GPNesia.com – Gelaran MotoGP Le Mans 2026 menjadi panggung istimewa bagi Jonas Folger yang kembali dipercaya turun lintasan sebagai pembalap pengganti Maverick Vinales, yang tengah menjalani masa pemulihan akibat cedera.
Kehadiran Folger di seri ini menjadi sorotan tersendiri karena ia dipanggil dalam waktu yang sangat singkat oleh KTM untuk memperkuat tim Tech3.
Nama Jonas Folger sejatinya bukan sosok baru di dunia MotoGP. Pembalap asal Jerman tersebut pernah mencicipi kerasnya persaingan kelas utama bersama tim Tech3 pada masa debutnya di musim 2017.
Meski hanya semusim penuh, kiprahnya sempat mencuri perhatian berkat performa kompetitif yang ia tunjukkan di beberapa seri penting.
Dalam pengakuannya, Folger menyebut bahwa panggilan dari KTM untuk turun di MotoGP Le Mans 2026 datang secara mendadak.
Situasi itu membuatnya harus mengambil keputusan cepat di tengah aktivitas pribadinya di luar dunia balap.
Kendati demikian, ia akhirnya menyanggupi permintaan tersebut dan kembali mengenakan seragam Tech3 sebagai pengganti Vinales.
Pada musim debutnya di 2017 bersama Tech3, Folger mencatat salah satu momen terbaiknya ketika finis di posisi kedua pada balapan kandang di Sachsenring, Jerman.
Ia hanya kalah dari Marc Marquez yang saat itu masih membela pabrikan Honda dan tampil dominan.
Namun, perjalanan musim tersebut harus berakhir lebih cepat bagi Folger setelah ia mengalami gangguan kesehatan usai MotoGP Aragon, yang membuatnya tidak bisa menyelesaikan musim secara penuh.
Dengan demikian, kariernya di kelas utama MotoGP pada saat itu hanya berlangsung satu musim.
Setelah beberapa tahun absen, Folger kembali ke MotoGP pada 2023 ketika ia ditunjuk sebagai pembalap pengganti Pol Espargaro di tim Tech3 GASGAS yang mengalami cedera.
Dalam kesempatan tersebut, ia tampil dalam enam seri balapan dan berhasil mengumpulkan poin di tiga di antaranya, sebuah pencapaian yang cukup impresif mengingat dirinya sudah lama tidak menunggangi motor MotoGP. Hasil terbaiknya saat itu adalah finis di posisi ke-12 pada Grand Prix Amerika.
Kini, tiga tahun berselang, Folger kembali mendapat kesempatan kedua di ajang bergengsi ini untuk menggantikan Vinales yang cedera.
Rider berusia 32 tahun itu mengakui bahwa perannya saat ini di KTM sangat berbeda dibandingkan masa aktifnya sebagai pembalap reguler.
Selain fokus pada dunia balap, ia juga diketahui tengah menjalani bisnis kecil di rumahnya, yang membuatnya tidak lagi memiliki banyak waktu untuk latihan intensif seperti dahulu.
Kondisi tersebut membuat Folger menyadari bahwa level kebugaran fisiknya tidak lagi setara dengan pembalap yang menjalani musim penuh.
Meski demikian, ia tetap optimistis dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Menurutnya, karakter Sirkuit Le Mans tidak terlalu menuntut secara fisik, terlebih ia hanya akan tampil dalam satu seri balapan saja pada gelaran MotoGP Le Mans 2026.
Sebagai bagian dari persiapan, Folger menjalani sesi uji coba di Mugello pada Senin dan Selasa, tepatnya 4 dan 5 Mei. Ia mengaku sesi tersebut sangat penting untuk kembali membangun rasa percaya diri serta adaptasi terhadap motor.
“Rasanya cukup bagus. Ada waktu dua hari untuk menyetel ergonomi dan feel pada motor, serta beradaptasi lagi dengan kecepatan. Tes ini sangat penting bagi saya. Kalau tidak melakukan tes, maka kesulitannya akan 10 kali lipat dalam menghadapi balapan akhir pekan ini,” ungkapnya.
Meski kembali ke panggung besar seperti MotoGP Le Mans 2026, Folger memilih untuk tidak memasang target tinggi. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak berada dalam posisi untuk berharap terlalu jauh, apalagi mengharapkan hasil yang spektakuler.
“Zaman ketika selisih dua detik per lap masih cukup untuk bertarung di posisi tiga terakhir sudah lewat. Fakta bahwa saat ini Toprak Razgatlioglu selalu berada di barisan belakang menjelaskan semuanya,” jelasnya.
Prioritas utama Folger adalah memastikan motor tetap bisa turun lintasan dan menjalankan peran pengganti dengan baik. Ia juga menegaskan bahwa KTM tidak memberikan tekanan berlebih kepadanya. Fokus utamanya hanyalah menemukan ritme balap dan memaksimalkan kemampuan yang masih ia miliki.
“Apa pun bisa terjadi, meski kami tidak bisa finis di zona poin. Yang penting adalah saya tidak kalah tiga detik per lap. Saya pernah berada dalam situasi ini ketika menggantikan Pol Espargaro. Itu benar-benar pekerjaan yang sangat berat karena saya harus langsung naik motor dari satu hari ke hari berikutnya. Saat FP1, pembalap lain langsung gas pol sementara saya tidak boleh grusa-grusu tapi juga tidak boleh terlalu ketinggalan. Meski tidak ada target, tetap saja itu pekerjaan yang berat,” pungkas Folger.
Dengan segala keterbatasan waktu persiapan dan kondisi fisik yang tidak ideal, kehadiran Jonas Folger di MotoGP Le Mans 2026 menjadi cerita tersendiri tentang bagaimana seorang pembalap harus siap menghadapi situasi tak terduga di dunia balap motor paling kompetitif di dunia.
