GP Nesia – Mantan kepala tim Haas, Guenther Steiner, mengungkapkan kepada pihak Ferrari bahwa Oliver Bearman kini dinilai telah siap melangkah ke level tertinggi Formula 1 dan menjadi salah satu kandidat kuat untuk menggantikan Lewis Hamilton ketika sang juara dunia tujuh kali itu memutuskan pensiun.
Steiner, yang pernah mengamati perkembangan awal sang pembalap saat menangani Haas, menilai lulusan Ferrari Driver Academy tersebut sudah berada pada tahap yang menuntut mobil kompetitif untuk bertarung di podium maupun kemenangan.
Steiner menegaskan bahwa perkembangan Oliver Bearman menunjukkan kematangan yang signifikan di lintasan.
“Saya pikir Oliver sekarang siap untuk bergabung dengan tim di mana ia bisa memenangkan balapan atau setidaknya naik podium,” ujar Steiner kepada Casino.org.
“Dia masih sangat muda, dan kita tidak boleh melupakan itu. Jadi, dia perlu bersabar.”
Menurutnya, meski kemampuan balapnya sudah terbukti, faktor pengalaman dan waktu tetap menjadi bagian penting dalam proses perkembangan sang pembalap.
Performa Oliver Bearman pada awal musim Formula 1 2026 bersama Haas turut memperkuat pandangan bahwa ia layak diperhitungkan oleh tim papan atas.
Saat ini, ia menempati posisi kedelapan klasemen sementara pembalap dengan perolehan 17 poin dari empat seri balapan.
Ia membuka musim dengan finis ketujuh di Melbourne, kemudian melanjutkan tren positif dengan finis kelima di Grand Prix Tiongkok, yang menjadi hasil terbaiknya sejak pencapaian impresif di Mexico City musim sebelumnya ketika ia finis keempat.
Balapan di Shanghai menjadi sorotan karena menunjukkan kemampuan bertarungnya melawan pembalap di barisan depan.
Dalam laga tersebut, ia tampil tenang dan matang dalam duel, memperkuat keyakinan di paddock bahwa Oliver Bearman memiliki kombinasi kecepatan dan kontrol emosi yang dibutuhkan untuk membalap di tim besar seperti Ferrari.
Konsistensinya juga terlihat sejak akhir musim debutnya, ketika ia berhasil meraih poin dalam enam dari sepuluh seri terakhir.
Steiner juga menyoroti bahwa struktur kontrak yang dimiliki Oliver Bearman bersama Ferrari dan Haas berpotensi membuka jalan menuju tim papan atas lebih cepat.
Ia menduga terdapat klausul tertentu yang memungkinkan pembalap muda tersebut hengkang apabila ada tawaran dari tim terdepan sebelum kursi di Ferrari tersedia secara resmi.
“Dia mungkin memiliki beberapa klausul dalam kontraknya dengan Ferrari yang, jika ada tawaran datang dari salah satu tim terdepan, dia bisa meninggalkan Haas dan pergi ke sana,” jelas Steiner.
Selain itu, Steiner menilai keterbatasan performa Haas saat ini menjadi faktor yang membatasi perkembangan maksimal sang pembalap, meski potensi yang dimilikinya sudah sangat jelas.
Situasi ini membuat peluang promosi ke tim besar menjadi semakin relevan dalam pembahasan masa depan Oliver Bearman di Formula 1.
Sementara itu, faktor waktu promosi juga sangat dipengaruhi oleh masa depan Lewis Hamilton di Ferrari. Pembalap berusia 41 tahun tersebut masih memiliki kontrak jangka panjang yang diyakini bertahan hingga setidaknya 2027, meskipun belum pernah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak tim.
Hamilton sendiri menunjukkan peningkatan performa pada musim 2026, termasuk meraih podium pertamanya untuk Ferrari dengan finis ketiga di Tiongkok.
Meski demikian, spekulasi mengenai durasi karier Hamilton tetap berkembang, terutama terkait kemungkinan ia akan terus membalap jika Ferrari tidak mampu menyediakan mobil yang kompetitif untuk perebutan gelar juara dunia. Steiner pun menilai situasi ini juga berdampak pada peluang masa depan Oliver Bearman di Ferrari.
“Dan itu akan baik untuk Ferrari karena mereka telah mendukungnya untuk waktu yang lama, dan mereka bisa memiliki salah satu dari mereka sendiri di mobil mereka, seperti dengan Charles Leclerc,” ujar Steiner.
Ia juga menyamakan jalur karier Bearman dengan Charles Leclerc, yang sama-sama pernah menjalani program pengembangan Ferrari Driver Academy dan sempat tampil di sesi FP1 bersama Haas sebelum promosi ke tim utama.
Pada akhirnya, Steiner menegaskan bahwa semua kemungkinan masih sangat bergantung pada berapa lama Lewis Hamilton akan bertahan di Formula 1 dan bersama Ferrari. “Tapi saya tidak tahu, itu tergantung pada berapa lama Lewis akan bertahan,” pungkasnya.







