GP Nesia – Insiden di ajang MotoGP Catalunya 2026 mendapat CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, yang menilai bahwa tabrakan antara dua pembalapnya, Jorge Martin dan Raul Fernandez, sebenarnya dapat dihindari jika keduanya lebih berhati-hati sejak awal balapan.
Peristiwa tersebut terjadi pada lap pembuka balapan yang digelar ulang di Barcelona, Minggu lalu, ketika kedua pembalap tengah bersaing ketat untuk posisi kedua.
Dalam manuver di Tikungan 5, Raul Fernandez dari tim Trackhouse mencoba menyalip dari sisi dalam terhadap Jorge Martin yang saat itu merupakan juara dunia 2024.
Namun, upaya tersebut berakhir dengan kontak keras yang membuat Martin terjatuh, sementara Fernandez melebar keluar lintasan.
Steward FIM kemudian memutuskan insiden tersebut sebagai racing incident atau kejadian balapan biasa tanpa penalti tambahan.
Meski demikian, situasi di garasi Aprilia memanas, termasuk momen emosional ketika Martin sempat mendorong manajer tim Paolo Bonora di pit lane sebelum akhirnya meminta maaf atas tindakannya.
Setelah balapan, suasana di paddock masih diwarnai perbedaan pendapat. Fernandez menilai Martin turut bertanggung jawab, sementara Martin memiliki pandangan sebaliknya terkait insiden tersebut.
Dalam komentarnya, Massimo Rivola menyampaikan bahwa kejadian seperti itu bukanlah sesuatu yang diinginkan tim. Ia menegaskan bahwa kombinasi situasi di lintasan seharusnya bisa dikelola lebih baik oleh kedua pembalap.
Menurutnya, kesalahan tidak sepenuhnya berada di satu pihak, meski ia menilai Fernandez memiliki porsi tanggung jawab yang lebih besar.
“Keduanya bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik,” demikian inti penilaian Rivola, yang juga menyoroti pentingnya kehati-hatian antar pembalap Aprilia, terutama di lap-lap awal dengan kondisi ban yang belum optimal serta saat berebut posisi terdepan seperti P2 dan P3.
Ia menyebut hari itu sebagai hari yang buruk bagi tim dari sisi pengambilan keputusan di lintasan.
Pandangan serupa juga datang dari bos Trackhouse, Davide Brivio, yang menilai insiden tersebut sebagai bagian dari risiko balapan.
Ia mengakui bahwa Fernandez berhak mencoba melakukan manuver menyalip, namun juga menyebut bahwa situasi tersebut seharusnya bisa dihindari dengan komunikasi dan kehati-hatian lebih baik antar pembalap yang berada dalam ekosistem Aprilia.
Di sisi lain, Massimo Rivola kembali menegaskan bahwa semua pihak perlu belajar dari insiden tersebut.
Ia menyoroti bahwa baik tim Aprilia maupun Trackhouse sama-sama kehilangan poin akibat kejadian itu. Menurutnya, pembalap harus memahami kapan harus mengambil risiko dan kapan harus menahan diri.
Rivola juga menyebut kemungkinan adanya pertemuan internal antara keempat pembalap untuk menyamakan persepsi agar insiden serupa tidak terulang, terutama ketika berada dalam situasi yang melibatkan motor Aprilia di lintasan yang sama.
Akibat insiden tersebut, Martin harus menelan akhir pekan tanpa poin, sementara rekan setimnya Marco Bezzecchi justru mampu memperlebar keunggulan klasemen menjadi 15 poin di akhir seri yang berlangsung sulit bagi pembalap asal Italia itu.
Dengan performa motor Aprilia yang saat ini dianggap salah satu yang paling kompetitif di grid, potensi perebutan gelar internal antara Bezzecchi dan Martin semakin terbuka.
Namun, kehadiran pembalap Trackhouse yang juga kerap tampil kompetitif seperti Fernandez menambah kompleksitas strategi tim dalam mengelola persaingan di lintasan.
Situasi semakin rumit karena beberapa pembalap kunci Aprilia, termasuk Martin dan Ai Ogura, dikabarkan akan meninggalkan tim pada akhir musim, sementara masa depan Fernandez juga masih belum sepenuhnya aman.
Bahkan, dinamika internal semakin diperkuat oleh rencana kepergian Davide Brivio dari struktur Trackhouse pada akhir 2026.
Menutup pernyataannya, Massimo Rivola menegaskan bahwa regulasi dan batasan risiko harus dipahami jelas oleh para pembalap.
Ia menilai terlalu banyak poin yang hilang akibat keputusan yang kurang tepat di lintasan. Rivola berharap evaluasi cepat dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Insiden tersebut kini menjadi bahan evaluasi bersama antara Aprilia dan Trackhouse, dengan kedua pihak sepakat bahwa komunikasi yang lebih baik dan pengendalian emosi menjadi kunci untuk menghindari benturan di masa mendatang, terutama ketika para pembalap saling berhadapan dalam perebutan posisi penting di lintasan MotoGP.
