GPNesia.com – Di tengah hiruk-pikuk paddock WorldSBK, perbincangan mengenai kekuatan Ducati kembali mengemuka setelah penampilan dominan mereka di Balaton.
Tim berwarna merah itu kembali menunjukkan keunggulan yang sulit dibendung para rival, membuat banyak pihak mengakui bahwa persaingan musim ini mulai didominasi satu kekuatan utama.
Situasi tersebut juga menjadi bahan pembahasan setelah balapan usai, ketika Serafino Foti memberikan pandangan mendalam mengenai kondisi tim Ducati saat ini di kejuaraan.
Menurutnya, performa Nicolò Bulega yang terus melesat menjadi bukti nyata superioritas motor dan kerja tim yang solid, sementara rekan setimnya, Iker, juga menunjukkan perkembangan performa yang menjanjikan meski masih ada beberapa aspek yang perlu disempurnakan.
Foti menilai bahwa catatan kemenangan Bulega yang telah mencapai 16 kali merupakan pencapaian luar biasa dalam satu musim.
Ia menekankan bahwa performa tersebut tidak hanya menunjukkan kecepatan pembalap, tetapi juga konsistensi teknis yang dibangun oleh tim secara keseluruhan.
Perbandingan dengan musim sebelumnya juga menjadi sorotan. Menurut Foti, balapan tahun ini berlangsung jauh lebih cepat, bahkan sekitar 18 detik lebih cepat dibandingkan musim lalu ketika Toprak Razgatlioglu mampu menang dengan selisih besar atas Bulega.
Perbedaan tersebut, lanjutnya, dipengaruhi oleh perkembangan ban serta kerja keras para teknisi Ducati yang terus melakukan penyempurnaan.
“Semua ini adalah hasil kombinasi antara teknologi, kerja keras kru, dan juga kualitas pembalap yang kami miliki. Ducati memang sangat dominan di grid saat ini,” menjadi kesimpulan dari pandangan Serafino Foti mengenai performa timnya di ajang tersebut.
Di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai seberapa besar sebenarnya keunggulan yang dimiliki Bulega atas motornya.
Foti menjelaskan bahwa margin tersebut tidak terlalu besar, terutama jika melihat ketatnya persaingan pada balapan hari Minggu.
Bahkan menurutnya, Bulega sendiri mengakui bahwa dirinya harus memacu motor hingga batas maksimal untuk mempertahankan posisi terdepan.
Lebih lanjut, Serafino Foti juga menyinggung potensi masa depan Bulega di dunia balap yang lebih tinggi, khususnya MotoGP.
Ia menyebut bahwa pembalap muda tersebut kini berada di titik krusial dalam kariernya dan sangat layak untuk mendapatkan kesempatan naik kelas, mengingat perkembangan signifikan yang telah ia tunjukkan sejak beberapa tahun terakhir.
Menurut Foti, Bulega bukan lagi pembalap yang sama seperti saat masih berkompetisi di Moto2 beberapa tahun lalu. Kini ia telah matang, berkembang, dan memiliki potensi besar untuk bersaing di level tertinggi, terlebih dengan usia yang masih 26 tahun.
“Dia cepat dan pantas mendapat kesempatan di MotoGP,” menjadi penegasan pandangan Serafino Foti mengenai peluang sang pembalap.
Selain itu, diskusi juga berkembang ke arah regulasi kejuaraan, menyusul pernyataan pembalap Axel Bassani yang menilai Ducati tidak seharusnya dibatasi jika memang bekerja dengan baik.
Foti sejalan dengan pandangan tersebut dan menilai bahwa keberhasilan Ducati merupakan hasil investasi besar serta kerja keras panjang, bukan semata-mata keuntungan regulasi.
Ia juga menambahkan bahwa dalam sejarah balap, siklus dominasi selalu terjadi.
Ia mencontohkan bagaimana Kawasaki pernah mendominasi dengan enam gelar dunia berturut-turut, sementara saat ini BMW dan pabrikan lain juga menunjukkan peningkatan performa, meskipun tetap ada tantangan seperti insiden cedera yang dialami Oliveira.
Dalam pandangannya, tidak tepat jika performa unggul sebuah pabrikan justru dibatasi. Sebaliknya, kompetitor lain harus menjadikannya sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas mereka sendiri.
Serafino Foti juga menegaskan bahwa Ducati tetap berpegang pada regulasi yang telah disepakati bersama seluruh pabrikan.
Ia percaya bahwa dinamika kompetisi akan selalu berubah, dan ketika suatu saat Ducati berada dalam posisi sulit, fokus utama mereka tetap sama, yaitu memperbaiki motor dan meningkatkan performa, bukan mencari cara untuk menghambat pesaing.
Di tengah dominasi yang terus berlanjut di Superbike, pernyataan Serafino Foti menggambarkan keyakinan kuat bahwa keberhasilan Ducati adalah buah dari kerja kolektif, bukan sekadar keunggulan teknis sesaat, sekaligus menegaskan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan terbesar dalam dunia balap saat ini.
