GPNesia.com – Balapan Moto3 Prancis 2026 yang digelar akhir pekan lalu di Le Mans menghadirkan kontras hasil yang tajam bagi dua pembalap tim Intact GP.
Dalam kondisi lintasan yang berubah drastis akibat hujan, hasil akhir memperlihatkan perbedaan nasib antara David Muñoz dan rekan setimnya David Almansa.
Sejak awal pekan balapan, kedua pembalap menunjukkan potensi menjanjikan. Pada sesi latihan hari Jumat, keduanya bahkan sempat mencuri perhatian dengan menempati posisi teratas, menandakan kesiapan mereka menghadapi seri penting tersebut. Namun, situasi berubah ketika sesi kualifikasi berlangsung pada Sabtu.
David Muñoz berhasil mengamankan posisi start yang cukup kuat di P5, menempatkannya di barisan depan kedua grid.
Sementara itu, Almansa harus memulai balapan dari posisi ke-13, berada di baris kelima. Hasil kualifikasi ini menjadi gambaran awal perbedaan strategi dan keberuntungan yang akan terjadi pada hari balapan.
Balapan utama yang digelar pada Minggu berlangsung dalam kondisi basah, setelah hujan turun sesaat sebelum start.
Seluruh pembalap menggunakan ban hujan, dan lomba dipersingkat menjadi 13 lap demi alasan keselamatan. Kondisi ini membuat Le Mans kembali menunjukkan reputasinya sebagai sirkuit yang penuh kejutan.
Start balapan dimulai dengan intensitas tinggi. David Muñoz sempat melaju dengan baik, namun nasib buruk menghampirinya saat memasuki tikungan ketiga.
Ia mengalami sedikit selip saat melakukan pengereman, yang pada awalnya tidak terlihat berbahaya. Namun, insiden tersebut berujung pada terjatuhnya motor dan membuatnya kehilangan banyak waktu berharga di awal lomba.
Meski sempat kembali ke lintasan, pembalap asal Sevilla berusia 19 tahun itu harus berjuang dari posisi jauh di belakang.
Harapannya untuk kembali masuk ke zona poin bergantung pada banyaknya insiden yang terjadi di depannya, mengingat kondisi lintasan yang licin dan rawan kecelakaan.
Berbeda dengan rekannya, David Almansa tampil lebih stabil dan konsisten sepanjang balapan. Ia mampu menjaga ritme, memanfaatkan situasi di mana beberapa pembalap lain terjatuh atau gagal menyelesaikan lomba.
Performa bersih tanpa kesalahan besar membuatnya berhasil finis di posisi kedelapan dan membawa pulang poin penting untuk tim.
Hasil ini menjadi salah satu pencapaian signifikan bagi Almansa, terutama mengingat kondisi balapan yang sangat menantang. Ketahanan mental dan kemampuan membaca situasi menjadi kunci keberhasilannya menembus posisi sepuluh besar.
Sementara itu, bagi David Muñoz, akhir balapan jauh dari harapan. Meski sempat berusaha melanjutkan perlombaan setelah insiden awal, ia tidak mampu kembali ke posisi kompetitif.
Upayanya tetap melanjutkan balapan menunjukkan determinasi tinggi, namun kondisi lomba yang sudah tidak berpihak membuat hasil maksimal sulit diraih.
Usai balapan, David Muñoz mengatakan bahwa dirinya sedikit kurang beruntung hari ini karena kecelakaan di tikungan ketiga.
“Tapi memang begitulah adanya. Le Mans selalu menjadi tantangan dari segi cuaca, terlebih lagi saat hujan,” katanya.
Meskipun begitu, Muñoz merasa tidak enak untuk tim. Tapi dirinya senang dengan kerja kerasnya dan akan terus mempertahankannya.
“Kami akan kembali beraksi minggu depan di Montmeló. Terima kasih banyak kepada semua orang!,” pungkasnya.
Manajer tim Intact GP, Peter Öttl, menilai bahwa kedua pembalap sebenarnya menunjukkan potensi besar sepanjang akhir pekan. Ia menyoroti hasil positif pada sesi latihan sebagai bukti bahwa kecepatan mereka tidak diragukan.
Menurutnya, strategi pada sesi kualifikasi mungkin belum menghasilkan keputusan terbaik, meski potensi kedua pembalap tetap sangat jelas.
Ia juga menekankan bahwa kondisi cuaca menjadi faktor utama yang sulit diprediksi, terutama ketika hujan turun tepat sebelum balapan dimulai.
Öttl menjelaskan bahwa insiden yang dialami David Muñoz di tikungan ketiga membuatnya kehilangan banyak waktu, dan butuh perjuangan panjang untuk kembali ke lintasan.
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi ketekunan pembalap muda tersebut yang tidak menyerah hingga akhir lomba.
Di sisi lain, performa Almansa diapresiasi karena mampu bertahan dalam kondisi sulit. Meski tidak dalam kondisi fisik terbaik, ia tetap berhasil mengamankan hasil positif dan menyelesaikan balapan dengan poin penting bagi tim.
Setelah seri di Le Mans, kejuaraan Moto3 langsung berlanjut ke Barcelona pada akhir pekan berikutnya.
Sirkuit yang berbeda karakter ini akan menjadi kesempatan baru bagi kedua pembalap Intact GP untuk memperbaiki hasil dan membuktikan kembali kemampuan mereka di lintasan kering maupun basah.
Dengan hasil yang kontras di Prancis, tim kini membawa pelajaran penting terkait strategi, konsistensi, dan adaptasi terhadap cuaca.
Semua mata pun tertuju pada seri berikutnya untuk melihat apakah momentum bisa berubah bagi kedua pembalap muda tersebut.
