Enea Bastianini Jadi Pembalap KTM Terbaik di Jerez, Soroti Masalah Ban Depan

Enea Bastianini Jadi Pembalap KTM Terbaik di Jerez

GPNesia.com – Enea Bastianini menjadi pembalap KTM dengan hasil terbaik pada balapan hari Minggu (26/4) di Sirkuit Jerez, setelah mengamankan posisi kedelapan dan finis di depan motor Ducati milik Fermin Aldeguer.

Hasil tersebut menjadi sorotan tersendiri mengingat jarak waktu yang cukup lebar dengan para pembalap terdepan, yakni sekitar 14 detik dalam ajang MotoGP Spanyol 2026.

Meski demikian, Enea Bastianini terlihat cukup antusias dengan performa yang ditunjukkan sepanjang akhir pekan.

Ia menilai ada perkembangan yang cukup jelas dibandingkan awal musim, meskipun hasil akhir balapan masih menyisakan ruang besar untuk perbaikan.

Pembalap asal Romagna itu mengakui bahwa dirinya sebenarnya berharap hasil yang lebih baik.

Ia menyebut sejak sesi pemanasan hingga balapan, kecepatan motor KTM sempat menunjukkan potensi lebih baik dibandingkan yang akhirnya terjadi di lintasan utama.

Namun, masalah muncul setelah lima lap pertama ketika ban depan mulai mengalami penurunan performa yang signifikan.

“Setelah beberapa lap awal, saya mulai merasakan degradasi besar pada ban depan, terutama saat masuk tikungan. Akibatnya, saya tidak bisa lagi menjaga ritme seperti di awal balapan,” ungkapnya seperti GPNesia.com kutip dari GPOne.com.

Kondisi tersebut membuat Enea Bastianini kesulitan untuk tetap menempel kelompok pembalap seperti Raul Fernandez dan Johann Zarco yang berada di depannya.

Ia menambahkan bahwa meski sempat terjadi saling menghambat dalam grup tersebut, secara keseluruhan balapan tetap bisa dianggap positif.

Namun, ia juga menegaskan bahwa masih ada kekurangan yang harus segera dibenahi agar bisa bersaing lebih kompetitif di seri berikutnya.

Terkait manajemen ban, Enea Bastianini menjelaskan bahwa kondisi ideal hanya bisa tercapai jika pembalap memiliki keunggulan performa dibanding rivalnya.

Dalam situasi seperti itu, pengendalian ban bisa dilakukan dengan lebih baik. Namun pada balapan kali ini, masalah utama justru datang dari ban depan, bukan ban belakang.

Ia menyebut kehilangan waktu hingga tiga atau empat persepuluh detik per putaran akibat degradasi tersebut, meskipun ban belakang dinilai masih dalam kondisi cukup baik hingga akhir lomba.

Bahkan, menurutnya hanya Brad Binder yang mampu mempertahankan ritme serupa di fase akhir balapan.

Menjelang tes hari Senin, Enea Bastianini mengaku belum mengetahui secara detail program yang akan dijalankan tim.

Ia memperkirakan akan ada pengujian beberapa solusi aerodinamika kecil, meski tidak mengharapkan perubahan besar dalam waktu singkat.

Prioritas utama yang ia harapkan adalah pengembangan sasis yang berbeda, meskipun komponen tersebut saat ini belum tersedia.

Ia menilai hal itu menjadi salah satu titik lemah yang masih perlu diperbaiki. Meski begitu, ia tetap optimistis karena perkembangan bersama tim dinilai berjalan ke arah yang positif.

Menutup komentarnya, Enea Bastianini menegaskan bahwa menjadi KTM terbaik di balapan Jerez bukanlah sesuatu yang terlalu ia pikirkan secara khusus saat finis.

Namun setelah melihat data dan selisih waktu dengan pembalap lain, ia menganggap hasil tersebut cukup baik, meski tetap belum memuaskan target pribadinya.

Ia meyakini bahwa dengan kerja berkelanjutan, hasil yang lebih baik masih bisa dicapai sepanjang musim berjalan.

Add as preferred source on Google

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain GPNesia.com.
Exit mobile version