GPNesia.com – Komentar frustrasi yang dilontarkan Fabio Quartararo terhadap tim Yamaha diperkirakan dapat berdampak pada peluang kariernya di masa depan, termasuk kemungkinan bergabung dengan pabrikan lain seperti Honda.
Pandangan tersebut disampaikan oleh Ricard Jove, mantan manajer pembalap MotoGP sekaligus pencari bakat yang cukup berpengalaman di dunia balap.
Jove menilai pernyataan Fabio Quartararo yang mengaku telah kehilangan “kecintaannya” terhadap balap dan tidak lagi merasa “bersenang-senang” menjadi sorotan serius.
Pernyataan itu muncul di tengah performa Yamaha yang belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Sebelumnya, pembalap asal Prancis tersebut juga sempat mengkritik timnya dengan menyebut Yamaha “tidak tahu” bagaimana cara memperbaiki motor mereka.
Situasi internal tim bahkan dikabarkan cukup sensitif hingga Yamaha memutuskan membatalkan sesi evaluasi pembalap setelah putaran pertama di Thailand.
Langkah itu diambil dengan alasan untuk menghindari potensi kerusakan citra tim di tengah kritik yang terus bermunculan.
Kritik terhadap Fabio Quartararo tidak hanya datang dari dalam tim, tetapi juga dari sesama figur MotoGP.
Jorge Lorenzo menilai bahwa sang pembalap terlalu bersikap negatif dalam menyikapi kondisi yang ada.
Senada dengan Lorenzo, Ricard Jove juga menegaskan bahwa Quartararo seharusnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapatnya ke publik.
Menurut Jove, dalam kontrak pembalap profesional terdapat klausul yang mengatur perilaku, termasuk sanksi terhadap tindakan yang dianggap tidak pantas.
Klausul tersebut biasanya mencakup kewajiban sebagai duta tim atau perusahaan, sehingga setiap pernyataan publik bisa berdampak langsung pada hubungan profesional.
Dalam perkembangan lain, Jove juga mengungkap bahwa Fabio Quartararo sempat menandatangani “surat pernyataan niat” untuk bergabung dengan Aprilia pada tahun 2027.
Namun, keputusan itu tidak berlanjut setelah sang pembalap berubah pikiran.
Pada akhir musim lalu, tim yang dipimpin Massimo Rivola memang diketahui tertarik merekrut Quartararo. Namun, negosiasi tidak mencapai kesepakatan karena tuntutan gaji pembalap tersebut dinilai terlalu tinggi bagi Aprilia.
Perubahan komposisi pembalap di beberapa tim juga turut memengaruhi dinamika ini. Dengan Jorge Martin disebut akan menggantikan posisi Quartararo di Yamaha, Aprilia justru mengambil langkah lain dengan merekrut Francesco Bagnaia dari Ducati.
Sementara itu, Marco Bezzecchi telah memastikan masa depannya dengan menandatangani perpanjangan kontrak bersama tim berbeda.
Fabio Quartararo sendiri telah menghabiskan seluruh kariernya di kelas utama MotoGP bersama Yamaha. Namun, hubungan antara keduanya terlihat semakin merenggang seiring dengan hasil yang kurang memuaskan dan meningkatnya ketegangan dalam beberapa waktu terakhir.
