Pablo Nieto Ungkap Pandangan Rossi soal VR46

Pablo Nieto dan Valentino Rossi VR46 Racing Team
FOTO: VR46 RACING TEAM

GPNesia.com – Dalam sebuah pengakuan yang menarik perhatian dunia MotoGP, Pablo Nieto membeberkan pandangan sebenarnya dari legenda balap Valentino Rossi terhadap proyek tim VR46 yang ia dirikan.

Sosok Rossi yang kini berusia 47 tahun tetap menjadi figur sentral dalam sejarah Grand Prix sepeda motor, setelah menorehkan tujuh gelar juara dunia MotoGP, termasuk dominasi lima musim beruntun dari 2001 hingga 2005, serta tambahan titel pada 2008 dan 2009.

Sepanjang kariernya, Rossi dikenal sebagai pembalap lintas pabrikan yang pernah memperkuat Honda, Yamaha, hingga Ducati sebelum akhirnya menutup perjalanan kompetitifnya di MotoGP pada tahun 2021.

Meski sudah pensiun, pengaruhnya di paddock tetap besar, terutama melalui struktur VR46 yang ia bangun sejak 2014 sebagai wadah pembinaan talenta muda Italia di ajang balap Grand Prix.

Sejak resmi turun di kelas MotoGP pada 2021, VR46 berkembang menjadi salah satu tim yang konsisten bersaing di level tertinggi.

Saat ini, tim tersebut diperkuat oleh Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli sebagai duet pembalap utama yang membawa warna kompetitif bagi skuad milik Rossi tersebut.

Menjelang gelaran Grand Prix Italia akhir pekan ini, manajer tim VR46, Pablo Nieto, menyoroti momen emosional yang terjadi setelah kemenangan Di Giannantonio di Barcelona.

Ia menyebut hasil tersebut sebagai sesuatu yang sangat istimewa, bukan hanya karena hasil akhir balapan, tetapi juga karena situasi yang terjadi sepanjang hari lomba yang penuh tekanan.

Dalam wawancara bersama media Spanyol AS, Nieto menggambarkan betapa intensnya pengalaman di hari kemenangan tersebut.

Ia menuturkan bahwa kondisi balapan yang penuh insiden membuat seluruh tim berada dalam tekanan tinggi, terutama setelah Di Giannantonio sempat terlibat kecelakaan dan mengalami cedera ringan pada jarinya.

“Sejujurnya, itu adalah hari Minggu yang sangat spesial. Terutama karena bagaimana jalannya balapan, bagaimana hari Minggu itu berlangsung, dan betapa serius situasinya, dengan Diggia yang terlibat dalam kecelakaan itu,” ujar Pablo Nieto.

Ia menambahkan bahwa pada awalnya ia belum sepenuhnya menyadari besarnya momen kemenangan tersebut karena fokus pada penanganan teknis di garasi tim.

Menurutnya, suasana penuh ketegangan membuat dirinya tidak sempat menyerap euforia kemenangan secara langsung.

“Rasanya benar-benar spesial bisa menang. Tapi sampai saya tiba di hotel pada Minggu malam, saya belum benar-benar memahami apa yang telah terjadi,” lanjutnya.

Nieto juga mengungkapkan bahwa selama proses setelah balapan, dirinya tidak sempat menyaksikan tayangan ulang karena harus segera menangani motor Di Giannantonio yang mengalami masalah, sekaligus memastikan kondisi pembalap tetap stabil.

“Saya tidak melihat ulang tayangan yang diputar karena saya sedang berusaha menyiapkan motor Diggia; dia juga sedikit terluka di jarinya. Kami sedang menyelesaikan semuanya, jadi saya tidak sempat melihat ulang apa pun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pablo Nieto menyoroti bagaimana tekanan waktu dan situasi di pit membuat seluruh perhatian tim hanya tertuju pada persiapan teknis berikutnya.

Ia mengaku tidak bisa benar-benar menikmati momen kemenangan hingga semuanya selesai dan dirinya berada di hotel.

“Yang terus saya pikirkan hanyalah berapa lama lagi kami bisa kembali bekerja. Jadi dengan semua ketegangan dan stres itu, saya tidak bisa melihat semuanya dengan jelas sampai saya tiba di hotel,” ungkapnya.

Selain membahas kemenangan di Barcelona, Nieto juga menyinggung kehadiran Valentino Rossi di paddock saat momen penting tersebut berlangsung.

Ia mengaku kehadiran sang legenda memberikan arti tersendiri bagi tim VR46, terutama karena Rossi secara langsung melihat perkembangan tim yang ia dirikan sendiri.

Ketika ditanya mengenai perasaan memiliki Rossi di lokasi kemenangan Grand Prix Catalan, Nieto menjawab dengan penuh antusias.

Ia menilai kehadiran Rossi sebagai sesuatu yang sangat berarti bagi seluruh anggota tim.

“Ya, terutama karena sangat menyenangkan dia ada di sini, dia melihat tim kami. Dia sudah tahu, tapi saya benar-benar senang ketika dia datang dan berkata kepada saya, ‘Kita adalah tim yang hebat’,” ujar Pablo Nieto menirukan ucapan Rossi.

Momen tersebut menjadi salah satu titik emosional bagi manajemen VR46, mengingat pengakuan langsung dari Rossi terhadap perkembangan tim yang ia bangun dari nol dianggap sebagai validasi penting atas kerja keras seluruh kru dan pembalap.

Dalam kesempatan yang sama, Nieto juga menceritakan pengalamannya naik ke podium untuk merayakan kemenangan Di Giannantonio di Barcelona.

Ia mengakui bahwa hal tersebut merupakan pengalaman pertama baginya sejak terlibat di MotoGP.

“Ya, dan ini adalah sesuatu yang belum pernah saya lakukan di MotoGP,” katanya.

“Biasanya saya tidak naik ke sana, saya lebih suka anggota tim yang naik, sementara saya akan punya waktu sendiri nanti,” tambahnya.

Namun, ia menegaskan bahwa dalam momen khusus di Barcelona, ia memilih untuk ikut naik ke podium karena merasa ini adalah kesempatan yang tidak bisa dilewatkan, terlebih balapan berlangsung di Spanyol, tepatnya di Barcelona.

“Tapi memang benar saya belum pernah naik ke sana di MotoGP, dan kami berada di Spanyol, di Barcelona, jadi saya bilang, ‘Kali ini saya akan naik ke sana’,” tutupnya.

Dengan berbagai momen emosional tersebut, Pablo Nieto kembali menegaskan bagaimana kemenangan di Barcelona bukan hanya soal hasil balapan, tetapi juga tentang perjalanan panjang, tekanan tinggi, serta pengakuan dari sosok penting seperti Valentino Rossi yang memperkuat makna keberhasilan tim VR46 di MotoGP modern.

Exit mobile version