Hakim Danish Optimis Kompetitif dan Pasang Target Tinggi di Moto3 Catalunya 2026

Hakim Danish Moto3 Malaysia
FOTO: INSTAGRAM @HAKIMDANISH_13

GPNesia.com – Pembalap muda tim MSI asal Malaysia, Hakim Danish, memasang target tinggi menjelang Moto3 Catalunya 2026 yang akan berlangsung di Sirkuit Catalunya akhir pekan ini.

Setelah meraih hasil kurang memuaskan pada seri sebelumnya di Moto3 Prancis 2026, pembalap berusia 18 tahun tersebut bertekad tampil lebih kompetitif dan kembali bersaing di kelompok depan.

Pada balapan di Le Mans, Hakim Danish hanya mampu menyelesaikan lomba di posisi ke-10 meski sempat menunjukkan performa menjanjikan sejak sesi latihan bebas.

Hasil itu membuat pembalap kelahiran Terengganu tersebut melakukan evaluasi menyeluruh demi mendapatkan hasil lebih baik di Catalunya.

Modal penting dimiliki Hakim Danish untuk menghadapi seri kali ini. Ia memiliki pengalaman cukup panjang di Sirkuit Catalunya saat tampil di ajang FIM JuniorGP dan European Talent Cup.

Sebelum turun pada Moto3 Catalunya 2026, dirinya tercatat sudah tujuh kali membalap di lintasan tersebut sehingga cukup memahami karakter trek.

“Saya tetap bersyukur dapat membawa pulang poin dari Le Mans ketika banyak pembalap lain gagal menyelesaikan balapan. Sekarang fokus saya hanya pada satu hal, balapan Catalunya,” ujar Hakim Danish seperti dikutip dari Kosmo.

Pembalap muda Malaysia itu mengaku memiliki kenangan positif di Sirkuit Catalunya. Pengalaman tersebut menjadi tambahan kepercayaan diri untuk menghadapi persaingan ketat Moto3 musim ini.

“Saya memiliki kenangan yang cukup baik di sana dan itu memberi saya kepercayaan diri ekstra. Saya ingin tampil lebih baik dan jika semuanya berjalan lancar, saya yakin kita bisa bersaing lebih dekat dengan kelompok terdepan,” lanjut Hakim Danish.

Selain mengandalkan pengalaman, Hakim Danish juga membawa pelajaran penting dari balapan di Prancis, terutama soal pengaturan motor dalam kondisi cuaca sulit.

Menurutnya, seri di Le Mans memberikan pemahaman berharga mengenai cara menjaga ketenangan ketika balapan berlangsung tidak ideal.

“Le Mans mengajari saya banyak hal tentang bagaimana tetap tenang dalam kondisi yang sangat sulit. Terkadang dalam balapan, bukan pembalap tercepat yang menang, tetapi pembalap yang paling cerdas dalam mengelola risiko,” tutur Hakim.

Ia juga mengakui performa tim sebenarnya cukup kompetitif sepanjang akhir pekan di Prancis. Namun, pengaturan motor saat hujan masih menjadi kelemahan yang harus segera diperbaiki sebelum tampil di Catalunya.

“Saya kecewa karena kami sebenarnya memiliki kecepatan yang sangat bagus sepanjang akhir pekan, tetapi pengaturan di tengah hujan tidak begitu bagus,” kata Hakim Danish.

Add as preferred source on Google
Exit mobile version