GPNesia.com – Semangat kesetaraan gender di arena otomotif Indonesia kembali mendapat panggung besar menjelang penyelenggaraan Mandalika Kartini Race 2026 yang kian dekat.
Ajang balap khusus pembalap wanita Indonesia ini tidak hanya dipandang sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai simbol kuat perjuangan emansipasi di sektor motorsport nasional.
Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, terlihat turun langsung memantau sesi persiapan para pembalap perempuan yang saat ini tengah menjalani latihan menggunakan simulator di The Paddock by Racelab Sim Racing, Jakarta.
Kunjungan tersebut menegaskan keseriusan penyelenggara dalam memastikan kesiapan teknis para peserta sebelum turun ke lintasan sesungguhnya.
Latihan simulator ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan menuju balapan yang akan digelar pada 1–3 Mei 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit.
Dalam sesi tersebut, para pembalap mempelajari detail karakter sirkuit, mulai dari pola tikungan, titik pengereman, hingga strategi penguasaan kendaraan di berbagai kondisi lintasan.
Beberapa nama pembalap wanita Indonesia berpengalaman turut ambil bagian dalam sesi ini, seperti Alexandra Asmasoebrata, Alinka Hardianti, dan Clio Tjonadi.
Ketiganya dikenal sebagai representasi pembalap wanita Indonesia dengan pengalaman balap yang telah teruji di level nasional maupun internasional, sehingga kehadiran mereka memberi warna tersendiri dalam persiapan kompetisi.
Priandhi Satria menegaskan bahwa penggunaan simulator bukan sekadar formalitas, melainkan tahapan strategis untuk meningkatkan kesiapan para racer.
Menurutnya, pemahaman terhadap karakter sirkuit dan kendaraan menjadi kunci utama sebelum menghadapi persaingan sesungguhnya di lintasan.
“Latihan ini sangat penting untuk mengenal sirkuit dan kendaraan. Dengan demikian, ketika balapan berlangsung mereka sudah memiliki kesiapan teknis yang lebih matang,” ujarnya pada Senin, 20 April 2026.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis simulasi ini juga membantu pembalap dalam menyusun strategi balap yang lebih presisi, termasuk dalam mengatur ritme kecepatan dan efisiensi pengereman.
Mandalika Kartini Race 2026 sendiri akan menjadi bagian dari rangkaian GT World Challenge Asia 2026 dalam ajang Mandalika Festival of Speed.
Konsep yang diusung adalah one make race dengan penggunaan mobil Toyota Agya, sehingga seluruh peserta berada dalam kondisi teknis kendaraan yang setara tanpa adanya keunggulan mesin.
Dengan format tersebut, kompetisi diharapkan benar-benar menonjolkan kemampuan individu pembalap, baik dari sisi teknik mengemudi, konsistensi, maupun kecerdikan dalam menyusun strategi selama balapan berlangsung.
Di sisi lain, ajang ini juga membawa misi yang lebih luas dari sekadar perlombaan kecepatan. Program ini menjadi bagian dari inisiatif Women in Motorsport yang diinisiasi oleh MGPA bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI), dengan tujuan memperluas ruang partisipasi perempuan di dunia balap yang selama ini didominasi oleh laki-laki.
Chairman Krida Agya Kartini Race, Fitri Hartini, juga turut mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan dan menyaksikan langsung aksi para “Kartini Racer” di Mandalika.
Ia menekankan bahwa ajang ini bukan hanya tentang siapa yang tercepat, tetapi juga tentang keberanian perempuan untuk menembus batasan sosial dan stereotip di dunia otomotif.
Selain menghadirkan persaingan ketat di lintasan, penyelenggara juga merancang event ini sebagai sarana promosi pariwisata Indonesia.
Desain livery kendaraan akan mengangkat berbagai destinasi unggulan tanah air, sehingga memberikan nilai tambah dari sisi budaya dan pariwisata.
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, Mandalika Kartini Race 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi pembalap wanita Indonesia.
Ajang ini juga diproyeksikan menjadi tontonan motorsport yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga inspiratif bagi generasi muda di seluruh tanah air.
Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook







