Francesco Bagnaia Dorong Ducati Homologasi Paket Aero Baru Jelang MotoGP Prancis 2026

Francesco Bagnaia Dorong Ducati Homologasi Paket Aero Baru Jelang MotoGP Prancis 2026 di Le Mans
Francesco Bagnaia Dorong Ducati Homologasi Paket Aero Baru Jelang MotoGP Prancis 2026 di Le Mans

GPNesia.com – Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia tengah mengalihkan fokus ke seri lanjutan MotoGP Prancis 2026 yang akan digelar di Sirkuit Le Mans pada 8–10 Mei mendatang.

Meski hasil kurang memuaskan pada balapan sebelumnya, para insinyur Ducati justru mendapat dorongan baru dari pengembangan teknis yang dilakukan di sesi tes terakhir.

Murid akademi VR46 milik Valentino Rossi tersebut mendorong agar Ducati segera melakukan homologasi paket aerodinamika terbaru yang telah diuji pada sesi pengujian sebelumnya.

Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing Ducati Desmosedici GP26 yang selama beberapa seri awal musim ini masih belum menunjukkan konsistensi maksimal.

Fokus utama pengembangan Ducati saat ini adalah mengatasi kebuntuan pada sektor aerodinamika GP26. Dalam sesi tes di Jerez, tim pabrikan asal Italia itu membawa dua konfigurasi aero berbeda untuk diuji di lintasan.

Paket pertama menggunakan konsep stepped-side fairing dengan desain sidepod terpisah yang terhubung dengan saluran ground effect.

Menariknya, model ini juga sempat dicoba oleh Marc Márquez dalam sesi yang sama, memberikan data pembanding yang cukup penting bagi pengembangan.

Sementara itu, paket kedua mengusung pendekatan berbeda dengan menggabungkan jalur dari side pod menuju saluran ground effect.

Meski memiliki struktur yang berbeda, kedua paket tetap mengandalkan teknologi ground effect serta downwash duct khas Ducati yang menjadi karakter utama motor mereka dalam beberapa musim terakhir.

Kedua desain tersebut sejatinya bukan hal baru. Keduanya pernah diuji pada tes Sepang di awal musim, namun saat itu sempat dikesampingkan karena belum memberikan hasil yang diharapkan.

Secara teknis, pengembangan aerodinamika GP24 memang menjadi tantangan tersendiri. Paket aero pada motor tersebut sebelumnya sudah dianggap sangat lengkap: minim wheelie, memiliki kecepatan tinggi di lintasan lurus, serta tetap lincah saat melakukan flick atau perpindahan arah. Namun, performa GP26 belum mampu melampaui standar tersebut.

Dalam pengakuannya, Francesco Bagnaia menilai bahwa perkembangan GP26 sempat mengalami stagnasi. Meski demikian, paket aero baru hasil uji Jerez disebut mulai memberikan keseimbangan yang selama ini dicari oleh tim.

Pembaruan ini kemudian mendapat respons positif dari Francesco Bagnaia yang memberikan visto bueno atau lampu hijau dengan beberapa catatan teknis penting.

Ia menilai peningkatan paling signifikan terlihat pada sektor cornering speed, terutama kemampuan motor menjaga kecepatan di tengah tikungan (mid-corner).

Selain itu, keunggulan lain yang dirasakan adalah line precision, yakni kemampuan motor tetap berada di jalur balap tanpa melebar. Hal ini menjadi isu yang sempat mengganggu performa GP26 pada beberapa seri awal musim 2026.

Meski demikian, tidak semua pembalap Ducati sepakat dengan keputusan cepat. Marc Márquez disebut masih berhati-hati dan ingin menguji paket tersebut di beberapa sirkuit berbeda sebelum menyetujui proses homologasi.

Berbeda dengan rekan setimnya, Francesco Bagnaia justru mendorong Ducati agar segera mengesahkan paket tersebut, terutama karena karakter Sirkuit Le Mans dinilai sangat cocok dengan keunggulan aerodinamika baru itu. Dalam regulasi yang berlaku, homologasi fairing aerodinamika memang dapat dilakukan secara independen untuk setiap pembalap, sehingga secara teori memungkinkan adanya perbedaan spesifikasi dalam satu tim.

Namun di balik perkembangan aerodinamika yang menjanjikan, sektor elektronik masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim Ducati. Pembalap yang akrab disapa Pecco itu mengaku timnya masih kesulitan menemukan setelan elektronik yang ideal, terutama dalam hal engine braking dan fase masuk tikungan (corner entry).

Ia bahkan menggambarkan proses pengembangan tersebut seperti “berputar dalam lingkaran” karena belum ditemukan solusi yang benar-benar konsisten. Harapannya, analisis data dari sesi Jerez dapat memberikan terobosan sebelum mereka tiba di Prancis.

Dengan berbagai pembaruan yang sedang diuji, Ducati diyakini telah menemukan titik balik dalam pengembangan GP26. Jika homologasi paket aero ini benar-benar disetujui, maka peluang peningkatan performa di MotoGP Prancis 2026 akan semakin terbuka lebar dan berpotensi mengubah peta persaingan di Le Mans.

Add as preferred source on Google

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain GPNesia.com.
Exit mobile version