Xavi Vierge Hadapi Ujian Perdana Bersama Yamaha di Balaton

Xavi Vierge dan Andrea Locatelli WSBK Belanda 2026
Andrea Locatelli leads Xavi Vierge at 2026 Dutch WorldSBK. Credit: Gold and Goose.

GPNesia.com – Pembalap Spanyol, Xavi Vierge, selama ini dikenal sebagai salah satu sosok paling bahagia di paddock Superbike sejak kepindahannya ke Yamaha.

Namun, kebahagiaan itu mendapat ujian serius untuk pertama kalinya saat putaran keempat musim berlangsung di Sirkuit Balaton Park, Hongaria.

Setelah melewati masa sulit selama empat tahun bersama Honda, akhir pekan yang mengecewakan sebenarnya bukan hal baru bagi Xavi Vierge.

Meski demikian, performa yang jauh dari ekspektasi bersama Yamaha tetap memunculkan tanda tanya besar. Terlebih, sebelumnya ia menunjukkan adaptasi yang cukup menjanjikan dengan motor YZF-R1.

Di Balaton, perasaan positif yang sebelumnya dirasakan mendadak menghilang. Xavi Vierge mengaku kesulitan menemukan pengaturan motor yang tepat, bahkan merasa tidak mampu mengendarai motornya seperti biasa.

Situasi ini menjadi pengalaman pertama baginya sejak bergabung dengan tim pabrikan Yamaha.

“Ini benar-benar pertama kalinya saya tidak memiliki perasaan yang baik di atas motor dan tidak bisa mengendarainya seperti biasanya,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa tim telah menghabiskan banyak waktu untuk mencari akar permasalahan. Faktor lintasan yang belum familiar turut menjadi tantangan tambahan dalam proses adaptasi tersebut.

Sebagai pembalap yang dikenal kuat dalam sesi kualifikasi, hasil Superpole kali ini menjadi pukulan tersendiri.

Ia hanya mampu menempati posisi ke-16, yang berdampak langsung pada sulitnya meraih hasil maksimal saat balapan.

Dalam tiga balapan yang dijalani, ia finis di posisi ke-10, ke-10, dan ke-12—hasil yang tergolong biasa bagi pembalap dengan potensinya.

Balapan kedua menjadi sorotan utama. Dalam race tersebut, ia bahkan hanya menjadi pembalap Yamaha ketiga yang finis, sebuah situasi yang jarang terjadi sebelumnya.

Kondisi ini membuatnya semakin waspada terhadap performanya dan tim secara keseluruhan.

“Balapan di Hongaria sangat, sangat sulit. Kami bekerja keras sejak Jumat, dan memang ada beberapa hal positif selama akhir pekan, tetapi di balapan kedua saya kembali mengalami kesulitan besar, terutama di paruh kedua,” jelas pembalap berusia 29 tahun itu.

Ia menegaskan bahwa ini merupakan akhir pekan paling sulit sejak bergabung dengan Yamaha. Banyak aspek yang harus segera dianalisis guna menemukan solusi terbaik ke depan.

Dengan jeda satu minggu sebelum seri berikutnya di Most, ia berharap tim dapat melakukan evaluasi menyeluruh.

Meski menghadapi tantangan berat, situasi ini juga menjadi bagian penting dalam proses adaptasi. Bagi Xavi Vierge, momen sulit ini bisa menjadi titik balik untuk memperkuat kerja sama tim dan meningkatkan performa di sisa musim.

Add as preferred source on Google

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain GPNesia.com.
Exit mobile version