GPNesia.com – Enea Bastianini kembali mencuri perhatian dalam ajang MotoGP di Mugello, mematahkan dominasi pabrikan Ducati yang selama ini mendominasi trek legendaris tersebut.
Pada sesi pra-kualifikasi hari Jumat, pembalap tim Tech3 KTM itu tampil luar biasa dengan menempati posisi ketiga, hanya tertinggal 0,103 detik dari pembalap terdepan Fabio Di Giannantonio dari VR46 Racing Team.
Prestasi ini menjadikan Enea Bastianini sebagai satu-satunya rider KTM yang mampu masuk ke sepuluh besar dan langsung memastikan lolos ke babak Q2.
Di sisi lain, performa rekan setimnya, Pedro Acosta, yang selama ini menjadi andalan KTM, justru tertahan di posisi ke-13.
Situasi ini memunculkan pengakuan dari Acosta sendiri yang mengakui pentingnya data performa dari Enea Bastianini.
Ia menyebut bahwa rekannya lebih unggul dalam trek yang memiliki karakter tikungan mengalir dan cepat.
“Kita harus mempelajari data Enea. Tampaknya dia lebih unggul dari kita di trek yang punya banyak tikungan flowing ini,” ujar Acosta.
Enea Bastianini sendiri menegaskan bahwa keberhasilannya di Mugello bukan berasal dari rahasia tertentu, melainkan dari pemahaman mendalam terhadap motor KTM RC16 yang ia tunggangi.
Ia mengungkapkan bahwa selama tes di Barcelona hari Senin sebelumnya, timnya mencoba sejumlah pengaturan yang membantu performa motor.
“Kami mencoba sesuatu yang membantu saya di Barcelona, dan saya harap itu juga akan bekerja di Mugello,” katanya.
Bertanding di sirkuit kebanggaan Italia ini tentu menjadi motivasi tersendiri bagi Enea Bastianini. Ia menyatakan, “Saya suka Mugello!” dengan senyum lebar, menegaskan kedekatannya dengan trek tersebut.
Meski tampil kompetitif, pembalap asal Italia ini tetap realistis dan mengakui bahwa KTM RC16 masih memiliki kelemahan yang harus diperbaiki.
Ia menjelaskan bahwa keseimbangan antara grip lintasan dan akselerasi menjadi tantangan utama bagi tim.
“Seberapa cepat kami di lintasan lurus sangat bergantung grip. Di Barcelona, kami sangat kompetitif dalam top speed karena grip buruk dialami semua pembalap. Di Mugello, grip lebih baik, tapi justru tidak banyak membantu akselerasi kami,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa motor pabrikan lain lebih efektif dalam menyalurkan tenaga dari ban ke aspal.
Kecepatan di lintasan lurus bukan menjadi masalah utama KTM, melainkan bagaimana motor keluar dari tikungan.
“Top speed bukan masalah kami. Dari gigi keempat hingga keenam, kami sangat kuat. Jika kami bisa meningkatkan performa saat keluar tikungan, kami akan kompetitif di semua trek,” tegas Enea Bastianini.
Pada sesi tersebut, meskipun RC16 belum sepenuhnya seimbang, Bastianini tetap menjadi pembalap KTM tercepat.
Ia mengungkapkan bahwa ketidakstabilan bagian belakang motor saat tikungan cepat dan kurangnya grip pada ban depan, terutama saat ban mulai aus atau saat berada di tengah rombongan, menjadi tantangan tersendiri.
“Ketika saya sendirian, masalahnya tidak terlalu terasa,” katanya, menambahkan bahwa kondisi sore hari membuat tantangan semakin besar.
Menjelang sprint race hari Sabtu, Enea Bastianini berharap dapat menemukan solusi cepat terkait aerodinamika motor, yang menurutnya menjadi salah satu titik kelemahan RC16.
“Saya berharap bisa start dari depan. Jadi, kita harus cepat menyelesaikan masalah ini. Downforce adalah salah satu area yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Tim KTM juga telah melakukan beberapa perubahan kecil untuk menghadapi sirkuit Mugello, meskipun hasilnya masih belum cukup signifikan.
Ia menambahkan, “Kami sangat kuat dalam pengereman, itu keunggulan terbesar kami, dan saya ingin memanfaatkannya semaksimal mungkin.”
Saat ini, posisi Enea Bastianini di klasemen sementara berada di peringkat ke-12 dengan total 39 poin. Sementara itu, rekan setimnya Maverick Viñales, yang baru pulih dari cedera, berada di posisi ke-20 dengan perolehan 5 poin.
Hal ini menunjukkan bahwa tim Tech3 KTM masih harus bekerja keras untuk meraih hasil optimal sepanjang musim ini.
Dengan performa impresif dan semangat yang tinggi, Enea Bastianini membuktikan bahwa ia mampu memecahkan dominasi Ducati di Mugello dan memberi harapan baru bagi KTM di sirkuit legendaris tersebut.
