GPNesia.com – Balapan Moto2 Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans menghadirkan drama singkat namun penuh ketegangan setelah bendera merah dikibarkan lebih awal.
Dalam balapan yang akhirnya hanya menyisakan sembilan lap dari rencana awal 14 lap akibat kondisi cuaca yang berubah-ubah, pembalap Tim CFMOTO Inde Aspar, David Alonso, berhasil mengamankan posisi kelima meski masih berjuang dengan kondisi fisik pada bahu kanannya.
Sejak awal akhir pekan, atmosfer di paddock sudah dipenuhi ketidakpastian terkait cuaca yang bisa berubah kapan saja. Kondisi tersebut akhirnya benar-benar memengaruhi jalannya balapan utama kelas menengah Moto2.
Setelah start sempat tertunda dan balapan dipangkas menjadi 14 lap, insiden besar di lap pertama membuat salah satu pembalap, Daniel Holgado, mengalami kecelakaan keras yang kemudian turut berperan dalam keputusan pengibaran bendera merah.
Meski sempat terlihat seperti akhir dari balapan bagi beberapa pihak, situasi berubah cepat ketika race direction memberikan kesempatan restart.
Tim CFMOTO Inde Aspar bergerak sangat cepat di garasi untuk memulihkan motor Holgado agar bisa kembali ke lintasan.
Dalam momen yang menegangkan, mereka bahkan berhasil mengeluarkan motor tepat sebelum pit lane ditutup kembali, memungkinkan sang pembalap kembali ambil bagian dalam balapan yang akhirnya dipersingkat menjadi sembilan lap.
Dalam restart tersebut, David Alonso tampil cukup solid di tengah keterbatasan fisik yang masih ia rasakan.
Pembalap muda tersebut diketahui masih dalam proses pemulihan dari masalah pada bahu kanannya, namun kondisi cuaca kering yang terjadi justru sedikit membantunya mengontrol risiko di lintasan.
Dengan jumlah lap yang lebih singkat, ia bisa memaksimalkan tenaga sejak awal tanpa harus terlalu lama menahan beban fisik yang berat.
Balapan sendiri berlangsung intens sejak restart. Para pembalap di barisan depan langsung tancap gas dalam sprint race singkat tersebut.
Izan Guevara akhirnya keluar sebagai pemenang di Le Mans setelah tampil konsisten dan agresif, disusul oleh Manu González di posisi kedua serta Iván Ortolá yang melengkapi podium di urutan ketiga.
Sementara itu, persaingan di belakang podium juga berlangsung ketat, termasuk upaya Alonso yang sempat mencoba mendekati posisi keempat sebelum akhirnya memilih bermain aman.
Keputusan tersebut diambil karena risiko yang meningkat di tengah kondisi balapan yang sangat singkat dan penuh tekanan.
David Alonso yang terus menjaga ritme akhirnya memutuskan untuk mengamankan posisi kelima dengan selisih waktu sekitar +5,165 detik dari pemimpin balapan.
Strategi ini dinilai tepat mengingat kondisi fisiknya yang belum sepenuhnya pulih serta situasi lintasan yang masih cukup menantang meski sudah dinyatakan kering.
Dalam pernyataannya usai balapan, ia menekankan bahwa keputusan strategi sangat dipengaruhi oleh perubahan cuaca yang tidak menentu hingga detik terakhir sebelum start.
Ia juga mengakui bahwa kondisi kering memberikan keuntungan karena mengurangi risiko kecelakaan, terutama bagi kondisi bahunya.
Menurutnya, balapan yang hanya berlangsung sembilan lap justru membuatnya lebih mudah mengelola tekanan fisik dan fokus pada hasil akhir.
Sementara itu, rekan setimnya Dani Holgado menjalani hari yang jauh lebih berat. Setelah mengalami kecelakaan parah di lap pertama yang membuatnya mengalami cedera pada lengan kiri, ia sempat mendapat kesempatan kembali ke balapan berkat kerja cepat tim.
Meski akhirnya mampu menyentuh garis finis di posisi kesebelas dan mengamankan poin, hasil tersebut tidak bertahan lama setelah ia didiskualifikasi karena motornya tidak dilengkapi spatbor depan saat start ulang.
Holgado mengungkapkan bahwa balapan tersebut sangat sulit baginya, terutama karena ia harus menahan rasa sakit di tengah kondisi fisik yang tidak ideal.
Ia juga menyebut bahwa situasi seperti ini memang bagian dari dunia balap, di mana hasil tidak selalu mencerminkan usaha keras yang sudah dilakukan tim.
Di sisi lain, David Alonso menutup akhir pekan di Prancis dengan catatan positif meskipun belum mencapai performa maksimal.
Ia menegaskan bahwa masih ada kekurangan dari sisi kecepatan, namun tetap optimistis karena berhasil menambah poin penting untuk klasemen dan mendapatkan pengalaman berharga dalam menghadapi situasi balapan yang tidak menentu.
Fokusnya kini tertuju pada persiapan menuju seri berikutnya di Barcelona, dengan harapan kondisi fisiknya bisa lebih baik dan performanya meningkat.
Dengan hasil ini, CFMOTO Inde Aspar membawa pulang pelajaran penting dari balapan singkat penuh drama di Le Mans, baik dari sisi strategi, ketahanan fisik, maupun adaptasi terhadap kondisi ekstrem yang berubah dengan cepat di Moto2 Prancis 2026.
