GP Nesia – Pembalap asal Spanyol Jorge Martin disebut menginginkan adanya pembatasan bagi para pembalap tim Trackhouse ketika mereka bertarung di lintasan menggunakan motor Aprilia versi pabrikan.
Usulan ini mencuat setelah rangkaian kejadian panas di Grand Prix Catalan akhir pekan lalu yang kembali memicu perdebatan soal batas agresivitas antar pembalap dalam satu ekosistem pabrikan.
Insiden paling krusial terjadi saat restart kedua balapan di Catalunya, ketika Jorge Martin bersenggolan dengan Raul Fernandez. Benturan tersebut membuat peluang Martin untuk mengumpulkan poin sirna seketika.
Situasi itu juga berdampak pada klasemen, di mana rekan setimnya, Marco Bezzecchi, berhasil memperlebar keunggulan menjadi 15 poin dalam perebutan posisi teratas.
Di internal Aprilia sendiri, sudah diberlakukan apa yang disebut sebagai “aturan hitam”, istilah yang terinspirasi dari “aturan pepaya” milik McLaren di Formula 1.
Kebijakan ini pada dasarnya memberi ruang bagi Martin dan Bezzecchi untuk bertarung secara bebas dalam perebutan gelar, selama tetap menjaga rasa hormat dan menghindari kontak berbahaya di lintasan.
Namun menurut laporan Motorpasion Moto, Jorge Martin mendorong agar kebijakan tersebut tidak hanya berlaku di tim pabrikan, tetapi juga diperluas ke tim satelit Trackhouse.
Langkah ini memunculkan pertanyaan besar mengenai sejauh mana independensi tim satelit dapat dipertahankan dalam struktur kompetisi MotoGP modern.
Jika usulan itu diterapkan, maka pembalap Trackhouse seperti Raul Fernandez dan Ai Ogura akan diarahkan untuk mengurangi tingkat agresivitas saat berhadapan dengan pembalap pabrikan Aprilia.
Tujuannya adalah menghindari insiden antar pembalap yang menggunakan motor dari pabrikan yang sama namun berada di tim berbeda.
Meski demikian, petinggi Aprilia, Massimo Rivola dan Paolo Bonora, disebut tidak sepakat dengan penerapan kebijakan tersebut pada tahap ini.
Perbedaan pandangan ini bahkan dikabarkan menjadi salah satu pemicu ketegangan di garasi, terutama setelah kegagalan finis yang dialami Jorge Martin pada balapan hari Minggu.
Situasi memanas ketika kamera menangkap momen di mana Martin tampak mendorong Bonora di area garasi usai balapan.
Meski demikian, juara dunia 2024 itu kemudian diketahui telah menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut.
Laporan yang sama juga menyebutkan bahwa Aprilia sempat sangat kecewa terhadap Raul Fernandez atas keterlibatannya dalam tabrakan di tikungan kelima.
Namun, para steward menilai manuver tersebut masih dalam batas wajar sebagai upaya menyalip yang sah, meski timing kejadian tersebut dianggap sangat merugikan pembalap Spanyol itu.
Di sisi lain, pemilik tim Trackhouse, Justin Marks, terlihat hadir di paddock pada akhir pekan balapan.
Kehadirannya tergolong jarang dan disebut memiliki dua agenda utama, yakni mencari pengganti Davide Brivio yang akan bergabung dengan Honda, serta mengevaluasi masa depan Raul Fernandez di tim.
Trackhouse sendiri juga sedang mengalami transisi besar setelah kehilangan Ai Ogura yang beralih ke Yamaha.
Kondisi ini membuka peluang perubahan susunan pembalap, terlebih dengan isu bahwa peluang perpanjangan kontrak Fernandez kini turun di bawah 50 persen.
Nama-nama seperti Enea Bastianini juga dikaitkan dengan kursi tersebut, sementara jajaran MotoGP disebut mendorong mereka mempertimbangkan pembalap muda Australia Senna Agius menjelang masuknya Adelaide ke kalender 2027.
Meski demikian, Davide Brivio memiliki pandangan berbeda. Ia menilai bahwa insiden di Barcelona tidak seharusnya memengaruhi masa depan Raul Fernandez, meskipun pernyataan tersebut bertolak belakang dengan sejumlah laporan lain yang berkembang di lingkungan tim Trackhouse.







