GPNesia.com – Pembalap asal Inggris, Sam Lowes, memberikan pandangan tegas mengenai sosok pemimpin klasemen World Superbike (WorldSBK) 2026, Nicolo Bulega.
Menurutnya, rider muda Italia tersebut bukan hanya tampil impresif di lintasan, tetapi juga layak mendapatkan panggung tertinggi balap motor, yakni MotoGP pada musim 2027.
Lowes mengenang awal kariernya di ajang Grand Prix ketika dirinya masih berlaga di Moto2, sementara Bulega baru saja naik ke Moto3 bersama tim VR46.
Pada periode yang sama, publik juga menyoroti kehadiran Fabio Quartararo yang saat itu digadang-gadang sebagai bintang masa depan.
Namun perjalanan dua nama muda tersebut berjalan sangat berbeda. Quartararo sempat mengalami kesulitan di Moto2 sebelum akhirnya bangkit dan meraih kesuksesan besar hingga menjadi juara dunia MotoGP 2021.
Sementara itu, Bulega justru tidak mampu memenuhi ekspektasi besar yang sempat melekat padanya di kelas Moto2, dengan hasil terbaik hanya finis ketujuh sebelum akhirnya meninggalkan paddock Grand Prix.
Keputusan itu kemudian menjadi titik balik bagi Bulega. Ia memilih memulai ulang kariernya di ajang World Supersport, di mana performanya perlahan kembali menunjukkan potensi besar yang sempat diragukan.
“Dia dulu mendapat banyak sorotan sejak usia muda. Saya tidak akan mengatakan dia kehilangan arah, karena itu tidak adil, tetapi beberapa hal memang tidak berjalan sesuai rencana,” ujar Sam Lowes yang kala itu juga tengah bersaing di Moto2 dalam periode sulit antara 2019 hingga 2021.
Lowes menambahkan bahwa performa Bulega saat ini merupakan bukti bahwa potensi besar itu memang sudah ada sejak awal, hanya saja baru kini bisa berkembang secara optimal.
Menurutnya, kepercayaan diri menjadi faktor penting yang membuat Bulega tampil lebih matang.
“Sekarang dia benar-benar percaya diri dan membalap dengan caranya sendiri. Itu terlihat jelas di lintasan,” lanjutnya seperti dikutip dari Crash.net.
Perjalanan Bulega di World Supersport terbilang cepat. Ia langsung kompetitif sejak musim debutnya, lalu mendominasi musim 2023 sebelum akhirnya naik kelas ke WorldSBK bersama tim pabrikan Ducati.
Di ajang tersebut, ia tampil konsisten dan berhasil finis sebagai runner-up dalam dua musim terakhir di bawah Toprak Razgatlioglu yang saat itu membela BMW.
Kepergian Razgatlioglu ke MotoGP membuka ruang kompetisi baru di WorldSBK, dan Bulega kini tampil semakin dominan dengan catatan 16 kemenangan beruntun yang mengesankan. Catatan tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu pembalap paling berbahaya di grid saat ini.
Menurut Sam Lowes, duel intens Bulega melawan Razgatlioglu telah membentuk karakter balapnya, terutama dalam pertarungan jarak dekat.
Meski demikian, ia menilai bahwa kemampuan Bulega sebenarnya sudah terlihat bahkan di kelas lain, hanya saja tidak sempat berkembang pada waktu itu.
“Ini olahraga yang sangat mental dan oportunistik. Saya pikir dia sekarang hanya menunjukkan apa yang sebenarnya bisa dia lakukan, berada di tempat dan waktu yang tepat, dan dia memang pantas mendapatkannya,” ungkapnya.
Lowes juga menegaskan bahwa dirinya telah cukup lama berkompetisi melawan banyak pembalap top dunia, sehingga ia merasa bisa menilai kualitas seorang rider dengan cukup objektif.
“Saya beruntung pernah membalap dengan banyak pembalap hebat, dan saya menempatkan dia di kategori teratas,” katanya.
Puncak dari dunia balap motor tetap berada di MotoGP, sebuah ajang yang juga pernah dicicipi Sam Lowes pada tahun 2017 dalam waktu singkat. Karena itu, ia memahami betul bagaimana ketatnya persaingan di level tertinggi tersebut.
Saat ini, spekulasi mengenai masa depan Bulega di MotoGP 2027 semakin menguat. Selain menjadi pemimpin WorldSBK 2026, ia juga dikabarkan memiliki peran sebagai penguji motor 850cc bersama Ducati.
Bahkan, ia sempat disebut-sebut sebagai kandidat pengganti Marc Marquez di akhir musim sebelumnya, meski belum ada keputusan resmi terkait kursi balapnya.
Lowes secara terbuka menyatakan bahwa para pembalap terbaik seharusnya mendapatkan kesempatan tampil di kelas paling elit.
“Menurut saya, orang terbaik harus berada di kelas terbaik, jadi dia pantas mendapatkan kesempatan itu,” ujar Sam Lowes.
Namun di sisi lain, ia juga mengakui bahwa kehadiran Bulega di WorldSBK telah meningkatkan kualitas kompetisi secara keseluruhan. Jika benar pindah ke MotoGP, maka kepergiannya akan meninggalkan dampak besar bagi persaingan di kelas tersebut.
Salah satu skenario yang beredar adalah kemungkinan Bulega kembali ke tim VR46, yang dahulu menjadi pintu masuknya ke Grand Prix. Hal ini bisa terjadi jika Fabio di Giannantonio menerima tawaran dari pabrikan KTM yang dikabarkan tengah dipersiapkan.
Di sisi lain, Sam Lowes, yang memulai babak baru kariernya dengan pindah ke WorldSBK pada 2024, saat ini juga menunjukkan performa kuat.
Ia berada di posisi ketiga klasemen sementara, hanya terpaut dari Bulega dan Iker Lecuona yang membela tim Aruba Ducati.
Dengan dinamika yang terus berkembang di dunia balap motor, masa depan Bulega di MotoGP menjadi salah satu topik paling menarik untuk disimak, terutama jika melihat dukungan dari sesama pembalap seperti Sam Lowes yang menilai dirinya layak bersaing di level tertinggi.
