GPNesia.com – Pebalap Honda Team Asia, Mario Suryo Aji, masih harus menunda ambisinya kembali ke lintasan Moto2 musim 2026 setelah mengalami cedera serius pada bagian leher.
Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani masa pemulihan dan melewatkan beberapa seri penting dalam kalender balap.
Sejak mengalami insiden di Moto2 Spanyol di Jerez pada akhir April 2026, Mario belum dapat kembali tampil secara penuh.
Ia sudah absen dalam tiga seri berturut-turut, yakni Catalunya di Spanyol, Mugello di Italia, serta Grand Prix Hungaria.
Tim medis dan pihak Honda Team Asia masih terus memantau perkembangan kondisinya sebelum menentukan waktu yang tepat untuk comeback.
Meski cedera awalnya belum terdeteksi secara mendalam, Mario sempat tetap melanjutkan balapan di Moto2 Prancis di Le Mans.
Namun, setelah seri tersebut, gejala yang dialaminya mulai semakin jelas dan mengganggu performa di atas motor.
Pemeriksaan lanjutan kemudian mengungkap adanya masalah pada tulang leher bagian cervical ke-7 (C7), yang menjadi sumber utama gangguan fisik yang dirasakan.
Dalam keterangannya di Jakarta pada 9 Juni 2026, Mario Suryo Aji menjelaskan bahwa cedera tersebut menyebabkan kelelahan ekstrem pada lengan hingga muncul sensasi mati rasa.
Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan mengendalikan motor Moto2 yang membutuhkan presisi tinggi serta kekuatan fisik optimal.
Menurut penjelasannya, cedera itu baru benar-benar teridentifikasi setelah evaluasi medis mendalam pasca balapan di Le Mans.
Sebelumnya, setelah insiden jatuh di Jerez, tidak ada indikasi yang dianggap serius sehingga ia masih bisa melanjutkan kompetisi.
Namun, selama balapan berikutnya, ia mulai kesulitan mengontrol motor secara maksimal, yang akhirnya mendorong tim untuk melakukan pemeriksaan ulang secara lebih detail.
Pada Moto2 Prancis 2026, Mario sempat mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas, tetapi masih mampu melanjutkan hingga finis di posisi ke-25 pada sesi tersebut.
Saat balapan utama berlangsung, ia berhasil menyelesaikan lomba di urutan ke-22. Posisi tersebut kemudian naik satu tingkat setelah adanya diskualifikasi terhadap pembalap lain di depan.
Setelah rangkaian seri tersebut, kondisi Mario Suryo Aji semakin menjadi perhatian serius tim medis.
Ia kemudian harus melewatkan seri Catalunya dan beberapa balapan lain dalam musim berjalan demi fokus pada pemulihan.
Proses rehabilitasi terus dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat untuk memastikan tidak ada risiko jangka panjang terhadap kondisi tulang lehernya.
Cedera pada ruas C7 tersebut tidak hanya menimbulkan rasa nyeri, tetapi juga berdampak pada saraf yang menghubungkan ke lengan.
Akibatnya, muncul gejala kelelahan ekstrem hingga mati rasa yang tentu sangat berbahaya bagi seorang pebalap profesional.
Dalam olahraga Moto2, kondisi fisik yang prima menjadi syarat mutlak karena setiap detik di lintasan menuntut reaksi cepat dan kontrol penuh terhadap kendaraan.
Meski demikian, pihak tim dan Mario tetap optimistis terhadap proses pemulihan yang sedang berjalan.
Rencana sementara, ia menargetkan kemungkinan kembali turun lintasan pada seri Jerman, yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Juli 2026.
Namun, kepastian tersebut masih sangat bergantung pada hasil pemeriksaan medis lanjutan di Spanyol yang akan menentukan apakah ia sudah benar-benar siap kembali bertarung.
Sebelum jeda musim panas, masih terdapat dua seri tambahan di Belanda dan Ceko yang juga berpotensi menjadi ajang comeback jika kondisi fisiknya membaik lebih cepat dari perkiraan.
Dengan pemulihan yang terus menunjukkan perkembangan positif, peluang untuk kembali bersaing di kelas Moto2 masih terbuka, meski tetap harus mengikuti rekomendasi medis secara ketat.







