Iker Lecuona Pantau Peluang Setelah Nicolo Bulega Terjatuh di Most

Iker Lecuona Aruba Racing
FOTO: ARUBARACING.IT

GPNesia.com – Pembalap Aruba Ducati, Iker Lecuona, mencoba membaca peluang yang muncul setelah rekan setimnya, Nicolo Bulega, mengalami insiden pada sesi latihan bebas kedua WorldSBK 2026 di Sirkuit Most, Republik Ceko.

Meski kecelakaan tersebut tidak tergolong serius, situasi itu dinilai cukup memengaruhi persiapan Bulega menjelang balapan akhir pekan.

Bulega terjatuh di tikungan pertama pada FP2 dan hanya mampu menyelesaikan enam lap sepanjang sesi berlangsung.

Jumlah tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan para rivalnya, termasuk Iker Lecuona yang mencatat sekitar 21 lap dan berhasil menuntaskan hari Jumat dengan performa kompetitif.

Musim ini, Bulega masih tampil dominan di WorldSBK. Pembalap Italia tersebut belum pernah terkalahkan sejak putaran Estoril pada akhir musim lalu.

Karena itu, kecelakaan kecil di Most dianggap menjadi kesempatan langka bagi pembalap lain untuk mencoba mendekati performanya.

Dalam wawancaranya bersama WorldSBK.com usai FP2, Iker Lecuona mengatakan hilangnya banyak waktu di lintasan dapat memengaruhi pengembangan motor maupun rasa percaya diri seorang pembalap.

“Ketika Anda kehilangan banyak waktu seperti Nicolo, tentu dia kehilangan kesempatan memahami motor, meningkatkan feeling, dan memperbaiki dirinya sendiri di lintasan,” ujar Iker Lecuona dikutip dari Crash.

Pembalap asal Spanyol itu mengaku cukup puas dengan hasil yang diraihnya sepanjang Jumat. Ia menyebut tim berhasil menemukan solusi setelah mengalami kesulitan besar pada sesi latihan pertama.

Menurutnya, masalah utama muncul saat menjaga keseimbangan motor, terutama ketika memasuki perubahan arah cepat. Situasi tersebut berbeda dibandingkan penampilannya di Balaton Park dua pekan lalu, ketika ia merasa jauh lebih nyaman dengan karakter motor Ducati.

Setelah melakukan sejumlah perubahan setelan di antara FP1 dan FP2, performa Lecuona mulai meningkat. Ia merasa lebih percaya diri dan mampu menjaga ritme balapan dengan lebih stabil dibanding sesi pagi.

“Kami mencoba sedikit mengubah motor antara FP1 dan FP2 dan menemukan sesuatu yang positif. Selama FP2 kami terus meningkatkan perubahan tersebut dan kecepatan motor meningkat cukup signifikan,” katanya.

Ia juga menilai simulasi panjang yang dijalankannya memberikan hasil menjanjikan. Dengan 21 lap menggunakan satu ban, ia masih mampu mencatat waktu 1 menit 31,3 detik, sesuatu yang menurutnya menjadi indikasi positif untuk menghadapi balapan utama.

Meski demikian, Iker Lecuona belum sepenuhnya yakin insiden kecil yang dialami Bulega akan berdampak besar terhadap performa rekan setimnya tersebut. Ia percaya pembalap Italia itu tetap memiliki kapasitas untuk kembali tampil kuat pada hari Sabtu.

“Saya rasa dia mungkin kehilangan sedikit rasa percaya diri, tetapi saya tidak berpikir itu akan terlalu banyak. Kita lihat saja potensi sebenarnya dari Nicolo besok,” ucapnya.

Selain menaruh perhatian kepada Bulega, Lecuona juga mengamati perkembangan para pembalap dari tim lain. Ia menilai beberapa rider memiliki kecepatan yang cukup mengancam di Most, termasuk saudara Lowes.

Sorotan khusus diberikan kepada Garrett Gerloff yang sempat memimpin FP2 setelah menggunakan ban baru di akhir sesi. Namun, Lecuona merasa catatan waktu tersebut masih perlu dianalisis lebih dalam untuk mengetahui performa sebenarnya.

Menurutnya, performa motor Bimota cenderung mengalami penurunan pada akhir balapan, sementara Ducati dinilai lebih konsisten dalam menjaga ritme hingga lap-lap penutup.

Di sisi lain, Sam Lowes dianggap sebagai salah satu pesaing yang paling berpotensi bertahan di barisan depan sepanjang balapan.

“Sam punya ritme yang bagus dan saya pikir dia bisa tetap bersama kami sepanjang balapan,” kata Lecuona.

Meski mengakui akan sangat sulit mengalahkan Bulega, pembalap Spanyol itu tetap ingin memaksimalkan peluang untuk finis sebaik mungkin. Baginya, finis kedua atau ketiga tetap menjadi hasil yang layak diperjuangkan selama mampu tampil konsisten sepanjang akhir pekan di Most.

Add as preferred source on Google
Exit mobile version