GPNesia.com – Persaingan Moto3 musim 2026 kembali menjadi sorotan utama jelang digelarnya seri Moto3 Catalunya 2026 yang akan berlangsung pada 15–17 Mei di Sirkuit Circuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol.
Salah satu nama yang paling disorot adalah pembalap muda berbakat yang kini tengah naik daun, yakni Maximo Quiles, yang datang dengan kepercayaan diri tinggi sekaligus membawa ambisi besar untuk kembali meraih hasil maksimal.
Sebagai salah satu penantang terkuat dalam perebutan gelar, Maximo Quiles memasuki seri keenam musim ini setelah mencatatkan performa impresif pada balapan sebelumnya di Le Mans, Prancis.
Dalam kondisi lintasan basah, ia tampil dominan sejak awal balapan dan berhasil mempertahankan posisinya di barisan depan hingga finis tanpa gangguan berarti dari para pesaingnya. Kemenangan tersebut menjadi salah satu bukti konsistensi performanya di musim ini.
Hasil gemilang di Prancis menambah catatan kemenangan sang pembalap menjadi tiga kali pada musim 2026, setelah sebelumnya ia juga sukses meraih podium tertinggi di Brasil dan Spanyol.
Dengan pencapaian tersebut, posisi Maximo Quiles di puncak klasemen sementara semakin kokoh dan menjadikannya kandidat kuat dalam perebutan gelar juara dunia Moto3 musim ini.
Memasuki Moto3 Catalunya 2026, suasana positif jelas mengiringi langkah Maximo Quiles. Kemenangan penting di Le Mans menjadi dorongan moral besar yang membuatnya semakin percaya diri menghadapi seri di tanah Spanyol.
Namun demikian, ia tetap menegaskan bahwa persaingan belum berakhir dan semua rival masih memiliki peluang yang sama untuk bersaing di lintasan.
Dalam pernyataannya, Quiles mengungkapkan rasa puas atas hasil yang diraih di Prancis, namun ia menekankan bahwa fokus utama kini adalah menjaga konsistensi.
Ia menyebut bahwa setiap balapan harus dijalani dengan pendekatan bertahap agar performa tetap stabil di setiap sesi.
Ia juga menambahkan bahwa kerja sama dengan tim menjadi faktor penting dalam mempertahankan momentum positif yang telah dibangun sejauh ini.
“Saya sangat senang setelah kemenangan yang saya dapatkan di Prancis. Saya tiba di Barcelona dengan motivasi tinggi dan tentunya ingin mendapatkan hasil lebih,” ujar Quiles melalui laman resmi Aspar Team.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menegaskan bahwa ambisi besar yang dimilikinya tidak akan mudah dicapai tanpa kerja keras dan konsentrasi penuh sejak sesi latihan awal.
Menurutnya, setiap detail kecil dalam persiapan akan sangat menentukan hasil akhir di lintasan. Ia menegaskan kembali bahwa kunci sukses adalah menjaga fokus di setiap tahap balapan.
“Namun untuk terus menambah catatan positif ini, saya harus fokus dan melakukannya selangkah demi selangkah. Saya akan melanjutkan pekerjaan ini bersama tim saya dengan cara yang sama di setiap sesi,” tambahnya.
Pernyataan tegas dari Maximo Quiles juga menjadi sinyal kuat bagi para pesaingnya di kelas Moto3 musim 2026. Salah satu rival yang turut menjadi sorotan adalah rookie berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, yang juga menunjukkan performa menjanjikan sejak awal musim.
Veda, yang memperkuat Honda Team Asia, datang ke seri Catalunya dengan modal positif setelah finis di posisi keempat pada balapan di Le Mans.
Sebagai pendatang baru, ia mampu menunjukkan konsistensi luar biasa dengan rutin menembus posisi 10 besar sepanjang musim berjalan.
Tidak hanya itu, Veda juga telah mengoleksi satu podium penting ketika tampil di Brasil, memperkuat reputasinya sebagai salah satu rookie paling menjanjikan di grid Moto3 2026.
Satu-satunya hasil kurang maksimal yang ia alami sejauh ini terjadi saat balapan di Circuit of The Americas, Amerika Serikat, ketika ia mengalami insiden kecelakaan yang membuatnya gagal menyelesaikan lomba.
Di sisi lain, sorotan terhadap Maximo Quiles juga semakin meningkat setelah ia memberikan pernyataan dalam wawancara dengan pengamat MotoGP, Manuel Pecino.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengendurkan ambisi meski telah berada dalam performa dominan.
Ia bahkan menolak anggapan untuk beristirahat di tengah musim seperti yang pernah dilakukan legenda MotoGP Angel Nieto pada masa kejayaannya.
Menurutnya, era balapan saat ini sudah berbeda dan ia lebih memilih untuk terus berlomba demi mencetak sejarah baru.
“Saya tidak ingin berhenti. Itu adalah era yang berbeda. Saya ingin memecahkan rekor dan menciptakan sejarah, itulah target saya, dan saya juga ingin berbeda,” tegasnya dalam pernyataan yang dikutip dari Motosan.
Dengan ambisi besar tersebut, Maximo Quiles kembali menjadi pusat perhatian jelang Moto3 Catalunya 2026.
Konsistensi, kecepatan, dan mental juara akan kembali diuji di salah satu sirkuit paling ikonik dalam kalender balap musim ini.
Nama Maximo Quiles pun semakin menguat sebagai salah satu kandidat utama dalam perebutan gelar juara dunia Moto3 2026, sekaligus ancaman nyata bagi seluruh rivalnya di lintasan.
