Adrián Fernández Pecah Telur di Moto3 2026 Usai Finis Podium di Jerez

Adrián Fernández Pecah Telur di Moto3 2026 Usai Finis Podium di Jerez

GPNesia.comAdrián Fernández akhirnya menemukan momentum terbaiknya pada musim Moto3 2026 setelah berhasil mencatatkan podium perdana di seri keempat yang digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol, pekan lalu.

Hasil ini menjadi titik balik penting bagi pembalap muda andalan Leopard Racing tersebut yang sebelumnya sempat kesulitan bersaing di barisan depan.

Pada balapan di Jerez, Adrián Fernández menunjukkan performa yang jauh lebih stabil dan matang.

Ia memulai lomba dari posisi keenam, namun mampu menjaga ritme balapan dengan konsisten hingga akhirnya menyentuh garis finis di posisi kedua.

Hasil tersebut sekaligus menjadi pencapaian podium pertama baginya di musim ini, setelah tiga seri awal yang berjalan tidak mudah.

Ketenangan yang mulai terlihat pada diri Adrián Fernández menjadi sorotan tersendiri, mengingat ia merupakan adik dari pembalap MotoGP, Raúl Fernández, yang saat ini membela tim Trackhouse.

Setelah sempat mengalami periode sulit di awal musim, pencapaian di Jerez seolah menjadi jawaban atas kerja keras yang ia lakukan bersama tim.

Sejak seri pembuka di Thailand, Adrián Fernández memang belum mampu menembus posisi podium, meski secara konsistensi ia masih cukup kompetitif dengan rutin mengakhiri balapan di posisi lima besar.

Pada seri tersebut, ia bahkan harus mengakui keunggulan rookie Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, yang tampil lebih cepat dan finis di posisi kelima, tepat satu peringkat di atas dirinya.

Perbandingan performa dengan Veda Ega Pratama juga menjadi bagian menarik dalam perjalanan awal musim ini.

Pembalap asal Indonesia tersebut bahkan sempat mencuri perhatian dunia balap setelah meraih podium ketiga pada seri kedua di Brasil.

Sementara itu, Adrián Fernández masih berjuang untuk menemukan ritme terbaiknya di awal kompetisi.

Momentum berubah pada seri ketiga di GP Amerika, ketika Veda mengalami kecelakaan saat berada di posisi enam yang mengakibatkan dirinya gagal finis.

Di sisi lain, Adrián Fernández justru mampu mencatat hasil terbaik saat itu dengan finis di posisi kelima, sebelum akhirnya memperbaiki pencapaiannya secara signifikan di Jerez.

Balapan di Spanyol tersebut menjadi panggung kebangkitan bagi Adrián Fernández, terutama ketika ia mampu bersaing ketat dengan Maximo Quiles, pembalap muda yang merupakan didikan Marc Márquez dan membela Aspar Team.

Pertarungan keduanya berlangsung intens hingga lap-lap akhir balapan.

“Meraih podium di depan publik tuan rumah adalah sesuatu yang luar biasa,” ungkap Adrián Fernández sebagaimana dilansir dari Speedweek, menggambarkan kebahagiaannya atas hasil tersebut.

Dalam pernyataan lainnya, ia juga mengakui bahwa awal musim berjalan cukup berat meski dirinya tetap mampu menjaga konsistensi di zona sepuluh besar.

Menurutnya, tiga seri pertama menjadi tantangan besar yang harus ia lewati sebelum akhirnya mencapai hasil positif di Jerez.

“Kami memulai musim dengan situasi yang tidak mudah. Tiga balapan awal benar-benar menantang dan saya belum bisa mendapatkan hasil maksimal,” ujar Adrián Fernández.

Ia juga menyoroti jalannya balapan di Jerez yang berlangsung sangat ketat, terutama saat dirinya berusaha mempertahankan posisi di kelompok depan.

Ia mengakui sempat mencoba menekan saat memimpin rombongan, namun tetap waspada terhadap kekuatan lawan di belakangnya, terutama Quiles yang masih menyimpan tenaga lebih di fase akhir lomba.

“Pada beberapa lap terakhir situasinya sangat menegangkan. Saya mencoba tetap fokus karena tahu Quiles masih memiliki kecepatan yang bisa mengancam,” tambahnya.

Meski tekanan cukup tinggi, Adrián Fernández berhasil menjaga konsentrasi hingga garis finis dan mengamankan posisi kedua.

Hasil ini tidak hanya menjadi podium pertama musim ini, tetapi juga menjadi sinyal kebangkitan performanya di tengah persaingan ketat Moto3 2026 yang semakin kompetitif.

Dengan hasil tersebut, Adrián Fernández kini mulai kembali diperhitungkan dalam perebutan posisi papan atas klasemen, sekaligus membuka peluang untuk konsistensi podium pada seri-seri berikutnya.

Balapan di Jerez pun menjadi bukti bahwa kerja keras dan kesabaran akhirnya mulai membuahkan hasil nyata bagi pembalap muda Leopard Racing tersebut.

Add as preferred source on Google

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain GPNesia.com.
Exit mobile version