GPNesia.com – Performa impresif Fabio Di Giannantonio pada awal musim kembali menjadi sorotan setelah dirinya meraih podium ketiga dalam balapan di Jerez, Minggu (26/4/2026).
Meski begitu, ia mengaku kurang nyaman dengan label sebagai pembalap Ducati paling konsisten musim ini, meskipun data dan hasil di lintasan menunjukkan hal sebaliknya.
Hasil MotoGP Spanyol 2026 di Jerez tersebut membuat posisinya di klasemen sementara tetap stabil di urutan ketiga, berada di belakang dua pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin.
Konsistensi ini menjadi pembahasan utama di paddock, terutama karena performanya yang terus berada di barisan depan sejak awal musim.
Dalam keterangannya, Fabio Di Giannantonio menyampaikan rasa puas sekaligus bangga atas perkembangan yang ia dan timnya capai pada fase awal musim ini.
Ia menilai adanya peningkatan signifikan dalam komunikasi di dalam garasi serta cara kerja tim yang semakin solid dari seri ke seri.
“Saya sangat senang dan bangga dengan progres yang kami buat sejak awal musim,” ungkapnya seperti GPNesia.com kutip dari GPOne.com.
Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan tim berjalan jauh lebih efektif dibanding sebelumnya, terutama dalam memahami kebutuhan teknis di atas motor.
Menurutnya, dukungan penuh dari tim menjadi faktor penting yang membuatnya mampu tampil kompetitif.
Ia juga menyoroti anggapan bahwa musim kejuaraan biasanya mulai benar-benar menentukan ketika memasuki seri-seri di Eropa.
Menurutnya, Jerez menjadi salah satu ujian penting karena karakter sirkuit yang selama ini tidak selalu bersahabat dengan gaya balapnya, namun kali ini ia mampu tampil cepat dan kompetitif.
Meski finis di posisi tiga, ia tidak menutup mata bahwa hasil tersebut masih menyisakan sedikit rasa campur aduk.
Ia merasa potensi untuk meraih hasil yang lebih baik sebenarnya ada, namun beberapa keputusan teknis yang diambil pada akhirnya tidak memberikan hasil maksimal di lintasan.
“Saya merasa ada dua sisi dari balapan ini. Secara hasil memang bagus, tapi dari sisi kecepatan saya sebenarnya bisa lebih baik. Ada pilihan teknis yang tidak tepat dan saya bertanggung jawab penuh atas itu,” ujarnya.
Dalam analisis balapan, ia menjelaskan bahwa masalah utama yang dihadapi adalah understeer yang muncul saat balapan utama.
Situasi tersebut sempat membaik ketika sesi Sprint dan pemanasan, namun kembali muncul di balapan utama pada sore hari. Hal ini membuatnya kesulitan menjaga konsistensi kecepatan di beberapa bagian lintasan.
Menurutnya, pada level MotoGP modern, detail kecil seperti setting motor, kondisi ban, hingga arah angin dapat memberikan pengaruh besar terhadap performa.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya analisis data secara menyeluruh untuk menemukan solusi yang tepat dalam menghadapi masalah tersebut.
Menanggapi komentar bahwa Ducati terlihat lebih unggul dibanding Aprilia di tikungan cepat, ia memberikan pandangan berbeda.
Ia mengaku sempat berada di belakang Jorge Martin selama beberapa lap dan merasakan langsung kecepatan tinggi di sektor tersebut, termasuk dari Marco Bezzecchi.
Ia menilai bahwa faktor kondisi lintasan seperti angin bisa sangat mempengaruhi persepsi kecepatan ketika berada di belakang pembalap lain.
Bahkan di beberapa lap terakhir, ia mengaku kesulitan mengikuti ritme Bezzecchi di tikungan cepat, namun tidak merasa motornya secara keseluruhan lebih unggul di area tersebut.
Dalam balapan itu, ia sempat mencoba mendekat karena Bezzecchi melakukan beberapa kesalahan kecil, yang membuat peluang menyalip terbuka. Namun, pada akhirnya ia memutuskan untuk tidak mengambil risiko lebih jauh demi menjaga hasil podium.
Isu lain yang turut mencuat adalah anggapan bahwa Fabio Di Giannantonio merupakan pembalap Ducati paling konsisten musim ini. Namun ia dengan tegas menolak label tersebut.
Menurutnya, masih ada pembalap lain seperti Marc Marquez yang sangat cepat meskipun sering mengalami nasib kurang beruntung, serta Alex Marquez yang terus menunjukkan peningkatan performa.
“Saya tidak setuju dengan label itu. Marc sangat cepat, hanya kurang beruntung, dan Alex juga sedang naik performanya. Saya memang bekerja dengan baik bersama tim, tapi saya tidak ingin terlalu fokus pada predikat seperti itu,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah bekerja di setiap balapan tanpa terlalu memikirkan klasemen jangka panjang. Dengan masih tersisa banyak seri, ia menilai segala kemungkinan masih bisa terjadi hingga akhir musim.
Salah satu kelemahan yang masih ia rasakan adalah start balapan. Ia mengakui sering kehilangan posisi di awal, dan hal tersebut sudah menjadi perhatian khusus bersama tim teknis Ducati untuk dicari solusinya secara spesifik.
Selain itu, ia juga menyoroti rencana pengujian komponen baru yang akan dilakukan pada sesi tes berikutnya.
Ducati disebut membawa beberapa perangkat baru yang diharapkan bisa meningkatkan stabilitas bagian depan motor, terutama untuk membantu pengereman dan manuver di tikungan.
Ia menjelaskan bahwa bagian depan motor menjadi elemen paling penting bagi gaya balapnya. Tahun ini, ia merasa ada peningkatan signifikan dibanding musim sebelumnya, meski masih ada ruang untuk penyempurnaan.
Dalam sesi tes tersebut, target utama yang ingin dicapai adalah mendapatkan bagian depan yang lebih presisi, sehingga ia bisa melakukan pengereman lebih keras sekaligus meningkatkan kemampuan motor saat berbelok. Selain itu, perbaikan pada start juga menjadi prioritas penting.
Menariknya, masa depan Fabio Di Giannantonio juga mulai dikaitkan dengan beberapa pabrikan lain, termasuk KTM. Namun ia memilih untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan.
Ia menegaskan bahwa saat ini dirinya masih fokus pada performa di lintasan dan menghargai situasi yang sedang ia jalani bersama tim. Menurutnya, semua opsi masih terbuka dan belum ada keputusan apa pun terkait musim depan.
“Saya masih fokus pada pekerjaan saya saat ini. Saya bersyukur dengan situasi yang ada dan senang dengan minat yang datang, tapi belum ada keputusan apa pun,” ujarnya.
Ia juga memahami antusiasme para penggemar yang ingin mengetahui masa depannya, namun menilai bahwa terlalu cepat membicarakan hal tersebut di awal musim bukanlah sesuatu yang ideal.
Ia bahkan menegaskan bahwa hingga akhir musim, ia tetap akan fokus mengenakan warna tim saat ini dan memaksimalkan setiap kesempatan di lintasan.
Pada akhirnya, ia berharap perhatian publik kembali tertuju pada performa balapan, bukan spekulasi di luar lintasan.
Dengan masih banyak seri tersisa, ia percaya bahwa perjalanan musim ini masih sangat panjang dan penuh kemungkinan bagi Fabio Di Giannantonio untuk terus bersaing di papan atas.
