GPNesia.com – Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, berhasil mengonversi posisi pole pertamanya pada musim ini menjadi finis di posisi kedua dalam balapan Sprint MotoGP 2026 yang digelar di Sirkuit Le Mans, Sabtu (9/5).
Meski gagal meraih kemenangan, performanya tetap menunjukkan potensi besar untuk bersaing di barisan terdepan.
Start dari posisi terdepan tidak berjalan mulus bagi Francesco Bagnaia. Begitu balapan dimulai, ia kehilangan beberapa posisi setelah Jorge Martin dari Aprilia melesat dari grid kedelapan dan langsung mengambil alih pimpinan lomba di tikungan awal. Situasi itu membuat persaingan di grup depan semakin ketat sejak lap-lap pertama.
Pada fase awal balapan, Bagnaia sempat berada di posisi ketiga. Keuntungan datang ketika Marco Bezzecchi melebar di salah satu tikungan, membuka jalan bagi pembalap Ducati tersebut untuk kembali naik ke barisan depan. Momen itu menjadi titik penting yang menjaga peluangnya tetap hidup dalam perebutan podium utama.
Memasuki pertengahan balapan, Francesco Bagnaia menjadi satu-satunya pembalap yang mampu menjaga kecepatan sebanding dengan Jorge Martin.
Ia bahkan sempat memangkas jarak dan menekan selisih waktu di beberapa lap, terutama pada lap keempat, ketika ritme balapannya terlihat semakin konsisten.
Namun, memasuki fase akhir lomba, Martin kembali menemukan stabilitas performa. Pembalap asal Spanyol itu berhasil mempertahankan keunggulan hingga garis finis dengan selisih sekitar 1,1 detik di depan Bagnaia. Hasil tersebut memastikan Martin meraih kemenangan Sprint, sementara Bagnaia harus puas di posisi kedua.
Usai balapan, Francesco Bagnaia mengungkapkan perasaan campur aduk karena merasa peluang kemenangan sebenarnya terbuka.
“Saya menilai masalah utama terletak pada start yang kurang maksimal dan harus berjuang lebih keras sejak awal untuk menembus posisi depan,” kata Bagnaia.
Dalam keterangannya kepada MotoGP.com, ia menyebut bahwa potensi kemenangan sebenarnya ada, namun kesalahan kecil di awal balapan membuat situasi menjadi lebih sulit.
Ia juga menyoroti bagaimana Jorge Martin tampil sangat kuat sejak awal lomba dan mampu mengontrol ritme dengan sangat baik.
Pada bagian lain, Francesco Bagnaia menjelaskan bahwa dirinya sempat kehilangan sedikit akselerasi saat berduel dengan Bezzecchi, terutama di tikungan 8 dan tikungan terakhir yang memengaruhi momentum karena faktor teknis seperti wheelie.
Meski demikian, ia berhasil memanfaatkan kesalahan lawan untuk kembali menyalip dan mempertahankan posisi kompetitif.
Pembalap Ducati itu juga menuturkan bahwa dirinya mencoba menjaga ketenangan sepanjang balapan dengan tidak terlalu memaksakan ban di fase awal.
Namun, pada lima lap terakhir, ia mulai merasakan penurunan grip pada ban depan yang membuat pengejaran terhadap Jorge Martin semakin sulit.
Menurutnya, semua strategi sudah dijalankan dengan cukup baik, tetapi performa Martin pada hari itu memang sangat sempurna sejak awal hingga akhir. Hal tersebut membuat peluang kemenangan semakin tipis meskipun selisih waktu tidak terlalu jauh di garis finis.
Dengan hasil ini, Francesco Bagnaia kembali mengamankan podium Sprint ketiganya secara beruntun, sekaligus memperkuat konsistensinya di musim 2026.
Ia juga dipastikan akan kembali memulai balapan dari barisan depan pada balapan utama hari Minggu, meski kondisi cuaca di Le Mans diprediksi bisa berubah drastis jika hujan turun.
Ia menegaskan bahwa start dari barisan depan akan menjadi faktor krusial, terlebih dengan potensi cuaca yang lebih dingin dan tidak menentu. Persiapan menghadapi berbagai skenario menjadi hal penting untuk menjaga peluang kemenangan di balapan utama.
Dalam balapan tersebut, Francesco Bagnaia juga menjadi satu-satunya pembalap pabrikan Ducati yang tampil di garis depan, setelah rekan setimnya Marc Marquez harus absen akibat cedera pada kaki yang dialaminya. Situasi ini membuat beban tim Ducati Lenovo lebih banyak bertumpu pada performa Bagnaia di sisa akhir pekan balap.
