GP Nesia – Performa pembalap Afrika Selatan, Bard Binder, di MotoGP Catalunya 2026 harus berakhir jauh dari harapan setelah motor KTM RC16 miliknya mengalami gangguan kopling saat lap pemanasan sebelum balapan dimulai.
Insiden tersebut membuat Binder kehilangan momentum sejak awal lomba dan memaksanya keluar dari grid hanya beberapa detik sebelum lampu start menyala.
Pembalap KTM itu sebenarnya dijadwalkan memulai balapan dari posisi kedelapan. Namun situasi berubah drastis ketika masalah teknis muncul tepat menjelang start.
Binder terpaksa masuk ke pitlane untuk mengambil motor cadangan setelah kopling pada RC16 miliknya mengalami kerusakan serius.
Bard Binder menjelaskan bahwa gangguan tersebut terjadi ketika dirinya mencoba menurunkan gigi saat memasuki garis start.
Kopling motornya mendadak terbakar sehingga motor tidak dapat dipindahkan ke posisi netral maupun dihentikan secara normal.
“Begini, saya melakukan lap pemanasan, dan ketika sampai di garis start, saya hendak menurunkan gigi dan sayangnya kopling saya terbakar,” ujar Binder dikutip dari Crash.net.
“Jadi, kopling saya blong saat memasuki posisi start. Saya tidak bisa memindahkan motor ke posisi netral dan saya tidak bisa berhenti.”
Situasi itu membuat Binder harus bereaksi cepat agar tidak menimbulkan bahaya di area start. Beruntung, petugas IRTA bergerak sigap membuka jalur penyelamatan sehingga ia bisa memotong ke sisi kanan lintasan dan kembali menuju pit.
“Jadi, untungnya, orang-orang dari IRTA cepat memasang gerbang sehingga saya bisa memotong ke kanan,” lanjutnya.
“Setelah itu, saya masuk, mengambil sepeda cadangan saya, lalu keluar lagi.”
Meski berhasil kembali ke lintasan menggunakan motor kedua, Bard Binder sudah tertinggal sangat jauh dari rombongan pembalap lain. Ia bahkan mengaku kehilangan sekitar 20 detik dari posisi paling belakang sebelum balapan kembali terganggu oleh bendera merah pertama.
“Namun, saya tertinggal sekitar 20 detik dari posisi terakhir. Semuanya baik-baik saja,” katanya.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 sendiri berlangsung penuh drama. Setelah insiden awal yang dialami Binder, lomba sempat dihentikan akibat kecelakaan besar yang terjadi di lintasan. Binder mengaku sempat melihat langsung situasi tersebut ketika melintas di area insiden.
“Setelah itu, datang lagi. Sayangnya, kecelakaan itu mengerikan, terlihat sangat gila ketika saya sampai di sana,” ungkapnya.
“Jadi, saya senang mendengar bahwa mereka akan baik-baik saja.”
Saat balapan dimulai ulang, Binder sempat menunjukkan kebangkitan impresif. Dari posisi ke-20, ia mampu merangsek hingga posisi ketujuh atau kedelapan sebelum kembali muncul bendera merah yang memaksa seluruh prosedur start diulang dari awal.
“Tapi setelah itu, balapan dimulai ulang, dan mendapat start yang luar biasa; melaju dari posisi ke-20 ke posisi ketujuh atau kedelapan,” jelas Binder.
“Lalu, jelas ada tanda bahaya. Jadi, mulai lagi dari awal.”
Pada restart berikutnya, pembalap Afrika Selatan tersebut tetap mampu menjaga ritme balapnya dan menyentuh garis finis di urutan kesembilan. Namun setelah adanya penalti pasca-balapan terhadap pembalap lain, Bard Binder akhirnya dipromosikan ke posisi ketujuh.
“Saya mendapat start yang lumayan dan berhasil finis di urutan kesembilan. Jadi, akhir pekan yang kacau. Mengingat saya lolos kualifikasi di urutan kedelapan dan memulai balapan dari urutan ke-20 sebanyak dua kali,” tuturnya.
Permasalahan yang dialami Binder memperlihatkan buruknya tingkat keandalan KTM sepanjang akhir pekan Grand Prix Catalunya. Sejumlah pembalap tim pabrikan Austria juga mengalami gangguan teknis yang memengaruhi hasil balapan mereka.
Maverick Vinales sebelumnya gagal menyelesaikan sprint race akibat kendala pada motornya. Sementara itu, Enea Bastianini harus mengakhiri grand prix lebih cepat setelah kehilangan tenaga dua lap sebelum bendera merah pertama dikibarkan.
Masalah serupa juga menimpa motor KTM milik Pedro Acosta. Gangguan kelistrikan menyebabkan tenaga motor hilang secara tiba-tiba dan memicu insiden keras yang melibatkan Alex Marquez. Kecelakaan tersebut kemudian menjadi penyebab utama keluarnya bendera merah pertama di Catalunya.
Bagi Bard Binder, hasil finis ketujuh itu setidaknya menyamai pencapaian terbaiknya pada musim yang berjalan sulit. Situasi pembalap Afrika Selatan tersebut juga semakin menjadi sorotan karena masa depannya bersama KTM masih belum jelas.
Posisi Binder di tim pabrikan KTM disebut-sebut mulai terancam seiring munculnya peluang bagi Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio untuk bergabung. Di tengah dinamika bursa pembalap MotoGP, nama Binder juga belum terlalu menonjol dalam daftar kandidat utama tim lain.
Meski demikian, Binder tetap mencoba mengambil sisi positif dari akhir pekan yang kacau di Barcelona. Ia merasa telah menemukan peningkatan performa yang dapat menjadi modal penting untuk seri-seri berikutnya.
“Agak kacau, tetapi ke depannya, mudah-mudahan kita bisa mempertahankan hal-hal positif dari akhir pekan ini karena di beberapa area akhir pekan lalu saya memiliki kecepatan dan daya tahan yang sangat baik,” ujar Bard Binder.
“Jadi, saya juga mencatatkan waktu putaran yang sangat cepat dalam balapan itu.”
“Jadi, saya merasa kita telah membuat kemajuan yang baik, dan sekarang kita hanya perlu menyatukan semuanya.”
