Ollie Bearman Protes Keras Manuver Colapinto di GP Jepang Usai Kecelakaan 50G

Ollie Bearman

GPNesia – Insiden keras yang terjadi pada Grand Prix Jepang kembali menjadi sorotan setelah pembalap muda Inggris, Ollie Bearman, melontarkan kritik tajam terhadap aksi pembalap Franco Colapinto yang dinilai melakukan manuver berbahaya dan “tidak dapat diterima” hingga berujung pada kecelakaan besar di lintasan Suzuka.

Kecelakaan tersebut melibatkan Ollie Bearman yang mengalami insiden mengerikan dengan kecepatan mencapai sekitar 191 mph atau setara lebih dari 300 km/jam. Benturan keras itu menghasilkan gaya gravitasi sekitar 50G, meskipun beruntung ia tidak mengalami cedera serius. Setelah mobilnya menghantam pembatas di area Spoon Curve, pembalap berusia 20 tahun itu terlihat tertatih-tatih keluar dari mobil Haas yang ringsek akibat kehilangan kendali saat mencoba menghindari Colapinto.

Dalam penjelasannya kepada media melalui podcast Up To Speed, Ollie Bearman menegaskan bahwa perbedaan kecepatan yang terlalu ekstrem menjadi pemicu utama situasi berbahaya tersebut. Ia menyebut Colapinto melakukan perpindahan arah saat ia datang dengan selisih kecepatan sekitar 50 km/jam, sehingga ruang untuk menghindar menjadi sangat terbatas. Menurutnya, dalam kondisi tersebut, setiap perubahan arah kecil saja bisa berakibat fatal di lintasan berkecepatan tinggi.

Ollie Bearman Protes Keras Manuver Colapinto

Lebih lanjut, Ollie Bearman menjelaskan bahwa manuver bertahan yang dilakukan Colapinto sebenarnya masih berada dalam batas yang mungkin bisa diterima pada kondisi biasa. Namun, dalam situasi dengan perbedaan kecepatan sebesar itu, ia menilai tindakan tersebut sudah melewati batas keselamatan. Ia juga menyoroti bahwa percakapan antar pembalap sebelumnya pada hari Jumat telah menyinggung pentingnya rasa saling menghormati di lintasan, namun hal tersebut justru tidak tercermin dalam insiden yang terjadi dua hari kemudian.

Pembalap asal Inggris itu juga menambahkan bahwa Colapinto terlihat menyadari kehadirannya melalui kaca spion sebelum melakukan pergerakan ke arah kiri. Namun, pada saat itu jarak dan kecepatan sudah tidak lagi memungkinkan untuk melakukan penyesuaian aman. Ia menilai kondisi regulasi dan interpretasi batas balapan saat ini masih menjadi area abu-abu yang perlu diperjelas agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

Dalam kesempatan yang sama, Ollie Bearman juga menekankan bahwa kecelakaan tersebut menjadi pengingat betapa cepatnya situasi dapat berubah di dunia balap Formula 1 modern. Ia mengakui bahwa ketika mobilnya mulai kehilangan kendali, ia sudah menyadari potensi benturan keras yang akan terjadi. Namun, fokus utamanya saat itu adalah memastikan dirinya bisa segera keluar dari mobil untuk memberikan kabar kepada keluarganya bahwa ia dalam kondisi selamat.

Ollie Bearman menuturkan bahwa meskipun insiden tersebut terlihat sangat parah dari luar, kondisi mobil Haas yang ia kendarai masih menunjukkan ketahanan struktural yang baik. Ia bahkan menilai sasis mobil tetap utuh dan sistem keselamatan bekerja sebagaimana mestinya. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti nyata kemajuan standar keselamatan yang terus ditingkatkan oleh FIA dalam beberapa tahun terakhir.

Di akhir pernyataannya, ia menegaskan kembali bahwa insiden di Jepang harus menjadi bahan evaluasi serius bagi para pembalap. Ia menyerukan agar semua pihak di lintasan memiliki pemahaman yang lebih konsisten mengenai batasan manuver saat terjadi perbedaan kecepatan besar, sehingga keselamatan tetap menjadi prioritas utama tanpa mengorbankan intensitas persaingan.

Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook

Exit mobile version