GPNesia.com – Pembalap pabrikan Monster Energy Aprilia Racing, Jorge Martin, mengakui dirinya masih berusaha keluar dari bayang-bayang rangkaian kecelakaan yang dialaminya pada GP Catalunya.
Insiden yang terjadi di Barcelona tersebut meninggalkan dampak tidak hanya pada kondisi fisik, tetapi juga terhadap kepercayaan dirinya saat kembali menjalani akhir pekan balapan MotoGP.
Menjelang Grand Prix Italia yang digelar di Mugello Circuit pada Minggu (31/5/2026), Jorge Martin menjalani hari pertama yang cukup positif.
Meski demikian, pembalap asal Spanyol itu mengakui bahwa proses untuk mengembalikan keyakinan saat mengendarai motor masih menjadi pekerjaan besar setelah mengalami enam kali kecelakaan dalam empat hari selama rangkaian balapan dan tes di Barcelona.
Pada sesi Latihan hari Jumat, Jorge Martin harus mengerahkan kemampuan terbaiknya hingga putaran terakhir demi mengamankan tiket langsung ke sesi Q2 yang akan berlangsung pada Sabtu.
Upaya tersebut berhasil membawanya menempati posisi kedelapan tercepat dan memastikan tempat di sesi penentuan grid tanpa harus melalui Q1.
Meski hasil tersebut cukup memuaskan, Martin mengungkapkan bahwa dampak psikologis dari kecelakaan beruntun masih terasa kuat.
Juara dunia MotoGP musim 2024 itu mengakui setiap kali berada di atas motor, bayangan untuk kembali terjatuh masih terus menghantuinya.
“Setelah semua kecelakaan itu, saya selalu merasa seolah-olah akan terjatuh lagi,” ungkapnya.
“Saya harus bekerja pada kepercayaan diri saya. Saya sudah terbiasa dengan kecelakaan. Ini adalah bagian dari olahraga kami. Namun, ketika Anda terjatuh enam kali, Anda kehilangan kepercayaan diri.”
THIS SHOT THOUGH 🔥#ItalianGP 🇮🇹 pic.twitter.com/Ss3dwYbbxt
— MotoGP™🏁 (@MotoGP) May 29, 2026
Pengalaman tersebut membuatnya harus bekerja lebih keras dibanding biasanya untuk menemukan kembali ritme dan rasa nyaman saat memacu motor di lintasan.
Menurutnya, membangun ulang kepercayaan diri setelah serangkaian insiden bukanlah proses yang bisa dilakukan secara instan.
Martin juga menceritakan tekanan besar yang dirasakannya saat menjalani putaran penentuan pada sesi Latihan.
Setelah sempat terganggu oleh bendera merah dan situasi lalu lintas di lintasan, ia harus memaksimalkan kesempatan terakhir yang tersedia untuk mencatat waktu kompetitif.
“Hari ini saya merasa mendorong batas kemampuan saya. Saya melakukan putaran 1 menit 45,132 detik tanpa bernapas,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa fokus penuh untuk mendapatkan catatan waktu terbaik membuatnya bahkan lupa mengatur pernapasan dengan baik selama lap tersebut.
Setelah menyelesaikan putaran, kondisi fisiknya langsung terkuras dan ia mengalami kesulitan bernapas akibat usaha maksimal yang telah dikeluarkan.
Menurut Martin, situasi seperti itu merupakan bagian dari tuntutan yang harus dihadapi para pembalap MotoGP ketika berusaha mencapai performa terbaik.
Tekanan untuk tampil kompetitif sering kali memaksa pembalap mengeluarkan seluruh kemampuan fisik maupun mental dalam waktu yang sangat singkat.
Selain persoalan mental, Jorge Martin juga masih beradaptasi dengan kondisi fisiknya setelah kecelakaan terakhir yang dialami di Barcelona.
Ia mengungkapkan bahwa rasa sakit masih cukup terasa ketika memulai aktivitas pada pagi hari, meskipun kondisinya berangsur membaik seiring berjalannya waktu.
Meski demikian, ia memastikan tetap mampu menjalani program balapan sepanjang akhir pekan di Mugello. Untuk membantu mengendalikan rasa nyeri yang masih muncul, Martin mengakui kemungkinan besar akan menggunakan obat penghilang rasa sakit.
“Ya, tentu saja, saya akan mengambil sesuatu. Saya merasa cukup baik, tetapi, Anda tahu, rasa sakitnya semakin parah dan saya perlu mengendalikannya,” ujar Martin.
Dengan kondisi yang belum sepenuhnya pulih, baik dari sisi fisik maupun mental, pembalap Aprilia tersebut tetap menunjukkan tekad kuat untuk bersaing di Grand Prix Italia.
Hasil positif pada hari pertama menjadi modal penting baginya untuk terus membangun kembali kepercayaan diri setelah melewati periode sulit akibat rentetan kecelakaan di Barcelona.
