GPNesia.com – Manuel González kembali menunjukkan performa impresif dengan mengamankan posisi kedua pada ajang Moto2 Prancis 2026 bersama tim Liqui Moly Dynavolt Intact GP.
Hasil tersebut memastikan dirinya naik podium dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Le Mans pada Minggu (10/5), dalam kondisi lintasan yang sedikit lembap akibat sisa hujan.
Pembalap bernomor motor #18 itu mengaku cukup menikmati jalannya lomba meski harus menghadapi situasi yang tidak sepenuhnya ideal.
Kondisi trek yang basah di beberapa bagian membuat strategi dan kontrol motor menjadi faktor penentu sepanjang balapan.
Dalam keterangannya, Manuel González menilai hari balapan tersebut sebagai salah satu yang terbaik bagi timnya karena adanya peningkatan signifikan pada performa motor.
“Saya senang karena ini adalah hari yang sangat baik bagi kami. Kami banyak meningkatkan performa motor dan saya sangat cepat,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti ambisi yang sebenarnya menargetkan kemenangan, namun situasi di lintasan berubah setelah insiden bendera merah yang memengaruhi jalannya lomba.
“Tentu saja, kami ingin berjuang untuk kemenangan, tetapi bendera merah menyebabkan kontak pada start kedua,” lanjutnya.
Kondisi tersebut membuat peluang berubah, termasuk momen ketika Alonso López berhasil menyalipnya. Meski demikian, González tetap berusaha mengejar selisih waktu yang sangat tipis hingga akhir balapan.
“Itu memungkinkan Alonso untuk menyalip saya, dan saya akhirnya kehilangan sepersepuluh detik yang saya butuhkan, meskipun saya berhasil mengejar ketertinggalan sepersepuluh detik demi sepersepuluh detik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa upaya keras yang dilakukan tetap belum cukup untuk mengubah hasil akhir. Namun, finis di posisi kedua tetap dianggap sebagai pencapaian penting bagi tim.
“Sayang sekali balapannya begitu singkat. Tetapi dengan posisi kedua, kami mencapai tujuan kami untuk finis di tiga besar. Saya berusaha untuk tidak melakukan kesalahan, meskipun saya benar-benar mendorong diri saya hingga batas maksimal. Saya juga mencoba mempelajari beberapa hal untuk masa depan, untuk saat-saat ketika kami harus berjuang lebih keras,” jelasnya.
Berdasarkan catatan GPNesia.com, Manuel González memulai balapan dari posisi kelima. Start awalnya berjalan sangat baik hingga mampu merangsek ke posisi kedua di belakang Izan Guevara. Namun, ia sempat kehilangan satu posisi setelah disalip Filip Salac.
Drama terjadi pada lap ketiga ketika bendera merah dikibarkan akibat kecelakaan yang melibatkan pembalap Forward, Jorge Navarro, di lintasan lurus start/finish.
Motornya tidak dapat segera dipindahkan dari lintasan, sehingga balapan harus dihentikan sementara.
Untuk restart, posisi pembalap dikembalikan seperti semula dengan jarak balapan yang dipangkas menjadi sembilan lap.
Pada start ulang ini, Manuel González kembali menunjukkan konsistensi dengan menempati posisi ketiga di belakang Izan Guevara dan Alonso López pada lap pertama.
Memasuki awal lap ketiga, ia berhasil melakukan manuver penting dengan menyalip López yang saat itu berada di depan. Aksi tersebut membuatnya naik ke posisi kedua dan menjadi penantang terdekat bagi pemimpin balapan, Izan Guevara.
Sejak saat itu hingga garis finis, González mampu mempertahankan ritme balap yang stabil meski tekanan terus datang dari belakang.
Ia akhirnya finis di posisi kedua dengan selisih hanya 0,566 detik dari Guevara yang keluar sebagai pemenang.
Hasil tersebut juga berdampak pada klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto2, di mana Manuel González kini memimpin dengan keunggulan 9,5 poin atas Izan Guevara setelah akhir pekan di Le Mans.
Menatap seri berikutnya di Barcelona, González menilai akan ada tantangan berbeda, terutama terkait karakter sirkuit dan pemilihan ban yang tidak sama dengan kondisi di Le Mans.
“Setelah balapan ini, kita harus memikirkan balapan selanjutnya, karena Barcelona benar-benar berbeda dari Le Mans dalam hal kondisi dan ban,” pungkasnya.
Jürgen Lingg: Podium Manuel González Bikin Le Mans Istimewa
Jürgen Lingg menegaskan bahwa Sirkuit Le Mans selalu memiliki karakter yang sangat istimewa dalam kalender balap.
Menurutnya, kondisi cuaca yang sejak awal tidak terlihat meyakinkan serta karakter trek yang unik membuat banyak hal bisa terjadi sewaktu-waktu sepanjang akhir pekan balapan.
Dalam pandangannya, akhir pekan kali ini tetap menjadi salah satu periode yang kuat bagi seluruh tim meskipun penuh tantangan.
Hal tersebut, kata Jürgen Lingg, perlu mendapat penekanan karena performa keseluruhan tim tetap menunjukkan progres positif di tengah situasi yang tidak mudah.
Ia menjelaskan bahwa sesi awal pada hari Jumat berjalan cukup baik, namun kualifikasi menjadi lebih sulit dari perkiraan.
Dalam kondisi tersebut, pembalap tim, Manuel González, masih mampu mengamankan posisi penting di detik-detik akhir meski diwarnai banyak bendera kuning yang mengganggu.
Di sisi lain, pembalap lain mereka, Senna Agius, tidak mampu melewati situasi kacau di sesi tersebut. Hal itu membuatnya kesulitan untuk meraih hasil yang lebih baik dari posisi start yang telah didapatkan.
Jürgen Lingg menilai bahwa Senna sebenarnya memiliki kecepatan yang cukup untuk bersaing di barisan depan.
Namun, kondisi balapan yang membuatnya terjebak di tengah rombongan pada awal lomba membuat peluang untuk maju menjadi sangat terbatas.
Selain itu, Senna juga mengalami masalah pada aspek aerodinamika yang berdampak signifikan terhadap performanya. Ia kehilangan kecepatan di lintasan lurus, yang kemudian memberikan efek ganda negatif di sirkuit cepat seperti Le Mans.
Meski begitu, Senna tetap menunjukkan perjuangan maksimal dan mencoba memanfaatkan situasi sebaik mungkin dalam balapan singkat tersebut. Dari perspektif tim, Jürgen Lingg menyebut hasil tersebut masih bisa diterima.
Terkait Manuel González, Jürgen Lingg menilai bahwa sang pembalap sebenarnya sangat siap untuk meraih kemenangan dalam kondisi normal.
Namun, jalannya balapan yang dipersingkat serta situasi pertarungan di lap awal membuat rencana tim menjadi terganggu.
Ia menjelaskan bahwa insiden pada awal lomba memberi kesempatan kepada para rival untuk mengambil keuntungan.
Meskipun demikian, González tetap mampu menunjukkan kecepatan yang kuat dan hampir berhasil mengejar ketertinggalan hingga akhir balapan.
Pada akhirnya, selisih waktu tipis membuat upaya tersebut belum cukup untuk mengubah hasil akhir.
Namun, menurut Jürgen Lingg, performa tersebut tetap menunjukkan kualitas tinggi dari kedua pembalapnya.
Ia juga menegaskan bahwa tim harus terus mempertahankan konsistensi, menjaga fokus, dan menghindari kesalahan di seri-seri berikutnya.
Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh kru atas kerja keras yang kembali membuahkan hasil positif.
Menurutnya, tim masih berada dalam posisi memimpin klasemen pembalap dan tim, serta kini mulai mengalihkan fokus ke seri Moto2 berikutnya di Barcelona yang akan menghadirkan tantangan berbeda.
