GP Nesia – Pembalap Prima Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, menunjukkan perkembangan signifikan dalam meningkatkan performanya di MotoGP setelah menjalani tes resmi di Sirkuit Barcelona.
Meski masih menghadapi kendala saat menggunakan ban lunak Michelin untuk simulasi satu putaran cepat, pebalap asal Turki itu mulai menemukan peningkatan penting terutama pada aspek masuk tikungan dan akselerasi keluar tikungan.
Performa Toprak Razgatlioglu dalam musim debut grand prix memang terus menjadi sorotan. Juara dunia World Superbike tiga kali tersebut sejauh ini sudah dua kali meraih poin dari enam seri pembuka MotoGP musim ini.
Ia finis di posisi ke-15 pada Grand Prix Amerika Serikat dan kembali masuk zona poin dengan finis ke-13 di Le Mans. Bahkan pada akhir pekan balapan keduanya di Goiania, ia sempat tampil impresif dengan lolos langsung ke sesi Q2.
Namun, tantangan masih menghampiri pebalap berusia 29 tahun tersebut, terutama dalam sesi kualifikasi.
Pada Grand Prix Catalunya akhir pekan lalu, ia mengalami kecelakaan di Q1 yang membuatnya harus memulai balapan dari posisi paling belakang di grid.
Situasi itu menjadi pukulan tersendiri bagi Razgatlioglu yang masih beradaptasi dengan karakter motor MotoGP dan ban Michelin.
Kesempatan tes hari Senin di Barcelona kemudian dimanfaatkan maksimal oleh pembalap Prima Pramac Yamaha tersebut untuk memahami karakter ban Michelin lebih dalam.
Fokus utamanya adalah meningkatkan feeling motor saat memasuki tikungan dengan penggunaan ban medium.
Hasilnya mulai terlihat setelah ia merasa motornya lebih mudah diajak berbelok dan memiliki traksi lebih baik saat keluar tikungan.
“Saya senang karena kami banyak berkembang, terutama dengan ban medium,” ujar Toprak Razgatlioglu setelah sesi tes berakhir.
“Kami membuat langkah besar, terutama di masuk tikungan. Saya merasakan motor berbelok sedikit lebih baik. Akselerasi juga lebih mudah karena dengan berbelok lebih baik, saya bisa meningkatkan kecepatan lebih awal.”
Walau begitu, pekerjaan rumah besar masih menanti tim dan sang pebalap ketika menggunakan ban lunak Michelin.
Peningkatan grip dan dorongan tambahan dari ban lunak justru belum mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh Razgatlioglu.
Ia mengaku masih kesulitan mempertahankan kecepatan di tengah tikungan dibandingkan saat memakai ban medium.
Kondisi itu terlihat jelas dalam simulasi time attack di Barcelona. Ketika mayoritas pebalap mampu mencatat peningkatan waktu putaran menggunakan ban lunak, catatan waktu Razgatlioglu justru tidak mengalami perubahan signifikan.
Ia pun harus menutup tes di posisi ke-19 atau terakhir dalam daftar kombinasi waktu keseluruhan.
Dari hasil analisis data tim, Razgatlioglu juga melihat perbedaan gaya berkendara dengan Fabio Quartararo.
Mantan juara dunia MotoGP tersebut dinilai mampu menjaga corner speed jauh lebih baik ketika menggunakan ban lunak. Faktor itulah yang masih ingin dipelajari oleh Razgatlioglu agar bisa lebih kompetitif dalam sesi kualifikasi.
Hingga memasuki seri keenam musim ini, Razgatlioglu berada di posisi ke-22 klasemen sementara kejuaraan dunia MotoGP. Meski demikian, ia masih berada di depan rekan setimnya, Jack Miller.
Sementara itu, dua pembalap Yamaha pabrikan yakni Fabio Quartararo dan Alex Rins masih unggul dalam pengumpulan poin.
Momentum positif dari tes Barcelona kini diharapkan bisa berlanjut pada seri berikutnya di Mugello, Italia.
Sirkuit Mugello dikenal sebagai trek yang menuntut kecepatan tikungan tinggi dibandingkan kemampuan pengereman keras.
Karakter tersebut dinilai cocok menjadi tempat pembuktian berikutnya bagi Razgatlioglu dalam meningkatkan performa bersama Yamaha.
“Saya berharap kami bisa mempertahankan performa ini di Mugello,” kata Razgatlioglu.
“Karena di Mugello, Anda memerlukan lebih banyak kecepatan tikungan, sementara tidak memerlukan banyak pengereman. Fabio selalu sangat kuat di sana. Saya harus mengikuti Fabio segera di sesi pertama.”







