GPNesia.com – GP Catalunya 2026 diprediksi menjadi salah satu seri penting bagi pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, dalam perburuan hasil terbaik di kelas Moto3 musim ini.
Seri keenam Moto3 yang berlangsung di Circuit de Barcelona-Catalunya itu dinilai membuka peluang besar bagi Veda untuk bersaing di barisan depan bahkan merebut podium.
Optimisme tersebut bukan muncul tanpa alasan.
Berdasarkan data telemetri serta catatan waktu yang pernah dibukukan Veda pada ajang JuniorGP musim lalu, performanya di lintasan Catalunya menunjukkan perkembangan yang sangat kompetitif.
Karakter sirkuit yang menitikberatkan kemampuan menjaga corner speed dan kestabilan motor dianggap sangat cocok dengan gaya balap pembalap asal Indonesia tersebut.
Balapan Moto3 di Catalunya memang dikenal bukan sekadar adu kecepatan di trek lurus.
Layout sirkuit dengan kombinasi tikungan flowing membuat kemampuan teknis pembalap dan keseimbangan motor menjadi faktor utama penentu hasil akhir.
Karena itu, banyak tim menaruh perhatian besar pada setup sasis dan kemampuan menjaga momentum saat melewati tikungan panjang.
Pada musim lalu, persaingan Moto3 di Catalunya berlangsung sangat sengit. Angel Piqueras keluar sebagai pemenang usai bertarung ketat dengan Jose Antonio Rueda hingga lap terakhir.
Namun perhatian juga tertuju pada performa Taiyo Furusato bersama Honda Team Asia.
Furusato berhasil membawa Honda NSF250RW finis di posisi ketiga dengan selisih hanya 0,156 detik dari pemenang balapan.
Bahkan pembalap Jepang tersebut mampu mencetak fastest lap dengan torehan waktu 1 menit 47,873 detik.
Catatan itu memperlihatkan bahwa motor Honda tetap mampu bersaing melawan dominasi KTM, khususnya pada sektor tikungan cepat di Catalunya.
Sirkuit Catalunya sendiri memiliki panjang 4,6 kilometer dengan total 14 tikungan yang menuntut kestabilan motor ketika membawa corner speed tinggi.
KTM memang dikenal unggul pada akselerasi dan top speed di trek lurus, tetapi Honda mempunyai kelebihan pada fleksibilitas sasis serta kemampuan menjaga momentum saat melibas tikungan panjang.
Keunggulan karakter motor Honda tersebut diyakini menjadi modal penting bagi Veda Ega Pratama pada akhir pekan balapan nanti.
Honda NSF250RW dikenal memiliki handling yang halus serta stabil saat transisi dari pengereman menuju akselerasi keluar tikungan.
Karakter itu sangat sesuai dengan gaya balap Veda yang lebih mengandalkan ritme dan corner speed dibanding agresivitas di trek lurus.
Peluang besar Veda di GP Catalunya 2026 juga diperkuat oleh catatan performanya di JuniorGP 2025 pada sirkuit yang sama.
Saat sesi Q2, Veda sukses mencatat waktu 1 menit 47,876 detik dan menempati posisi kelima. Dalam balapan utama, ia finis keenam setelah menjalani duel ketat sepanjang lomba.
Menariknya, best lap Veda saat balapan tercatat di angka 1 menit 47,917 detik.
Jika dibandingkan dengan fastest lap Moto3 World Championship milik Taiyo Furusato yang membukukan 1 menit 47,873 detik, selisih waktunya hanya 0,044 detik.
Bahkan pada sesi kualifikasi JuniorGP, catatan waktu Veda hanya terpaut 0,003 detik dari fastest lap Moto3 dunia musim lalu.
Data tersebut menjadi indikasi kuat bahwa Veda sudah memiliki pace yang mendekati level dunia di Catalunya.
Apalagi musim ini ia menggunakan motor spesifikasi penuh Moto3 World Championship yang jauh lebih kompetitif dibanding motor JuniorGP yang dipakainya sebelumnya.
Peningkatan performa motor dari sektor mesin, ECU, aerodinamika hingga suspensi diperkirakan mampu memangkas waktu lap antara 0,3 hingga 1 detik per putaran.
Dengan paket motor yang lebih kompetitif itu, peluang Veda untuk tampil di grup depan semakin terbuka lebar.
Selain faktor teknis motor, slipstream di trek lurus sepanjang satu kilometer juga diprediksi menjadi elemen penting dalam perebutan posisi depan.
Jika mampu mendapatkan setup optimal sejak sesi latihan bebas, Veda berpotensi menjaga ritme lap di kisaran 1 menit 47 detik sepanjang akhir pekan balapan.
Performa Veda musim ini juga menunjukkan tren yang terus meningkat. Sebelumnya ia berhasil finis kelima di Thailand, keenam di Jerez, dan keempat di Le Mans.
Hasil tersebut menjadi bukti bahwa adaptasi Veda terhadap persaingan Moto3 dunia semakin matang dari seri ke seri.
Melihat perkembangan performa tersebut, peluang Veda Ega Pratama untuk menembus 10 besar bahkan naik podium pada GP Catalunya 2026 dinilai sangat realistis.
Jika mampu mempertahankan konsistensi ritme balap sejak latihan bebas hingga balapan utama, bukan tidak mungkin pembalap muda Indonesia itu menciptakan kejutan besar di Catalunya dan kembali mengharumkan nama Indonesia di level dunia.
