.
Usai sesi kualifikasi, Charles Leclerc tidak menutupi kekecewaannya. Ia menyebut bahwa hampir tidak ada satu pun putaran yang membuatnya merasa nyaman dengan mobil Ferrari yang ia kendarai sejak sesi latihan bebas pertama.
Menurutnya, setiap tikungan terasa sulit dikendalikan hingga membuatnya hampir kehilangan grip karena kondisi ban yang tidak ideal.
Ia juga menyoroti masalah pada sistem pengereman yang menurutnya tidak bekerja maksimal pada hari sebelumnya.
Leclerc menambahkan bahwa berbeda dengan Hamilton yang mampu menemukan performa stabil sepanjang kualifikasi, dirinya justru kesulitan mendapatkan feeling yang sama.
Ia menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama tim untuk memahami penyebab utama kesulitan tersebut, terutama dalam hal mengaktifkan suhu dan performa ban agar bekerja pada level optimal.
Di tengah situasi sulit tersebut, Charles Leclerc saat ini masih bertahan di posisi ketiga klasemen sementara Kejuaraan Dunia Pembalap musim ini.
Ia telah mengoleksi dua podium dari empat seri Grand Prix yang telah berlangsung, meskipun hasil terakhirnya di Miami hanya berakhir di posisi kedelapan, yang menjadi salah satu hasil terendahnya musim ini.
Leclerc juga mengakui bahwa kondisi di Kanada terasa sangat aneh dibandingkan balapan-balapan sebelumnya, terutama karena ia tidak dapat menjelaskan secara jelas mengapa performanya begitu tertinggal dari Hamilton yang justru menjalani salah satu akhir pekan terbaiknya di musim 2026.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tim akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mencari solusi atas masalah yang terjadi.
Ia juga mengakui masih ada aspek yang harus ia tingkatkan sebagai pembalap, namun menekankan bahwa sensasi yang ia rasakan bersama mobil saat ini terasa tidak sesuai harapan dan perlu segera diperbaiki agar dapat kembali bersaing di papan atas.
