Example floating
Example floating

Lando Norris Redam Target Tinggi Jelang GP Barcelona-Catalunya 2026

Avatar photo
Lando Norris Redam Target Tinggi Jelang GP Barcelona-Catalunya 2026
FOTO: FORMULA1.COM

GPNesia.comLando Norris memilih untuk bersikap realistis menjelang balapan Grand Prix Barcelona-Catalunya 2026 setelah mengamankan posisi keempat pada sesi kualifikasi.

Pembalap McLaren itu menegaskan timnya masih harus bekerja sangat keras jika ingin menantang para rival yang berada di depan pada balapan hari Minggu.

Setelah melewati dua akhir pekan yang mengecewakan akibat gagal finis di Kanada dan Monako, juara dunia bertahan tersebut datang ke Spanyol dengan harapan dapat kembali menemukan performa terbaiknya dan mengumpulkan poin penting.

Persiapannya sempat terganggu karena tidak mengikuti sesi latihan bebas pertama (FP1), yang diberikan kepada pembalap rookie Leonardo Fornaroli.

Meski demikian, absennya dari FP1 tidak berdampak besar terhadap kecepatannya. Norris langsung menunjukkan daya saing ketika mencatat waktu tercepat pada FP2 dan melanjutkan performa positif tersebut dengan menempati posisi keempat pada sesi latihan terakhir.

Penampilan kuat itu berlanjut hingga sesi kualifikasi. Namun, upaya pertamanya di Q3 harus terhenti setelah bendera merah dikibarkan menyusul insiden yang melibatkan pembalap Ferrari, Charles Leclerc, yang menabrak pembatas lintasan.

Situasi tersebut membuat Norris hanya memiliki sedikit waktu untuk membukukan catatan lap yang kompetitif.

Pada akhirnya, ia harus puas berada di urutan keempat setelah tertinggal sangat tipis, hanya 0,003 detik dari Kimi Antonelli. Hasil itu tetap membuka peluang baginya untuk bersaing memperebutkan podium saat balapan dimulai pukul 15.00 waktu setempat.

“Lap kedua menjadi satu-satunya kesempatan saya untuk mencatat waktu putaran. Dalam kondisi seperti itu, Anda tentu tidak bisa mengambil risiko yang sama seperti saat mencoba lap pertama,” ujar Lando Norris.

Ia mengakui keberuntungan belum sepenuhnya berpihak kepadanya pada sesi penentuan posisi start tersebut.

BACA JUGA:  Nasib Sial Max Verstappen di F1 GP Australia 2024

“Jika ditanya apakah saya bisa lebih cepat tiga per seribu detik, saya akan mengatakan bisa. Namun Kimi mungkin juga akan mengatakan hal yang sama dan merasa bisa lebih cepat dua atau tiga persepuluh detik. Jadi kami harus menerima hasil hari ini karena saya merasa sudah menjalani beberapa lap yang cukup baik,” katanya.

Meski bertekad tampil maksimal, Lando Norris menilai jarak performa antara McLaren dan para pembalap terdepan masih cukup besar. Menurutnya, selisih waktu yang mencapai sekitar tiga setengah persepuluh detik menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam performa mobil.

“Saya tentu ingin bertarung dengan para pembalap di depan. Namun jaraknya cukup besar. Jika hanya sekitar sepersepuluh detik dari pole position, mungkin ceritanya berbeda. Tetapi ketika selisihnya mencapai tiga setengah persepuluh detik, itu menunjukkan mereka memiliki cengkeraman yang lebih baik,” jelasnya.

Norris juga menilai para pesaing memiliki mobil yang lebih seimbang, sesuatu yang sangat penting di Sirkuit Barcelona-Catalunya yang dikenal menuntut pengelolaan ban secara optimal.

“Hal itu berarti mereka memiliki keseimbangan mobil yang lebih baik. Pada balapan seperti besok, semuanya bergantung pada degradasi ban, menjaga mobil tetap halus, serta mempertahankan temperatur ban agar tetap ideal. Itu akan menjadi tantangan besar untuk dikalahkan,” tuturnya.

Pembalap asal Inggris tersebut bahkan menyebut McLaren harus mengambil risiko lebih besar jika ingin memberikan tekanan kepada para rival.

“Jika kami ingin bersaing besok, kami harus memaksakan segalanya semaksimal mungkin. Konsekuensinya, ban bisa lebih cepat panas dan mungkin saja kami harus melakukan lima kali pit stop. Saya pikir akan sulit menandingi pembalap di depan, tetapi jika ada peluang, kami akan mencoba memanfaatkannya, terutama dengan lintasan lurus panjang menuju Tikungan 1.”

BACA JUGA:  Lance Stroll Ikut GT World Challenge di Paul Ricard

Meski demikian, fokus utama tim saat ini tetap mengoptimalkan perolehan poin dan memaksimalkan peluang yang ada tanpa terbebani target yang terlalu tinggi.

“Kami hanya ingin memaksimalkan hasil yang bisa dicapai dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin tanpa memaksakan diri mengejar sesuatu yang berada di luar ekspektasi kami,” ujar Lando Norris.

Oscar Piastri Realistis

Di sisi lain, rekan setim Norris, Oscar Piastri, juga mengambil pendekatan yang realistis menjelang balapan sepanjang 66 lap tersebut. Piastri, yang musim lalu berhasil memenangi balapan dari posisi pole, kali ini harus memulai lomba dari posisi ketujuh.

Pembalap Australia itu kehilangan beberapa posisi setelah disalip Isack Hadjar pada fase akhir Q3. Catatan waktunya terpaut sekitar empat persepuluh detik dari torehan pole position milik George Russell.

Saat menanggapi hasil kualifikasinya, Piastri mengaku sebenarnya menjalani lap yang cukup baik hingga memasuki sektor terakhir.

“Itu merupakan putaran yang bagus sampai sektor terakhir. Saya tidak benar-benar tahu ke mana waktu itu hilang, tetapi hingga titik tersebut saya merasa lap saya cukup kuat,” kata Piastri.

Ia menyesalkan peluang yang hilang di penghujung lap, terutama karena persaingan pada sesi kualifikasi berlangsung sangat ketat.

“Perbedaannya sangat tipis. Seharusnya saya bisa memanfaatkan sedikit keuntungan yang saya miliki. Sayang sekali hasilnya seperti ini, tetapi sekarang kami harus melihat bagaimana jalannya balapan besok,” ujarnya.

Menurut Piastri, balapan akan menjadi gambaran yang lebih akurat mengenai kekuatan masing-masing tim karena faktor kecepatan dalam satu stint penuh akan lebih menentukan dibandingkan performa satu lap saat kualifikasi.

“Balapan akan menjadi ujian sesungguhnya untuk melihat kecepatan mobil dalam jangka panjang, bukan hanya dalam satu lap cepat. Jadi kita lihat saja apa yang bisa kami lakukan,” ucapnya.

BACA JUGA:  Lando Norris Bangga Ukir Rekor McLaren Jelang Grand Prix ke-1000

Ia juga menyoroti tingginya degradasi ban yang diperkirakan terjadi sepanjang lomba, sesuatu yang membuat prediksi kekuatan setiap tim menjadi lebih sulit.

“Kami belum melihat bagaimana performa semua tim dalam kondisi seperti ini di sirkuit dengan tingkat degradasi ban yang sangat tinggi. Saya pikir Mercedes akan sangat kuat, Ferrari juga berpotensi tampil kompetitif. Sementara untuk kami, saat ini masih cukup sulit untuk mengetahui posisi sebenarnya,” pungkas Piastri.

Minggu, 14 Juni 2026

Dua CFMOTO Aspar Team Tembus Lima Besar Moto2 Hungaria 2026

Lando Norris realistis usai start P4 di GP Barcelona-Catalunya 2026. Pembalap McLaren fokus raih poin saat menghadapi persaingan ketat.

Minggu, 14 Juni 2026

Senna Agius Tembus Podium di Moto2 Hungaria 2026 Balaton Park

Lando Norris realistis usai start P4 di GP Barcelona-Catalunya 2026. Pembalap McLaren fokus raih poin saat menghadapi persaingan ketat.

Minggu, 14 Juni 2026

Filip Salač Amankan Podium Kedua Usai Kalah Lawan Gonzalez di Hungaria

Lando Norris realistis usai start P4 di GP Barcelona-Catalunya 2026. Pembalap McLaren fokus raih poin saat menghadapi persaingan ketat.

Minggu, 14 Juni 2026

Alvaro Carpe Disorot di Moto3 Hungaria 2026 Usai Insiden dengan David Munoz

Lando Norris realistis usai start P4 di GP Barcelona-Catalunya 2026. Pembalap McLaren fokus raih poin saat menghadapi persaingan ketat.

Minggu, 14 Juni 2026

Sensasi Diogo Moreira di Balaton Park Goyang Strategi Masa Depan Honda

Lando Norris realistis usai start P4 di GP Barcelona-Catalunya 2026. Pembalap McLaren fokus raih poin saat menghadapi persaingan ketat.

Minggu, 14 Juni 2026

Ketegasan Nadia Padovani dan Aturan Ketat Bagi Marc Marquez di Gresini Racing

Lando Norris realistis usai start P4 di GP Barcelona-Catalunya 2026. Pembalap McLaren fokus raih poin saat menghadapi persaingan ketat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *