Marc Marquez: Idola Pertamaku Valentino Rossi

Marc Marquez MotoGP Le Mans

GPNesia.comMarc Marquez mengungkapkan sisi personal dalam sebuah sesi tanya jawab yang digelar media TNT di tengah persiapan balapan MotoGP Prancis 2026 di Le Mans.

Dalam kesempatan tersebut, berbagai pertanyaan seputar kehidupan awal hingga pencapaian kariernya diajukan melalui media sosial kepada sang pembalap bernomor 93 itu.

Dalam sesi interaktif tersebut, Marquez diminta mengingat kembali detail masa lalunya, mulai dari mobil pertama yang ia miliki, motor pertama yang ia kendarai, pembalap pertama yang ia kenal, hingga pencapaian besar pertamanya di dunia balap motor.

Pertanyaan-pertanyaan ini membuka kembali perjalanan panjang seorang juara dunia yang telah mengukir banyak sejarah di MotoGP.

Di antara rangkaian pertanyaan tersebut, satu hal yang paling menarik perhatian publik adalah ketika ia ditanya mengenai sosok idola pribadinya.

Tanpa ragu, pembalap yang kini memperkuat Ducati tersebut memberikan jawaban yang tegas. Ia menyebut bahwa sosok yang paling ia kagumi sejak awal kariernya adalah Valentino Rossi.

Pernyataan itu kembali menyoroti hubungan kompleks antara keduanya. Dalam jawabannya, Marc Marquez secara jujur mengatakan, “Idola pertamaku adalah Valentino Rossi.”

Pengakuan ini sekaligus mempertegas bahwa sebelum rivalitas panas yang terjadi di lintasan, Rossi adalah figur yang menginspirasi perjalanan awalnya di dunia balap motor.

Namun, hubungan antara keduanya tidak berjalan harmonis dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu momen paling kontroversial terjadi pada Grand Prix Malaysia 2015 di Sirkuit Sepang.

Dalam balapan tersebut, Rossi terlibat insiden kontak dengan Marquez yang berujung pada jatuhnya pembalap Spanyol itu.

Rossi kemudian dijatuhi penalti, sementara insiden tersebut memicu perdebatan panjang di kalangan penggemar MotoGP dan membelah opini publik secara tajam.

Situasi semakin panas ketika Rossi menuduh Marquez memiliki peran dalam membantu Jorge Lorenzo dalam perebutan gelar juara dunia 2015.

Tuduhan itu muncul di tengah ketatnya persaingan pada seri Phillip Island, yang menjadi salah satu titik krusial dalam perburuan gelar musim tersebut. Sejak saat itu, hubungan keduanya tidak pernah benar-benar membaik.

Dalam beberapa kesempatan, Marc Márquez juga dikenal sebagai pembalap dengan gaya agresif di lintasan, karakter yang oleh sebagian pengamat dinilai memiliki kemiripan dengan gaya balap Rossi di masa kejayaannya.

Keduanya sama-sama dikenal sebagai pembalap yang tidak ragu mengambil risiko demi meraih kemenangan, menjadikan duel mereka kerap berlangsung panas dan penuh sorotan.

Secara statistik, Marc Márquez telah mengoleksi tujuh gelar dunia di kelas utama, jumlah yang sejajar dengan rekor milik Rossi di era MotoGP modern.

Dominasi keduanya dalam periode berbeda membuat perbandingan antara dua nama besar ini kerap menjadi bahan diskusi panjang di dunia balap motor, terutama terkait siapa yang lebih unggul dalam sejarah MotoGP.

Meski insiden dan ketegangan yang terjadi sudah berlalu bertahun-tahun, hubungan antara keduanya belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Marc Márquez sendiri beberapa kali menegaskan bahwa ia tidak terlalu memedulikan tudingan mengenai obsesinya terhadap rekor Rossi. Ia memilih untuk fokus pada kariernya sendiri dan perjalanan yang masih ingin ia capai di dunia balap.

Kesimpulannya, pernyataan Marc Márquez mengenai idolanya kembali mengingatkan publik bahwa di balik rivalitas sengit di lintasan, terdapat kisah panjang tentang kekaguman, persaingan, dan dinamika emosional antara dua legenda MotoGP yang sulit dipisahkan dari sejarah olahraga ini.

Add as preferred source on Google
Exit mobile version