Marco Bezzecchi Terhenti di Jerez, Dominasi Awal Musim 2026 Berakhir Dramatis

Marco Bezzecchi MotoGP Spanyol 2026

GPNesia.com – Kisah luar biasa pembalap Tim Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, di lintasan MotoGP akhirnya menemui titik henti pada GP Spanyol yang berlangsung di Sirkuit Jerez pada akhir April lalu.

Setelah tampil tak tersentuh sejak awal musim 2026, Marco Bezzecchi harus merelakan rekor kemenangan beruntun sekaligus dominasi putarannya berakhir di seri tersebut.

Memasuki musim 2026, Marco Bezzecchi sempat menciptakan standar baru dalam sejarah Aprilia. Ia menyapu bersih kemenangan di tiga seri pembuka.

Jika digabungkan dengan hasil impresif di dua seri terakhir musim sebelumnya di Portugal dan Valencia, pembalap asal Italia itu mencatatkan total lima kemenangan beruntun—sebuah pencapaian yang menegaskan statusnya sebagai kandidat kuat juara dunia.

Tidak hanya soal kemenangan, performa Marco Bezzecchi juga tercermin dari dominasinya dalam memimpin jalannya balapan. Ia sempat mencatatkan 121 lap secara berturut-turut berada di posisi terdepan, melampaui rekor milik Jorge Lorenzo yang telah bertahan sejak 2015. Catatan tersebut semakin memperkuat narasi superioritasnya di awal musim.

Namun, dominasi itu akhirnya dipatahkan oleh Alex Marquez dari tim Gresini Racing. Dalam balapan utama di Jerez, Alex Marquez sukses merebut podium tertinggi sekaligus menghentikan laju tak terbendung sang pemuncak klasemen. Untuk pertama kalinya musim ini, Bezzecchi bahkan tidak memimpin satu lap pun pada balapan hari Minggu.

Meski demikian, performa Bezzecchi tetap menunjukkan kualitasnya sebagai pembalap papan atas. Ia berhasil mengamankan posisi kedua dalam balapan yang disebutnya sebagai salah satu tantangan terberat sejauh ini. Hasil tersebut juga menjadi bukti konsistensi dan ketangguhannya dalam menghadapi tekanan kompetisi.

“Tentu saja, berada di depan dan memimpin setiap lap di tiga balapan awal adalah momen yang indah. Namun, wajar jika pada titik tertentu tren ini akan berakhir,” ujar Bezzecchi, dikutip dari Crash, Selasa (5/5/2026).

Berakhirnya rekor kemenangan ini memunculkan berbagai spekulasi. Sebagian pihak menilai beban di pundaknya akan berkurang, sementara yang lain beranggapan tekanan justru semakin besar. Namun, Bezzecchi menegaskan bahwa tekanan yang ia rasakan tidak berubah, terlepas dari hasil balapan.

Menurutnya, rasa gugup saat berada di garis start adalah hal yang selalu ia alami sejak awal kariernya, bahkan sejak masih membalap di level motor mini hingga kini bersaing di MotoGP.

“Tekanannya tetap sama. Maksud saya, saat Anda berada di grid pada hari Minggu, Anda merasakan tekanan besar, bahkan jika Anda mulai dari posisi terakhir sekalipun,” jelasnya.

Rekan setim Jorge Martin itu juga mengungkapkan bahwa dirinya tetap merasa lega meski rekor tersebut terhenti. Ia menilai hasil finis di posisi kedua tetap merupakan pencapaian yang layak, terutama setelah sempat mengalami kecelakaan saat sesi sprint race.

Kabar baik bagi kubu Aprilia, hasil di Jerez justru membuat Bezzecchi semakin kokoh di puncak klasemen sementara. Ia kini unggul 11 poin atas Jorge Martin, mempertegas peluangnya untuk terus bersaing dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.

Add as preferred source on Google

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain GPNesia.com.
Exit mobile version