Marc Marquez Akui Kurang Konsistensi Menuju Gelar MotoGP 2026

Marc Marquez
Marc Marquez. Foto: Ducati Lenovo

GPNesia.com – Pembalap pabrikan Ducati, Marc Marquez, mengakui bahwa dirinya masih belum memiliki tingkat konsistensi yang dibutuhkan untuk bersaing dalam perebutan gelar MotoGP 2026.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kepercayaan dirinya tetap terjaga untuk membalikkan situasi pada sisa musim ini.

Menjelang MotoGP Prancis 2026 di Le Mans akhir pekan ini, Marc Marquez belum sekalipun mencatatkan podium pada balapan utama hari Minggu sepanjang musim berjalan.

Satu-satunya hasil positif signifikan datang saat ia meraih pole position di Jerez yang berlangsung dalam kondisi lintasan mengering, yang kemudian berbuah kemenangan di sprint race.

Namun, hasil terbaiknya di balapan utama grand prix sejauh ini hanya finis di posisi keempat di Goiania.

Awal musim juara dunia bertahan tersebut tidak berjalan mulus. Ia masih berjuang memulihkan dampak cedera yang dialaminya pada Grand Prix Indonesia bulan Oktober lalu.

Meski sempat menyatakan dirinya telah sepenuhnya fit saat tampil di Jerez, performanya di lintasan kering belum stabil, bahkan ia harus terjatuh pada lap kedua setelah kehilangan posisi terdepan dari sang adik, Alex Marquez.

Situasi tersebut menjadi catatan penting bagi Marquez, yang sebelumnya pernah mengalami masa-masa sulit pasca kecelakaan besar di Grand Prix Spanyol 2020.

Kini, ia menilai bahwa dirinya perlu segera menemukan solusi agar bisa kembali secara konsisten berada di barisan depan.

“Saya pernah berada dalam kondisi yang lebih buruk,” ujarnya di Le Mans, Kamis (7/5/2026) seperti dikutip dari Motorsport.com.

“Tapi jelas kami harus memperbaiki beberapa hal jika ingin bersaing dalam perebutan gelar dunia. Kami punya kecepatan, tetapi belum konsisten.”

Ia menambahkan bahwa inkonsistensi menjadi pembeda utama musim ini dibandingkan musim sebelumnya. Menurutnya, pada tahun lalu Ducati mampu tampil lebih stabil di berbagai kondisi dan lintasan, sementara musim ini justru sebaliknya.

“Hasil menunjukkan kami punya kecepatan, tetapi tidak konsistensi. Itu yang harus kami cari tahu, kenapa tahun ini kami kehilangan stabilitas yang dulu menjadi kekuatan,” lanjutnya.

Dalam persaingan sementara, Aprilia tampil dominan di awal musim MotoGP 2026 melalui Marco Bezzecchi yang berhasil memenangkan tiga seri pembuka di Buriram, Goiania, dan Austin.

Di sisi lain, Ducati terlihat tidak sekuat musim sebelumnya, yang turut memengaruhi peluang para pembalapnya.

Meski begitu, Marc Marquez tetap menolak menyalahkan motor maupun timnya. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab utama ada pada dirinya sendiri untuk meningkatkan performa.

“Saya tidak akan menyalahkan motor atas masalah ini, begitu juga tim tidak akan menyalahkan pembalap sepenuhnya. Ducati sudah menang di Jerez, artinya motor ini tetap bisa bersaing untuk juara. Tugas saya adalah meningkatkan diri,” tegas Marc Marquez.

Setelah empat seri awal, ia baru mengumpulkan 57 poin, tertinggal dari Fabio di Giannantonio yang mengoleksi 71 poin bersama tim VR46.

Sementara itu, Alex Marquez semakin memperketat jarak setelah meraih kemenangan perdana Ducati musim 2026 di Jerez, hanya terpaut tiga poin dari Marc.

Dalam evaluasinya, Marquez juga menyoroti masalah pada bagian depan motor yang ditemukan saat tes Jerez. Ia mengaku kesulitan di tikungan cepat, terutama di tikungan kiri yang biasanya menjadi salah satu keunggulannya.

“Saya lebih kesulitan di tikungan cepat, terutama tikungan kiri. Saya melaju lebih lambat dibanding musim lalu. Ini kombinasi dari banyak faktor,” jelasnya.

Prediksi cuaca di Grand Prix Prancis menunjukkan kemungkinan hujan sepanjang akhir pekan, yang bisa mengubah dinamika balapan. Kondisi lintasan basah sering dianggap lebih tidak terduga dan bisa membuka peluang bagi pembalap dengan gaya adaptif seperti Marquez.

Namun, meskipun pernah meraih kemenangan sprint dalam kondisi campuran di Austin, Marc Marquez tetap menegaskan bahwa ia lebih memilih balapan berlangsung dalam kondisi kering.

“Jika berharap hujan, itu berarti kita tidak cukup cepat di kondisi kering. Kami lebih memilih trek kering,” ujarnya.

Ia menutup dengan menekankan bahwa kondisi basah cenderung sulit diprediksi karena banyak faktor seperti karakter sirkuit, pilihan ban, hingga jumlah air di lintasan.

Oleh karena itu, fokus utamanya saat ini adalah meningkatkan rasa percaya diri dan performa di kondisi kering sepanjang akhir pekan.

Add as preferred source on Google
Exit mobile version