GPNesia.com – Red Bull Racing mengakui bahwa keputusan mereka untuk terus mengembangkan mobil Formula 1 musim 2025 hingga akhir musim membawa dampak yang harus ditanggung pada awal era regulasi berikutnya.
Tim yang dipimpin oleh Laurent Mekies tersebut menilai langkah itu tetap tepat meski berujung pada penurunan performa di awal musim berikutnya.
Fokus penuh pada pengembangan RB21 di penghujung 2025 dilakukan ketika Max Verstappen masih berpeluang mempertahankan gelar juara dunia kelimanya secara beruntun. Strategi itu sempat membuat persaingan gelar tetap terbuka hingga balapan penutup musim di Abu Dhabi.
Namun, Verstappen akhirnya harus mengakui keunggulan Lando Norris dari McLaren dengan selisih hanya dua poin dalam pertarungan yang berlangsung ketat.
Konsekuensi dari pilihan tersebut mulai terasa di musim berikutnya. Red Bull tampil kurang kompetitif pada tiga seri awal, bahkan tercecer di posisi enam klasemen konstruktor.
Verstappen sendiri juga mengalami awal musim yang berat dengan hanya mengumpulkan 12 poin dan berada di posisi kedelapan klasemen pembalap.
Dalam penjelasannya di podcast Beyond the Grid, Laurent Mekies menyebut bahwa keputusan tersebut memang memiliki dampak terhadap fondasi awal mobil di musim baru.
Ia menegaskan bahwa sumber daya yang dialihkan ke pengembangan akhir musim lalu turut memengaruhi kesiapan tim, meski hal itu bukan dijadikan alasan atas hasil yang didapat.
Menurutnya, Red Bull tetap meyakini langkah tersebut sebagai strategi yang benar. Ia menilai bahwa beralih terlalu cepat ke regulasi baru tanpa memahami batasan mobil lama justru bisa menjadi kesalahan.
Meski mengakui adanya dampak, ia menegaskan tim tidak mencari pembenaran atas performa yang menurun.
Laurent Mekies juga menekankan bahwa tim tidak berada dalam fase transisi, melainkan tetap mengusung pendekatan agresif untuk kembali ke papan atas.
Ia menggambarkan suasana di markas Milton Keynes sebagai penuh semangat dan dorongan kuat dari setiap departemen untuk segera mengembalikan daya saing mobil.
Dengan situasi tersebut, Red Bull kini berupaya keras mempercepat pemahaman teknis dan pengembangan agar dapat mengungguli para rivalnya.
Target utama mereka adalah kembali ke performa puncak dan bersaing secara konsisten di barisan depan sepanjang musim.
Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook







