GPNesia.com – Pembalap asal Selandia Baru, Liam Lawson, menjalani jeda balapan yang cukup tidak biasa setelah Grand Prix Jepang di Suzuka 2026.
Di tengah padatnya jadwal Formula 1 yang menuntut mobilitas tinggi lintas negara, ia terpaksa menyelesaikan urusan administratif penting, yakni penggantian paspor baru karena halaman dokumen lamanya telah habis.
Situasi tersebut bukanlah hal yang mengejutkan, mengingat intensitas perjalanan yang harus dijalani Lawson sepanjang musim.
Selain berpindah dari satu seri Grand Prix ke seri lainnya, ia juga kerap melakukan perjalanan tambahan ke markas tim Racing Bulls di Faenza, Italia, serta menjalani sesi simulasi di Inggris.
Mobilitas tinggi tersebut membuat halaman paspornya cepat penuh hingga tidak lagi memadai untuk perjalanan internasional yang berkelanjutan.
Usai balapan di Suzuka, Liam Lawson memanfaatkan jeda yang tidak terjadwal pada bulan April untuk kembali ke Selandia Baru.
Selain untuk beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga, ia juga menyelesaikan proses penggantian paspor agar dapat kembali melakukan perjalanan tanpa hambatan pada sisa musim Formula 1.
Beruntung bagi Lawson dan tim Racing Bulls, proses pengurusan dokumen tersebut berjalan lancar.
Hal ini memastikan bahwa ia tetap dapat melanjutkan mobilitasnya untuk agenda balapan dan kegiatan tim hingga akhir musim.
Dalam keterangannya kepada media termasuk RacingNews365, Lawson menjelaskan situasi yang dialaminya.
“Ya, ini sangat baik. Jujur saja, saya berada di Selandia Baru lebih dari seminggu, jadi saya harus mendapatkan paspor baru, dan itu berhasil, jadi saya bisa bepergian untuk sisa musim ini, yang mana sangat bagus. Halaman paspor kami memang cepat terisi, jadi ini sudah kedua kalinya saya harus melakukannya.”
Dalam kesempatan yang sama, Liam Lawson juga menceritakan aktivitasnya selama berada di kampung halaman.
Waktu tersebut ia gunakan tidak hanya untuk urusan administrasi, tetapi juga untuk pemulihan fisik dan kebersamaan dengan keluarga.
“Tapi ya, saya menghabiskan banyak waktu bersama keluarga. Jelas, saya tidak sering bertemu mereka, dan saya berlatih. Saya memiliki lintasan motor trail di sana, jadi saya banyak berkendara. Dan itu sangat santai, sangat menyegarkan, jadi menyenangkan bisa pulang sebentar.”
Meski berada dalam suasana istirahat, Lawson tetap menyadari pentingnya persiapan menuju agenda balapan berikutnya, khususnya Grand Prix Miami. Ia menegaskan bahwa masa jeda juga digunakan secara strategis untuk memastikan kesiapan tim.
“Tapi tentunya, akan ada saat-saat di jeda ini di mana kami menggunakan waktu ini untuk memaksimalkan persiapan untuk Miami. Banyak tim akan membawa barang baru, dan kami akan siap untuk itu.”
Ia juga menambahkan bahwa sebagian besar waktu persiapan teknis akan dilakukan di Eropa, terutama di Faenza dan Inggris, melalui sesi simulasi yang telah dijadwalkan dalam satu hingga dua minggu ke depan.
Dengan selesainya urusan paspor tersebut, Liam Lawson kini dapat kembali fokus menjalani sisa musim Formula 1 tanpa hambatan administratif, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi rangkaian balapan berikutnya bersama Racing Bulls.
Baca berita terbaru hari ini seputar MotoGP, Moto2, Moto3, F1 dan Otomotif di GPNesia.com melalui Google News + Facebook
