Fabio Quartararo Temukan Alasan Yamaha Gagal Membuat Kemajuan Besar

Avatar photo
Insiden Crash Alex Marquez Bikin Merinding Fabio Quartararo
FOTO: YAMAHAMOTOGP.COM

GP Nesia – Pebalap MotoGP Fabio Quartararo menilai Yamaha belum menunjukkan lonjakan performa signifikan meski dirinya berhasil menempati posisi kedua dalam sesi tes resmi di Sirkuit Barcelona-Catalunya.

Evaluasi ini muncul setelah rangkaian uji coba tengah musim yang digelar pasca Grand Prix Catalan yang penuh drama, di mana kemenangan diraih oleh Fabio Di Giannantonio dari tim VR46.

Tes Barcelona menjadi lanjutan agenda pengembangan pabrikan MotoGP setelah balapan akhir pekan sebelumnya.

Seluruh tim kembali turun ke trek Catalunya untuk mengumpulkan data, meski kondisi cuaca mengganggu jalannya program.

Hujan yang turun pada sesi sore membuat tidak ada pembalap yang bisa melanjutkan pengujian lintasan, sehingga seluruh evaluasi hanya bertumpu pada sesi pagi.

Dalam catatan waktu keseluruhan, Pedro Acosta dari KTM tampil sebagai yang tercepat dengan torehan 1 menit 38,767 detik.

Ia hanya unggul tipis 0,064 detik dari catatan terbaik milik Fabio Quartararo, sementara posisi ketiga ditempati Enea Bastianini dengan waktu 1 menit 38,884 detik.

Meski mencatat hasil yang kompetitif di atas kertas, Fabio Quartararo menegaskan bahwa Yamaha belum benar-benar mengalami lompatan besar dalam hal performa motor.

Menurutnya, waktu putaran yang cukup baik lebih banyak dipengaruhi oleh tingkat grip lintasan yang sangat tinggi di Barcelona, bukan karena peningkatan signifikan pada motor.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya tidak benar-benar memaksimalkan putaran seperti saat sesi kualifikasi, melainkan lebih fokus pada pengujian dan pengumpulan data.

Dari evaluasinya, motor Yamaha masih memiliki kelemahan pada kecepatan puncak yang dinilai tertinggal dibanding para rival.

Pebalap asal Prancis itu juga menyebut bahwa unit mesin yang digunakan merupakan versi lama dengan jarak tempuh tinggi, sehingga performa top speed terlihat kurang kompetitif.

Kondisi tersebut semakin menegaskan bahwa fokus pengujian kali ini lebih diarahkan pada konsistensi dan rasa berkendara ketimbang catatan waktu semata.

Dalam penjelasannya kepada media Speedweek, Fabio Quartararo menilai sesi tes tersebut lebih sebagai upaya penyempurnaan feeling terhadap motor.

Ia menekankan bahwa berbagai komponen diuji ulang untuk memastikan arah pengembangan tetap konsisten, mirip dengan program yang sebelumnya dilakukan di Jerez.

Sementara itu, kabar lain datang dari pebalap Yamaha di tim satelit Pramac, Toprak Razgatlioglu, yang mengaku puas dengan hasil tes meski berada lebih dari satu detik di belakang Acosta.

Ia menyoroti peningkatan signifikan terutama saat menggunakan ban medium, khususnya pada aspek pengereman dan kemampuan motor saat memasuki tikungan.

Razgatlioglu juga mengungkapkan bahwa peningkatan stabilitas saat menikung membuat akselerasi keluar tikungan menjadi lebih efektif, karena ia bisa membuka gas lebih awal.

Konsistensi lap time yang ia catat, seperti 40,0 hingga 40,1 detik secara berulang dengan ban medium, menunjukkan kemajuan dalam simulasi balapan jarak jauh.

Ia bahkan menilai bahwa dalam kondisi mengikuti slipstream pembalap lain, waktu terbaik bisa dipangkas hingga 39,7 detik, angka yang juga mampu dicapai dengan ban lunak dalam skenario tertentu.

Hal ini menjadi sinyal bahwa pengembangan Yamaha di level tim satelit menunjukkan arah positif, meski belum sepenuhnya tercermin di pabrikan utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *