GPNesia.com – Pembalap Italia Nicolo Bulega dari tim Aruba.it Racing Ducati kembali menunjukkan dominasi luar biasa di ajang WorldSBK Aragon 2026 dengan memborong tiga kemenangan sekaligus di Sirkuit MotorLand Aragón.
Hasil gemilang ini semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu rider paling menonjol musim ini, sekaligus memperkuat peluangnya menuju kursi MotoGP pada musim mendatang.
Performa impresif tersebut membuat Nicolo Bulega kini hanya membutuhkan satu podium tambahan untuk menyamai pencapaian legenda WorldSBK Colin Edwards, sekaligus mendekatkan dirinya pada rekor pembalap Italia tersukses sepanjang sejarah kejuaraan, Marco Melandri.
Sepanjang musim berjalan, pembalap Ducati pabrikan itu telah mengoleksi total 18 kemenangan, sebuah catatan yang menegaskan konsistensi luar biasa di lintasan.
Sejak sesi kualifikasi, Bulega sudah memperlihatkan dominasinya. Ia mencatat waktu 1 menit 46,836 detik pada sesi Tissot Superpole, yang tidak hanya mengamankan pole position tetapi juga mencetak rekor baru di sirkuit tersebut.
Kecepatan itu menjadi sinyal awal bahwa ia kembali menjadi ancaman utama di setiap balapan akhir pekan.
Pada balapan pertama, start sempurna mengantarkan pembalap Italia tersebut langsung memimpin sejak tikungan awal hingga garis finis.
Kemenangan dari pole ke finis itu menjadi yang ke-11 kalinya musim ini, menyamai rekor yang sebelumnya dicatat Alvaro Bautista pada musim 2019.
Dominasi ini menunjukkan kemampuan Bulega menjaga ritme balap tanpa celah berarti bagi para pesaingnya.
Balapan Tissot Superpole hari Minggu berlangsung jauh lebih ketat. Setelah sempat turun hingga posisi kelima akibat insiden di Tikungan 5 yang melibatkan Lorenzo Baldassarri, ia harus bekerja keras untuk kembali ke posisi depan.
Dengan strategi ban kompon keras SC0 yang sempat menjadi risiko, Bulega perlahan membangun ritme hingga ban mencapai performa optimal.
Dalam fase kebangkitan itu, ia langsung menyalip Baldassarri pada lap keempat, kemudian menaklukkan Alberto Surra di lintasan lurus untuk merebut posisi ketiga di lap yang sama.
Dua lap berikutnya, jarak dengan pemimpin lomba semakin menipis hingga akhirnya terjadi duel sengit dengan rekan setimnya, Iker Lecuona, selama lima lap terakhir. Konsistensi dan ketenangan membuatnya kembali mengamankan podium teratas.
Balapan kedua menjadi panggung yang lebih terkendali bagi Nicolo Bulega, yang kembali tampil tanpa kesalahan berarti.
Ia langsung melesat sejak awal dan mempertahankan keunggulan hingga finis, mencatat kemenangan ke-12 dari pole position musim ini.
Podium dilengkapi oleh Iker Lecuona di posisi kedua dan Sam Lowes di tempat ketiga, menandai kombinasi podium yang sudah terjadi beberapa kali musim ini.
Usai balapan, Bulega mengungkapkan bahwa kondisi panas di Aragon menjadi tantangan tersendiri, namun kerja sama tim membuat hasil maksimal tetap bisa dicapai.
Ia juga menegaskan bahwa penggunaan ban keras pada Superpole Race adalah keputusan penuh risiko, tetapi pada akhirnya menjadi strategi yang tepat untuk meraih kemenangan.
“Balapan ini tidak mudah, saya harus mengeluarkan kemampuan penuh untuk bisa menang. Ban keras memang sulit di awal, tetapi akhirnya memberi keuntungan di akhir,” demikian kurang lebih penjelasannya setelah balapan.
Kemenangan di Race 2 juga membawa catatan historis baru. Tambahan poin penuh itu membuat total kemenangan WorldSBK-nya kini mencapai 38 kali, menempatkannya di posisi ketujuh klasemen kemenangan sepanjang masa, melampaui Tom Sykes.
Selain itu, ia juga mencatat 22 kemenangan beruntun, sebuah rekor yang terus berlanjut hingga pertengahan musim.
Dengan performa yang terus menanjak, banyak pihak mulai mempertanyakan siapa yang mampu menghentikan laju tak terkalahkan ini.
Meski demikian, pembalap yang dijuluki “Bulegas” itu tetap menegaskan bahwa ia tidak ingin terjebak pada target kesempurnaan.
Dalam komentarnya, Nicolo Bulega menyebut bahwa mengejar kemenangan di setiap balapan bukanlah sesuatu yang realistis karena banyak faktor di luar kendali pembalap.
Ia menegaskan fokusnya tetap pada kerja sama tim dan konsistensi di setiap sirkuit, termasuk di trek yang tidak sepenuhnya sesuai dengan gaya balapnya.
Menariknya, ia juga mengungkapkan sempat mendapat peluang untuk tampil di MotoGP sebagai pengganti Álex Márquez di Balaton.
Namun, ia memilih untuk tetap fokus menyelesaikan musim WorldSBK bersama Ducati, menandakan prioritasnya saat ini masih berada di kejuaraan tersebut.
Dengan tren performa yang terus meningkat, dominasi panjang, serta rekor yang terus berguguran, musim 2026 tampaknya menjadi panggung pembuktian besar bagi Nicolo Bulega, yang kini berada di jalur sejarah WorldSBK.






