Marc Marquez Menangis Ungkap Cedera Saraf yang Hambat Performanya di MotoGP

Avatar photo
Marc Marquez Menangis Ungkap Cedera Saraf yang Hambat Performanya di MotoGP
FOTO: CRASH.NET

GPNesia.com – Juara dunia MotoGP, Marc Marquez, mengungkap kisah emosional terkait masalah saraf yang dialaminya musim ini bersama Ducati Lenovo Team.

Pembalap asal Spanyol tersebut bahkan menangis saat menjelaskan kondisi fisiknya kepada jajaran petinggi Ducati usai mengalami cedera serius dalam Sprint Race MotoGP Prancis di Le Mans.

Marc Marquez sebelumnya mengalami highside pada Sprint Race hari Sabtu yang menyebabkan patah tulang di bagian kaki.

Akibat cedera tersebut, ia dinyatakan tidak fit untuk melanjutkan balapan. Namun di balik cedera kaki itu, terdapat persoalan lain yang selama ini ternyata mengganggu performanya di lintasan.

Dalam video terbaru serial Inside Ducati di YouTube, suasana emosional terlihat ketika Marc Marquez berada di garasi Ducati bersama General Manager Ducati Corse Gigi Dall’Igna dan Crew Chief Marco Rigamonti.

Setelah merekam selebrasi podium Sprint Francesco Bagnaia, kamera kemudian menyorot momen pengakuan Marquez mengenai kondisi sebenarnya yang ia alami.

“Aku tidak mengatakan apa pun…” ucap Marc Marquez sebelum menghentikan kalimatnya beberapa saat karena tak mampu menahan emosi.

Dengan mata berkaca-kaca, ia kemudian melanjutkan penjelasannya kepada tim Ducati.

“Ada sekrup yang menyebabkan masalah saraf pada saya. Kadang kambuh, kadang tidak,” katanya sebagaimana dikutip dari Crash.net.

Ketika salah satu anggota tim mengatakan bahwa setidaknya kini penyebab masalahnya sudah diketahui, Marc Marquez memberikan jawaban yang menunjukkan betapa berat situasi yang dihadapinya.

“Ya, tapi saya mengerti ini terjadi pada saya. Anda tidak bisa mengendarai sepeda motor… Kadang kambuh, kadang tidak. Saya tahu ini terjadi,” ujar Marquez.

Pembalap berusia 33 tahun tersebut mengungkapkan bahwa operasi bahu sebenarnya sudah dijadwalkan setelah MotoGP Catalunya. Namun karena cedera kaki yang dialaminya di Le Mans, operasi tersebut dipercepat agar bisa dilakukan bersamaan.

“Itulah mengapa operasi sudah dijadwalkan setelah GP Catalunya. Saya mengendarai motor dengan satu setengah lengan,” ungkapnya.

Marquez lalu menjelaskan sumber utama gangguan saraf tersebut berasal dari sekrup yang rusak akibat kecelakaan di MotoGP Indonesia 2025. Pada insiden itu, ia ditabrak Marco Bezzecchi pada lap pembuka grand prix musim lalu.

“Mereka harus mencabut sekrup yang patah akibat kecelakaan di Indonesia. Mereka melihatnya bergeser,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa setelah balapan di Jerez, dirinya memutuskan menjalani pemeriksaan medis karena merasa ada yang tidak beres saat mengendarai motor.

“Setelah Jerez, saya pergi untuk pemeriksaan. Saya merasa ada yang salah. Saat saya masuk ke posisi berkendara, sekrup yang patah itu… Setelah Indonesia, sekrup itu bergeser dan menyentuh saraf,” jelasnya.

Saraf yang terdampak ternyata memiliki peran penting terhadap kontrol tangan kanan Marquez saat mengendarai motor MotoGP.

“Itu saraf yang saya gunakan untuk tiga jari dan seluruh lengan kanan. Itu mengurangi kekuatan saya,” ucapnya.

Marc Marquez juga mengaitkan gangguan tersebut dengan sejumlah kecelakaan misterius yang dialaminya musim ini. Ia mengaku beberapa kali kehilangan kendali motor meski tidak sedang memaksakan kecepatan maksimal.

“Kemarin, saat time attack, Anda bertanya kepada saya apa yang terjadi di tikungan itu. Saya tahu apa yang terjadi di tikungan itu,” kata Marquez.

“Dan hari ini juga. Untuk beberapa lap, semuanya baik-baik saja… beberapa lap kemudian, tidak begitu.”

Beberapa jam sebelum mengalami kecelakaan besar di Sprint Race Le Mans, Marc Marquez sebenarnya sempat mengejutkan Ducati dengan mencetak rekor lap baru di sesi Q1. Ia merasa pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kecepatannya belum hilang.

“Saya tidak perlu membuktikan apa pun. Saya bisa melaju cepat. Hari ini saya cepat di Q1!” ujar Marquez sambil tersenyum.

Meski demikian, ia mengaku kondisi fisiknya membuat performanya tertahan hingga setengah detik lebih lambat dari kemampuan terbaiknya.

“Saya bisa melaju cepat. Masalahnya adalah saya mencatatkan waktu lap setengah detik di bawah batas kemampuan saya,” katanya.

“Ada beberapa kecelakaan yang saya tidak mengerti alasannya. Saya tidak memacu motor. Saya tidak berada di batas kemampuan.”

Marquez kemudian mencontohkan kecelakaan yang dialaminya di GP Jerez ketika kehilangan grip bagian depan motor di tikungan cepat.

“Di Jerez, saya memasuki tikungan cepat, dan saya kehilangan kendali bagian depan motor. Saya tidak bisa memacu motor,” jelasnya.

Musim ini, juara dunia sembilan kali tersebut memang belum menunjukkan performa konsisten di balapan utama hari Minggu. Meski telah meraih dua kemenangan Sprint Race, Marc Marquez belum sekali pun naik podium grand prix utama.

Saat tiba di Prancis, ia berada di posisi kelima klasemen sementara MotoGP dan tertinggal 44 poin dari pemimpin klasemen Marco Bezzecchi.

Dalam percakapan di garasi Ducati, Gigi Dall’Igna menegaskan bahwa keputusan operasi merupakan langkah terbaik dan kesehatan pembalap harus menjadi prioritas utama.

Marquez sendiri mengaku sengaja menyembunyikan masalah tersebut dari publik selama akhir pekan balapan.

“Saya meminta agar ini dirahasiakan. Saya ingin menjalani akhir pekan tanpa memikirkannya atau memiliki pertanyaan tentang hal itu,” tutur Marquez kepada Dall’Igna.

“Tetapi memang benar bahwa lengan ini tidak berfungsi. Anda dapat melihatnya pada data.”

Sehari setelah pengakuan emosional tersebut, Marc Marquez menjalani operasi untuk mengangkat dua sekrup yang rusak serta fragmen tulang dari cedera lama tahun 2019 yang menyebabkan kompresi saraf radial.

Akibat proses pemulihan pascaoperasi, pembalap Ducati Lenovo Team itu dipastikan absen pada seri MotoGP Catalunya akhir pekan ini. Dengan absennya Marc Marquez, Francesco Bagnaia akan menjadi satu-satunya wakil Ducati Lenovo Team pada balapan tersebut.

Add as preferred source on Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *