GPNesia.com – Kinerja dua tim satelit Ducati, Gresini Racing dan VR46 Racing, pada MotoGP Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez mendapat sorotan khusus dari General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna.
Ia secara terbuka menyampaikan apresiasi karena kedua tim tersebut dinilai berhasil menjaga marwah Ducati di tengah hasil mengecewakan tim pabrikan.
Balapan di Jerez pada akhir pekan lalu menjadi panggung dominasi Ducati Desmosedici GP26 melalui pembalap tim satelit.
Alex Marquez dari Gresini Racing sukses merebut kemenangan, sementara Fabio di Giannantonio dari VR46 Racing mengamankan podium ketiga.
Keduanya menggunakan motor Ducati Desmosedici GP26 dalam kondisi balapan yang penuh dinamika.
Ironisnya, pembalap dari tim pabrikan Ducati Lenovo justru gagal menyelesaikan balapan.
Marc Marquez yang tampil kuat di awal harus terjatuh pada lap kedua, sedangkan rekan setimnya, Pecco Bagnaia, mengalami kendala teknis yang memaksanya keluar dari race.
Situasi ini menambah catatan buruk Ducati pabrikan yang sudah sembilan Grand Prix berturut-turut tanpa podium.
Dalam unggahan di platform LinkedIn, Gigi Dall’Igna menuliskan apresiasinya terhadap performa tim satelit.
Ia menyebut kemenangan Alex Marquez sebagai momen kembalinya Ducati ke puncak podium pada musim ini, sekaligus menyoroti performa solid Di Giannantonio yang berhasil finis di posisi ketiga.
“Ini adalah momen kembali ke puncak podium berkat performa luar biasa Alex Marquez. Di Giannantonio juga tampil sangat baik dengan finis di posisi ketiga,” demikian inti pernyataan yang disampaikan Dall’Igna melalui unggahan tersebut.
Namun di sisi lain, ia tidak menutupi kekecewaannya terhadap hasil yang diraih tim pabrikan Ducati Lenovo.
Marc Marquez disebut tampil impresif di awal balapan, namun insiden jatuh di lap kedua mengakhiri peluangnya. Sementara itu, Bagnaia harus menghentikan balapan akibat masalah teknis yang terjadi pada motornya.
Dalam penjelasannya, Gigi Dall’Igna menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi pukulan berat bagi tim pabrikan.
Ia menyebut bahwa dua kegagalan finis (DNF) dalam satu balapan adalah situasi yang sangat merugikan, terlebih dalam kondisi yang sebenarnya cukup ideal untuk meraih hasil positif.
“Marc memulai dengan sangat baik, tetapi sayangnya terjatuh. Pecco juga harus mundur karena masalah teknis. Situasi ini membuat kami kehilangan peluang besar,” ungkapnya dalam pernyataan yang dikutip dari unggahan tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa Ducati sebenarnya telah menunjukkan tanda-tanda peningkatan performa, terutama pada sesi kualifikasi dan Sprint Race dengan hasil 1-2 untuk motor pabrikan. Namun hasil tersebut tidak berlanjut ke balapan utama yang justru berakhir mengecewakan.
“Dalam beberapa sesi sebelumnya kami sudah menunjukkan peningkatan, tetapi balapan utama menjadi sangat sulit. Dua DNF adalah sesuatu yang sangat mengecewakan,” lanjutnya.
Meski demikian, perhatian khusus tetap diberikan kepada performa tim satelit. Gresini Racing dan VR46 Racing dinilai berhasil memaksimalkan potensi Ducati Desmosedici GP26 di tengah kondisi balapan yang dipengaruhi cuaca tidak menentu.
Menurut Gigi Dall’Igna, keberhasilan Alex Marquez sangat layak diapresiasi karena ia mampu bangkit dari awal musim yang kurang konsisten.
Kemenangan di Jerez juga memiliki nilai emosional karena sirkuit tersebut menjadi tempat kemenangan pertamanya di kelas utama.
“Alex tampil sebagai pembalap tercepat sepanjang akhir pekan dan pantas mendapatkan kemenangan ini,” ujar Dall’Igna.
Sementara itu, Fabio di Giannantonio dinilai menunjukkan konsistensi dan determinasi tinggi. Meski tidak memulai balapan dengan baik, ia mampu menemukan ritme dan melakukan comeback hingga finis di podium.
“Dia adalah petarung sejati. Setelah awal yang kurang baik, dia mampu bangkit dan menunjukkan kedewasaan sebagai pembalap Ducati terbaik saat ini,” tambahnya.
Hasil tersebut membuat Di Giannantonio kini menempati posisi ketiga klasemen sementara dan menjadi pembalap Ducati terbaik setelah empat seri awal musim.
Ia bahkan berhasil mengungguli Pedro Acosta dari KTM yang harus puas finis di posisi ke-10 pada balapan tersebut.
Saat ini, ia tertinggal sekitar 30 poin dari pemuncak klasemen Marco Bezzecchi dari Aprilia. Sementara itu, Marc Marquez berada di posisi kelima dan Pecco Bagnaia turun ke posisi kesembilan.
Meski Ducati tetap mencatat kemenangan di Jerez, dominasi Aprilia juga terlihat kuat dengan empat pembalap mereka yang berhasil finis di enam besar. Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi tim Ducati dalam pengembangan motor ke depan.
Gigi Dall’Igna menegaskan bahwa pengembangan Ducati Desmosedici GP26 harus terus ditingkatkan. Ia juga mengonfirmasi bahwa hasil uji aerodinamika yang dilakukan pada tes hari Senin akan menjadi dasar pengembangan untuk balapan berikutnya.
“Kami harus terus berkembang tanpa henti. Tes hari Senin memberikan banyak data penting, terutama dari sisi aerodinamika, dan beberapa inovasi akan segera kami terapkan di balapan mendatang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa persaingan musim ini akan semakin ketat dan menantang. Namun, hal tersebut justru menjadi bagian dari daya tarik utama MotoGP sebagai ajang balap motor paling kompetitif di dunia.
“Kejuaraan ini semakin sengit dan justru itu yang membuatnya menarik. Kami hidup untuk tantangan ini dan untuk emosi yang diberikan olahraga ini kepada para penggemar,” tutup Gigi Dall’Igna dengan penekanan pada semangat kompetitif Ducati di tengah persaingan pabrikan Italia dan Eropa lainnya.
